Foodies Guide To F&B Industry

7 Bahaya Makanan Manis Buat Tubuh Yang Harus Kamu Tahu

March 20, 20175 min readTips & Tricks

Kamu sadar nggak, kita tinggal di dunia yang penuh makanan manis. Lihat aja dessert cafe yang makin merebak, banyak coffee shop kondang yang meracik kopi dengan kandungan gula cukup banyak, dan masih banyak lagi. Padahal bahaya makanan manis bagi tubuh cukup mengerikan. Tentunya efek itu hanya kamu rasakan saat mengonsumsi gula secara berlebihan.

Sebagai informasi saja, sebagian besar orang di dunia mendapat 500 kalori ekstra hanya dari asupan gula yang mereka konsumsi. Apakah kamu salah satunya? Kalau iya, sepertinya kamu harus lebih berhati-hati. Pasalnya, konsumsi gula yang berlebihan sama jahatnya dengan terlalu banyak makan makanan dengan kandungan lemak jenuh, garam, dan kalori yang tinggi. Kalau tidak percaya, berikut ini 7 kejahatan makanan manis yang bisa timbul di tubuh kamu.

1. Gula Tambahan Tidak Memiliki Nutrisi dan Berakibat Buruk Untuk Gigi

bahaya-makanan-manis-02

Photo source: bosadonutsaz

Kamu mungkin sering mendengar bahaya makanan manis yang terkait dengan informasi ini sebelumnya, tapi nggak ada salahnya kalau kita mengingatkanmu lagi. Gula tambahan, seperti sukrosa dan fruktosa pada snack atau corn syrup, mengandung jumlah kalori yang tinggi, tapi di dalamnya tidak ada nutrisi penting. Itulah sebabnya, kandungan ini sering disebut “empty calories”. Tidak ada protein, lemak penting, vitamin, atau mineral dalam gula tambahan. Saat kamu menerima 10-20% kalori yang dibutuhkan tubuh dalam bentuk gula, ini akan menjadi penyebab utama kasus kekurangan nutrisi. Selain itu, gula juga tidak baik untuk gigi kamu karena kandungan yang ada di dalamnya sangat mudah dicerna oleh bakteri jahat dalam mulut. Jadi semakin banyak kamu makan gula, semakin banyak pula kamu memberi makan bakteri jahat tersebut.

2. Gula Bikin Ketagihan

bahaya-makanan-manis-03

Photo source: kingofwallpapers

Banyak orang yang kecanduan dengan gula, mungkin termasuk orang-orang yang mendeklarasikan dirinya sebagai sweet tooth. Sama seperti drugs, gula dapat melepaskan dopamine di otak yang memberikan kita efek senang setiap memakan bahan tersebut. Dibandingkan makanan lain yang lebih alami, gula dan beberapa junk foods melepaskan dopamine lebih banyak. Itulah sebabnya banyak orang yang kecanduan gula meski sudah sadar bahaya makanan manis.

3. Bisa Bikin Obesitas

bahaya-makanan-manis-04

Photo source: susiecakes

Orang-orang yang sudah kecanduan gula biasanya sangat sulit mengontrol dan membatasi asupan gula mereka. Kalau sudah begini, tidak heran banyak orang yang menderita obesitas sebagai salah satu risiko bahaya makanan manis. Ini dapat terjadi pada orang dengan usia berapapun, baik anak-anak atau orang dewasa. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010 juga menunjukkan bahwa tingginya konsumsi fruktosa bisa menambah lemak perut dan mempertinggi risiko diabetes serta penyakit jantung.

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Ginger and dulce de leche flavored chocolate pieces are displayed for sale in the retail space at the Theo Chocolate factory in Seattle, Washington, U.S., on Monday, Feb. 2, 2015. The U.S. Census Bureau is scheduled to release business inventories figures on Feb. 12. Photographer: David Ryder/Bloomberg via Getty Images

Photo source: huffingtonpost

Sekian lama kita menganggap bahwa penyebab penyakit jantung nomor satu di dunia adalah lemak jenuh. Faktanya, penelitian terbaru tahun 2010 menyatakan kalau gula mungkin menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung berkat efek buruk yang dibawa fruktosa dalam sistem metabolisme tubuh kita. Penelitian tersebut menunjukkan kalau fruktosa dapat meningkatkan trigliserida (salah satu jenis lemak yang dibawa dalam aliran darah), meningkatkan kolesterol dalam darah, meningkatkan kadar gula dalam darah, kadar insulin, dan menyumbangkan lemak perut dalam hitungan 10 hari saja! Itu semua adalah faktor-faktor berbahaya yang bisa berujung pada penyakit jantung. Jadi jangan kaget kalau banyak penelitian yang membeberkan fakta bahwa bahaya makanan manis sangat berkaitan dengan munculnya penyakit jantung.

5. Gula sama Seperti Alkohol, Bisa Merusak Hati!

bahaya-makanan-manis-06

Photo source: bhmpics

Satu penelitian dalam jurnal Nature di tahun 2012 menyebutkan kalau konsumsi gula yang berlebihan sama bahayanya dengan konsumsi alkohol. Sebelum kita menjelaskannya lebih detail, kamu harus tahu terlebih dahulu kalau gula terdiri dari glukosa dan fruktosa. Lain dengan glukosa, fruktosa hanya bisa diolah oleh hati dalam jumlah tertentu saja. Ini tidak akan jadi masalah jika kamu hanya mengonsumsi sedikit fruktosa, dari buah misalnya. Dalam jumlah yang normal, fruktosa akan diubah menjadi glikogen dan disimpan dalam hati sampai tubuh membutuhkannya. Saat hati sudah penuh dengan glikogen, dan kamu masih mengonsumsi fruktosa dalam jumlah yang banyak, hati akan mengubah fruktosa tersebut menjadi lemak. Dan jika proses ini terjadi terus menerus, ini akan berujung pada masalah kesehatan yang berbahaya. Sama bahayanya seperti saat kamu terlalu banyak minum alkohol!

6. Menyebabkan Kanker

bahaya-makanan-manis-07

Photo source: BBC

Bahaya makanan manis yang satu ini mungkin cukup mengagetkan karena kanker memang dikenal sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia. Kanker terjadi akibat pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkontrol dalam tubuh manusia. Nah, insulin merupakan hormon dalam tubuh yang bisa menekan pertumbuhan sel tersebut. Jika kadar insulin dalam tubuh sering naik secara konstan akibat konsumsi gula yang berlebihan, ini bisa mengacaukan mekanisme yang sudah dibentuk insulin dan berujung pada kanker. Jadi tidak salah, kalau ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang yang mengonsumsi banyak gula memiliki risiko terkena penyakit kanker lebih tinggi.

7. Gula Membunuh Manusia secara Perlahan

bahaya-makanan-manis-08

Photo source: peanutbutterandpeppers

Garam yang terkenal bisa menyebabkan hipertensi kini punya saingan baru, yaitu gula! Penelitian yang diadakan tahun 2008 lalu menemukan bahwa tingginya konsumsi fruktosa dapat menyebabkan kondisi yang disebut resistensi leptin. Leptin sendiri adalah hormon yang menyampaikan sinyal ke otak kalau perut sudah kenyang. Jika sudah terjadi kondisi resistensi, otak akan mengabaikan sinyal yang diberikan leptin, dan membuat kamu ingin makan terus menerus tanpa mengenal rasa kenyang. Secara perlahan, ini akan membuat kamu obesitas yang nantinya akan memicu masalah kesehatan lainnya. Bahaya makanan manis ini akan terjadi tanpa gejala apapun, itu sebabnya gula disebut bisa membunuh manusia secara perlahan. Jadi kalau saat ini kamu bingung kenapa lemak di perut tambah banyak, coba ingat-ingat berapa banyak fruktosa yang kamu masukkan ke dalam tubuhmu selama ini!

Sudah jelas kan bahaya makanan manis yang mengancam tubuh kita? Ini bisa jadi peringatan buat kita untuk mengonsumsi gula secukupnya. Daripada makan makanan yang mengandung banyak gula, lebih baik cari makanan sehat saja di Nibble. Buat yang belum tahu Nibble, bisa klik di sini!

Cover photo source: theodysseyonline

Related Articles

Connect with Nibble