Foodies Guide To F&B Industry

Antara Ikan Farm-Raised atau Wild-Caught?

May 20, 20195 min readTips & Tricks

Banyaknya pecinta kuliner yang lebih memilih makanan berbahan dasar seafood ketimbang daging tradisional sudah semakin meningkat. Salah satu alasan yang melatarbelakangi hal ini karena makanan laut dikenal lebih sehat daripada daging merah atau ayam. Karena begitu besarnya minat akan seafood di industri kuliner, populasi hewan laut semakin terancam akibat pemancingan liar yang berlebihan. Untuk menghindari penangkapan ikan wild-caught yang berlebihan, banyak industri kuliner yang memilih ikan farm-raised alias yang memang dibesarkan dalam penangkaran ikan. Pilihan ini jelas lebih ramah untuk bumi kita, namun tetap ada kerugian yang juga akan dirasakan pemilik restoran. Simak yuk artikelnya lebih lanjut untuk belajar mengenai pro dan kontra memilih ikan liar atau dari penangkaran ikan.

Memilih Ikan yang Ditangkap dari Alam Bebas

memilih-ikan-02

Istilah wild-caught merujuk pada ikan, kerang, dan hewan laut lainnya yang ditangkap dari laut, sungai, danau, dan juga ikan-ikan yang tidak pernah tumbuh di penangkaran. Manusia memang sudah menangkap ikan liar sejak ribuan tahun yang lalu. Namun, karena dewasa ini permintaan konsumen terhadap sajian makanan laut semakin banyak, populasi ikan liar semakin sedikit, bahkan beberapa di antaranya sudah terancam punah.

A. Pro Menangkap Ikan Liar

memilih-ikan-03

Berikut beberapa keuntungan yang akan dirasakan para pemilik restoran saat memilih ikan yang ditangkap dari alam bebas:

  • Ikan liar rasanya lebih enak. Ini karena ikan liar makan berbagai macam makanan daripada ikan yang ada di penangkaran. Itulah kenapa rasa ikan liar lebih enak.
  • Daging ikan lebih ramping. Hal ini karena ikan liar terus bergerak untuk menangkap makanan. Daging yang ramping ini menandakan kalau daging tidak mengandung banyak lemak yang artinya lebih sehat untuk dikonsumsi.
  • Warnanya lebih cantik, terutama ikan salmon liar. Makanan ikan liar yang bervariasi membantu warnanya terlihat lebih mencolok. Dan hal ini sangat mendukung presentasi hidangan saat disajikan ke pelanggan.

B. Kontra Menangkap Ikan Liar

memilih-ikan-04

Meskipun ada banyak hal positif yang bisa didapatkan saat Anda memilih ikan liar, jangan lupakan juga hal negatifnya, seperti berikut ini:

  • Tidak ramah lingkungan. Populasi ikan liar di dunia ini semakin sedikit, sedangkan permintaan terus bertambah. Jika dilanjutkan, hal ini dapat menimbulkan masalah. Ini akan menimbulkan efek negatif pada lautan dan makhluk hidup.
  • Sulit didapatkan. Di beberapa kota atau negara yang jauh dari pantai, memilih ikan liar tidak selalu menjadi pilihan yang terbaik karena kondisinya mungkin sudah kurang segar saat sampai di restoran Anda. Ini karena dalam proses pendistribusian ikan liar perlu proses yang panjang dan waktu yang lama.
  • Kandungan merkuri di ikan liar lebih tinggi. Tingginya tingkat merkuri pada ikan liar cukup mengkhawatirkan. Memang kadarnya cukup rendah dan tidak beracun untuk manusia. Tapi ikan liar punya kadar merkuri yang lebih tinggi daripada ikan yang ada di penangkaran.
  • Harganya selalu naik. Berhubung populasi ikan semakin berkurang dan permintaan selalu bertambah, harga ikan liar biasanya lebih mahal dan lebih susah ditemukan daripada ikan dari penangkaran.

Memilih Ikan dari Penangkaran

Istilah farm-raised fish merujuk pada ikan yang dibesarkan dalam jaring mengapung dekat pantai atau laut. Farm-raised fish juga sering disebut sebagai “aquaculture” atau “ocean-raised”. Ini merupakan salah satu metode yang paling populer untuk memelihara dan mendapatkan ikan laut.

A. Pro Memilih Ikan dari Penangkaran

memilih-ikan-05

Berikut beberapa hal positif yang bisa didapatkan saat Anda memilih ikan dari penangkaran:

  • Memilih ikan dari penangkaran sangat ramah lingkungan. Ikan yang dibesarkan di penangkaran bersifat berkelanjutan daripada ikan yang ditangkap secara liar. Hal ini dapat mengurangi masalah atas liarnya penangkapan ikan di laut lepas dan memberi waktu bagi ikan liar bertumbuh dan berkembang biak dengan tenang lagi.
  • Lebih mudah didapatkan daripada ikan liar. Beberapa ikan liar ada yang hanya bisa didapatkan di musim-musim tertentu. Ini tidak akan terjadi pada ikan yang berasal dari penangkaran karena keberadaan mereka selalu bisa didapatkan sepanjang tahun.
  • Harganya lebih murah. Harga ikan dari penangkaran biasanya lebih murah dari ikan liar karena tidak memerlukan biaya lebih untuk perawatan kapal, penangkapan di laut, dan proses pengemasannya.
  • Ramah lingkungan bisa menjadi nilai jual. Sekarang makin banyak pelanggan yang sadar akan pentingnya memilih sesuatu yang lebih ramah lingkungan. Dengan memilih ikan yang berasal dari penangkaran, Anda bisa membuat ini sebagai daya tarik untuk pelanggan.

 

B. Kontra Memilih Ikan dari Penangkaran

memilih-ikan-07

Berikut beberapa hal negatif yang akan Anda dapatkan saat memilih ikan dari penangkaran:

  • Ikan yang berasal dari penangkaran mengandung omega 3 yang lebih sedikit. Asam lemak omega 3 merupakan nutrisi yang dapat ditemukan di beberapa jenis ikan. Namun, ikan dari penangkaran biasanya memiliki kandungan omega 3 yang lebih sedikit dan kandungan gizinya tidak sesehat ikan liar.
  • Beberapa penangkaran ikan memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Bahan kimia dan pembuangan dari penangkaran ikan bisa tersebar dan mengkontaminasi lingkungan di sekitarnya. Ini artinya dapat mengancam populasi ikan liar atau bisa juga ada risiko penyebaran penyakit ke ikan liar di laut lepas.
  • Ikan dari penangkaran diberi antibiotik. Biasanya ikan yang bertumbuh di penangkaran lebih mudah sakit. Untuk mencegah penyebaran penyakit, ikan-ikan tersebut diberi antibiotik. Itulah kenapa banyak pemilik restoran yang enggan memilih ikan yang hidup di penangkaran.

Memilih Ikan yang Mana?

memilih-ikan-08

Tidak ada jawaban yang benar dan salah saat kita dihadapkan pada pertanyaan “Ikan mana yang terbaik?” Pilihan terbaik yang bisa Anda putuskan adalah memilih ikan yang mudah didapatkan secara lokal dan segar. Misalnya, Anda bisa memilih untuk menyajikan ikan gindara yang mudah didapatkan di perairan Indonesia daripada harus menyajikan ikan salmon yang harus diimpor dari negara di Alaska.

Dengan begitu banyaknya pro kontra dalam memilih ikan liar atau dari penangkaran, Anda pasti kesulitan menentukan yang terbaik. Namun, dengan melakukan penelitian kecil-kecilan serta mempertimbangkan baik buruknya untuk bisnis restoran Anda, pasti Anda akan menemukan jawaban yang terbaik.

Photos source: Pixabay

Related Articles

Connect with Nibble