Foodies Guide To F&B Industry

5 Akibat Buruk Makan Gorengan untuk Buka Puasa

May 22, 20194 min readHealthy Foodie

Gorengan seakan menjadi makanan wajib yang harus dihidangkan ketika berbuka puasa. Berbagai macam gorengan dapat nibblers temukan, mulai dari tahu goreng, tempe goreng, atau bakwan. Bahkan, para pedagang seakan berlomba memberikan kreasi suguhan terbaik yang mereka bisa mereka buat.

Namun, dibalik kenikmatan makanan ini, tahukah nibblers jika sebenarnya makanan ini memiliki banyak pengaruh negatif bagi tubuh manusia? Apa saja akibat yang bisa ditimbulkan gorengan? Berikut beberapa pengaruh negatifnya!

Memicu Kolesterol

kolesterol

Low density lipoprotein (LDL) atau biasa dikenal sebagai lemak jahat, adalah hal yang harus dihindari dalam makanan. Bagi tubuh manusia, lemak baik atau high density lipoprotein (HDL) adalah lemak yang dibutuhkan.

Ternyata, kandungan lemak trans dan lemak jenuh dalam gorengan dapat meningkatkan nilai LDL dalam tubuh manusia. Nilai LDL akan terus naik sesuai dengan jumlah yang dikonsumsi.

Lemak jenuh dan lemak trans dalam gorengan dapat menumpuk dan menyebabkan pembentukan plak pada arteri di tubuh. Plak-plak ini dapat menghambat aliran darah dan dapat berkembang menjadi penyebab dari penyakit jantung dan stroke yang berbahaya dan mengancam nyawa.

Buruk untuk Tenggorokan

tenggorokan

Satu hal yang tidak diketahui banyak orang adalah ketika gorengan dimasak, minyak yang digunakan akan mencapai titik asapnya. Kandungan lemak yang terdapat pada minyak tersebut adalah senyawa yang disebut akroelin. Akroelin inilah yang menyebabkan radang dan batuk.

Akroelin memiliki sifat toksik dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, atau saluran pernapasan. Meskipun pada sebuah penelitian disebutkan bahwa kandungan akroelin dalam tubuh manusia masih aman jika berada di 7,5 mikrogram per kilogram berat badan.

Selain akroelin, gorengan juga tidak baik dikonsumsi saat berbuka puasa adalah karena setelah seharian berpuasa, tenggorokan akan terasa kering. Ketika memakan makanan yang memiliki tekstur keras dan kasar, tenggorokan akan rentan untuk terluka. Oleh sebab itu, konsumsi lah makanan lunak ketika waktu berbuka puasa tiba.

Penyebab Sembelit

sembelit

Seperti pemicu kolesterol, kandungan lemak dalam minyak yang terdapat pada gorengan juga membuatnya sulit untuk dicerna, terutama ketika menu ini menjadi makanan pertama yang dimakan saat berbuka puasa.

Hal ini dikarenakan ketika perut kosong setelah berpuasa seharian, perut harus mencerna lemak yang ada pada gorengan, dan membuat saluran pencernaan bekerja lebih keras untuk dapat mencerna lemak tersebut. Akhirnya proses untuk mencerna akan memakan waktu lama serta dapat mengganggu saluran pencernaan untuk mencerna zat gizi lain.

Selain itu, karena gorengan lebih lama untuk dicerna, perut menjadi lebih lama untuk merasa kenyang. Ujungnya, nibblers akan terus merasa lapar dan terus menambah makan hingga tidak sadar sudah berapa banyak gorengan yang dimakan. Sulitnya lemak pada makanan ini untuk dicerna dan kandungan serat yang sedikit ternyata juga dapat menyebabkan sembelit.

Memicu Kanker

kanker

Sudah menjadi pengetahuan bersama, bahwa zat karsinogen adalah salah satu penyebab utama dari kanker. Zat karsinogen bisa timbul akibat dari makanan yang digoreng dalam temperatur tinggi secara terus menerus.

Kabar buruknya, gorengan adalah salah satu makanan yang harus dimasak dengan temperatur tinggi. Untuk menggoreng butuh suhu tinggi, yang bisa menghasilkan peroksida. Senyawa peroksida bila dibiarkan terpapar suhu tinggi dalam waktu yang lama dapat berubah menjadi karsinogen.

Karsinogen yang terdapat di gorengan di antaranya adalah, akrilamida (sering ditemukan di makanan tinggi karbohidrat yang digoreng, seperti kentaang goreng), amina heterosiklik, dan hidrokarbon aromatik polisiklik (zat kimia yang terbentuk ketika daging dimasak dalam temperatur tinggi).

Nibblers, sering mengonsumsi gorengan akan menyebabkan sel kanker yang sudah ada di dalam tubuh berkembang perlahan-lahan tanpa disadari sebelumnya. Kanker bisa langsung muncul dan akhirnya menurunkan kualitas kesehatan kita perlahan-lahan, terutama kanker prostat pada pria.

Menaikkan Asam Lambung

asam lambung

Saat puasa perut akan kosong seharian tanpa ada isinya sama sekali. Saat perut sedang kosong, asam lambung akan naik perlahan-lahan. Mereka yang memiliki lambung sensitif biasanya tidak bisa dimasuki makanan yang terlalu berminyak karena bisa menyebabkan asam lambung semakin meningkat dan akhirnya naik ke atas.

Saat asam lambung naik ke atas, tubuh akan merasakan mual dan rasa panas di area leher dan dada dalam bentuk heart burn. Kondisi ini akan berlanjut selama beberapa jam sebelum akhirnya tubuh kembali normal seperti sedia kala.

Semakin banyak lemak yang terkandung, semakin buruk pula efeknya untuk kesehatan lambung. Sebab, lambung akan lambat dalam mencerna dan itu akan memberikan efek cepat kenyang pada perut Anda meskipun baru makan sedikit saja.

Sementara itu, tukak lambung juga bisa dipicu oleh makanan berlemak seperti gorengan. Tukak lambung adalah luka yang terjadi di sekitar lapisan lambung bagian dan menimbulkan rasa nyeri. Apabila perut nibblers merasa nyeri setelah makan terlalu banyak, bisa jadi nibblers terkena penyakit ini.

Pada dasarnya mengonsumsi gorengan ketika berbuka puasa diperbolehkan, asalkan jumlahnya tidak terlalu banyak dan tidak setiap hari. Selain itu, cobalah untuk menggorengnya sendiri karena kebanyakan pengaruh negatif dari makanan ini timbul akibat penggunaan minyak goreng yang digunakan berkali-kali.

Photo source: Pixabay

Related Articles

Connect with Nibble