Foodies Guide To F&B Industry

11 Jenis Gelas untuk Bir

February 27, 20196 min readReviews

Pecinta Bir pasti tahu kalau bentuk dari jenis gelas bir dapat mempengaruhi kualitas bir yang disajikan. Setelah bir dituang ke dalam gelas, ada beberapa faktor lain yang akan mempengaruhi rasanya di mulut, misalnya seperti adanya buih atau kandungan yang membuat bir beraroma, sering juga disebut sebagai volatile. Kekhasan ini akan semakin tajam saat Bir disajikan dengan gelas tertentu. Jika Anda berhasil menghadirkan sensasi ini, para pelanggan pasti akan kembali lagi ke restoran atau bar Anda. Lalu bagaimana cara mengetahui jenis gelas apa yang cocok untuk bir yang Anda sajikan? Mari baca sampai tuntas artikel berikut ini.

1. Shaker / American Pint Glass

jenis-gelas-02

Photo source: Unsplash

Jenis gelas shaker mungkin menjadi jenis yang paling banyak digunakan oleh restoran untuk menyajikan bir. Bentuk gelas ini secara umum memiliki sisi lurus yang meruncing ke bagian bawah. Jenis kaca di gelas ini tidak menambah atau mengurangi kualitas bir. Itulah kenapa jenis gelas ini sering disebut sebagai gelas multifungsi. Sebutan lain gelas ini adalah “shaker” karena dapat digunakan untuk mengocok cocktail. American Pint Glass dapat digunakan untuk semua jenis bir dan sering dipilih banyak pemilik restoran karena karakteristiknya yang fleksibel dan harganya yang terjangkau.

2. Nonic Pint

jenis-gelas-03

Photo source: Unsplash

Jenis gelas nonic Pint dikenal sebagai English pub glass. Ini merupakan pint glass yang biasa digunakan di UK. Sama seperti American pint glass, jenis gelas nonic juga memiliki tonjolan di dekat bibir gelas. Bentuk kacanya yang unik membuat daya tahan gelas ini lebih tahan banting sehingga tidak mudah pecah atau terkelupas di bagian pinggirnya dibandingkan gelas yang bersisi lurus. Seperti American pint glass, gelas nonic juga serbaguna, tapi ada yang mengatakan kalau gelas ini sangat cocok untuk ales dan stouts.

3. IPA Glass

jenis-gelas-04

Photo source: Unsplash

IPA glass termasuk jenis gelas pendatang baru dalam dunia bir. IPA glass merupakan hasil kolaborasi antara Spiegelau, Sierra Nevada, dan Dogfish Head. Gelas ini sudah diuji coba, dipilih dari 100 jenis gelas lainnya, dan terbukti kalau bentuk gelas ini menonjolkan aroma fruity dari bir IPA. Bentuk IPA glass memang cukup ini, bagian atasnya seperti lonceng, sehingga mampu menonjolkan aroma bir ke hidung Anda saat meminum bir dari gelas ini. Konstruksi kacanya yang tipis dapat mempertahankan suhu bir. IPA glass juga menjaga buih bir dan membuat bir berbusa lebih lama daripada jenis gelas pint pada umumnya. Anda bisa menggunakan gelas ini untuk menyajikan bir IPA ke pelanggan.

4. Snifter

jenis-gelas-05

Photo source: Unsplash

Snifter sangat cocok untuk gelas bir dengan kadar alkohol yang tinggi. Dengan menggunakan jenis gelas snifter, pelanggan bisa mengaduk bir dengan memutar gelasnya sehingga aroma bir dapat terlepas ke udara. Bagian bibir gelas yang meruncing akan membawa aroma bir saat Anda meminumnya. Snifter juga memiliki kaki yang pendek, mudah dipegang, sehingga kehangatan dari telapak tangan Anda diharapkan bisa melepas aroma bir dengan lebih maksimal. Gelas ini sering menjadi jenis gelas favorit di kalangan para pecinta bir. Biasanya snifter digunakan untuk menyajikan bir dengan alkohol tinggi, seperti barleywines, imperial IPA, dan imperial stouts.

5. Tulip

jenis-gelas-06

Photo source: Unsplash

Mirip dengan snifter, jenis gelas tulip juga sempurna untuk diputar-putar. Fitur lain yang membuat gelas tulip berbeda dari jenis gelas bir lainnya adalah bagian bibir gelas yang melebar, sehingga cocok untuk menyajikan bir penuh busa. Gelas tulip akan membantu memunculkan beberapa karakter bir yang mungkin tidak terdeteksi saat menggunakan gelas lainnya. Banyak yang menganggap kalau gelas ini cocok digunakan untuk segala jenis bir. Jenis gelas tulip paling sering digunakan untuk menyajikan bir yang kuat, seperti Scottish ales, Belgian ales, dan barleywines.

6. Goblet

jenis-gelas-07

Photo source: Unsplash

Goblet adalah jenis gelas bir yang bentuknya seperti mangkuk dengan kaki gelas yang tebal. Di Belgia, banyak produsen bir yang mendesain goblet untuk brand bir tertentu dengan tambahan sentuhan dekoratif, seperti cetakan huruf berwarna emas. Di bagian bawah gelas, terdapat bagian yang disebut nucleation. Bagian ini mendorong buih bir terangkat ke atas. Goblet sangat cocok digunakan untuk Belgian ales, sour ales, saisons, farmhouse ales, dan barleywines.

7. Dimple Mug

jenis-gelas-08

Photo source: Freepik

Jenis gelas dimple mug sering disebut sebagai krug atau seidel dalam bahasa Jerman. Di seluruh bagian gelas ini terdapat pattern dimple atau lesung yang membuat daya tahan jenis gelas ini makin kuat serta lebih mudah untuk digenggam. Gaganya yang kokoh juga membuat dimple mug mudah dipegang dan tetap kuat saat harus bersulang dengan teman-teman. Dimple mug merupakan jenis gelas bir paling kuat dari gelas lainnya dan sangat tahan banting. Anda bisa menggunakannya untuk menyajikan bir dengan cita rasa malty yang kuat, seperti lagers, stouts, dan porters.

8. Stein

Gelas bir khas Jerman ini sangat ikonik. Stein sering juga disebut sebagai seidel. Jenis gelas ini memiliki desain yang detail dan terbuat dari campuran berbagai material, seperti porselen, timah, dan stoneware. Karena bentuk dan desainnya yang unik, stein sering dijadikan sebagai suvenir. Jenis gelas ini bahkan juga memiliki penutup yang dilengkapi tuas. Tuas ini memudahkan Anda membuka dan memegang gelas ini dengan satu tangan.

9. Pilsner

jenis-gelas-09

Photo source: Freepik

Ada banyak sekali variasi jenis gelas pilsner yang beredar di pasaran. Jika ditelusuri lebih jauh, gelas pilsner mula-mula memiliki bentuk yang tinggi, lurus, dan tampak kurus, dengan bagian bibir gelas yang lebih lebar dari bagian bawahnya. Bentuk kaca gelas yang panjang akan menunjukkan rona dan pancaran warna bir, yang terang keemasan. Sedangkan bagian bibir gelas akan mendorong aroma bir yang khas ke hidung Anda. Gunakan gelas ini untuk menyajikan bir yang warnanya cerah, dan penuh buih.

10. Weizen

jenis-gelas-10

Photo source: Unsplash

Banyak yang sering salah menyebut Weizen sebagai Pilsner. Memang sekilas bentuknya terlihat mirip. Weizen memiliki bentuk yang tinggi dan kurus, tapi di dekat bagian atas, terdapat sedikit lengkungan. Lengkungan ini sangat sempurna sebagai tempat buih dan busa bir berlabuh. Aromanya juga terjaga dalam lengkungan ini sehingga Anda bisa menikmati bir dengan maksimal. Sama seperti namanya, gelas ini cocok digunakan untuk bir hefeweizen, dunkelweizen, American wheat ales, dan gose beers.

11. Stange

jenis-gelas-11

Photo source: Unsplash

Jenis gelas bir yang terakhir adalah stange. Bentuknya kecil dan memiliki sisi yang lurus. Gelas ini diciptakan untuk disajikan di atas nampan bundar yang sering disebut kranz tray. Stange berasal dari Cologne, Jerman. Pada umumnya, stange hanya menampung kapasitas bir yang tidak terlalu banyak, hanya sekitar 6,5 ounces karena gelas ini dibuat untuk menyajikan bir yang harus cepat diminum. Namu, sekarang Anda bisa menemukan stange dengan kapasitas yang lebih besar, yaitu 12 ounces. Jenis gelas ini cocok untuk bir yang tidak memiliki terlalu banyak buih, seperti kolsch beers dan altbiers.

Apapun jenis restoran yang Anda miliki, jika Anda menyajikan bir, pilihlah jenis gelas bir yang dapat menonjolkan karakter bir yang Anda sajikan. Warna, buih, dan aroma bir dapat ditingkatkan dengan memilih bentuk dan ketebalan gelas yang tepat.

Cover photo source: Unsplash

Related Articles

Connect with Nibble