Foodies Guide To F&B Industry

Legenda Bir Pletok Jakarta yang Perlahan Pudar

August 2, 20195 min readInside Stories

Mendengar kata bir pletok Jakarta tentu membuat siapapun berpikir bahwa itu adalah minuman beralkohol. Hal ini sudah menjadi sebuah pemahaman dasar dari semua orang, dari manapun mereka berasal.

Hal ini tentu saja tidak salah. Kata bir memang memiliki pengertian minuman beralkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi bahan berpati. Bahkan, saat ini bir menjadi minuman terpopuler ke-3 di seluruh dunia setelah air dan teh.

Menariknya, bir yang satu ini ternyata sama sekali tidak memiliki kandungan unsur alkohol didalamnya. Justru minuman ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia.

Sayangnya, minuman unik ini perlahan mulai memudar dan menghilang.

Penasaran mengapa minuman ini bisa dinamakan bir pletok dan ingin mengenalnya lebih jauh? Simak ulasannya berikut ini!

Lahir karena Rasa Iri

rempah4

Photo source: Pexels

Jakarta sebagai Ibukota Indonesia juga memiliki suku asli yang sudah semenjak lama tinggal di Jakarta. Sebagai suku asli Jakarta, betawi dikenal sebagai salah satu suku yang memegang teguh agamanya, yaitu Islam.

Selama masa penjajahan, begitu banyak orang Belanda yang kemudian menetap di Indonesia. Selama menetap, tentunya sesuai tipikal orang benua biru, orang Belanda sering mengadakan pesta di Jakarta.

Sebagai masyarakat asli kota Jakarta, tidak sedikit orang Betawi yang diundang untuk datang ke pesta yang diadakan oleh orang Belanda. Terlebih, di kota Jakarta juga berkumpul pembesar Indonesia yang tentunya didekati oleh orang Belanda.

Datang ke pesta yang diadakan orang Belanda, tentu saja minuman beralkohol akan menjadi salah satu minuman yang dihidangkan. Ini tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat Belanda yang menyukai minuman beralkohol.

Orang Betawi yang datang ke pesta penasaran dan mencoba minuman tersebut. Mengetahui bahwa minuman tersebut memabukkan dan menyalahi aturan Islam membuat orang Betawi kemudian menjauhi minuman tersebut.

Namun, keinginan menggebu untuk bisa menikmati minuman yang sejenis dengan minuman beralkohol tersebut akhirnya membuat orang Betawi memikirkan cara untuk bisa membuat minuman yang mirip dengan bir tetapi tidak memabukkan.

Nama pletok sendiri akhirnya ditambahkan ke dalam bir karena bir pletok ini biasanya disimpan dalam botol yang ditutup dengan cork, sebuah penutup botol yang dibuat dari kayu. Ketika dibuka, akan terdengar bunyi “plok” atau “pletok”. Bunyi tersebutlah yang kemudian dijadikan nama pelengkap dari bir ini.

Namun, ada cerita lain yang menyebut bahwa nama pletok dari bir pletok lahir karena pada awalnya bir pletok dibuat di dalam bambu yang ditutup di kedua sisinya. Ketika bir dimasukkan ke dalam bambu, bir kemudian dikocok bersama dengan es batu agar timbul busa seperti wine. Ketika dikocok itulah muncul bunyi “pletak-pletok” yang kemudian dipakai untuk melengkapi nama bir pletok.

Minuman yang Menyehatkan

rempah2

Photo source: Shutterstock

Keinginan besar untuk membuat minuman yang mirip dengan bir tetapi tidak memabukkan membuat orang Betawi berpikir keras. Bir dengan warnanya kemerahan akhirnya berhasil ditiru.

Bir pletok dihasilkan dari campuran beberapa rempah yang menjadi bahan dasar dari minuman ini. Rempah tersebut diantaranya adalah kapulaga, cengkeh, lada, jahe, dan kulit kayu secang. Kulit kayu secang inilah yang membuat bir pletok berwarna merah.

Karena terdiri dari bermacam rempah inilah, bir pletok Jakarta memiliki khasiat bagi tubuh manusia. Selain menghilangkan haus, khasiat bir pletok Jakarta diantaranya adalah memperlancar peredaran darah, mengatasi nyeri lambung, memulihkan radang sendi, mengobati migran, mengobati flu, hingga menghangatkan badan.

Aroma dari bir yang satu ini juga sangat tajam. Perpaduan antara wangi pedas dan manis dari berbagai rempah menghasilkan sebuah aroma yang khas di hidung ketika dihirup. Aroma ini akan membuat kalian seakan “terbangun” dan kembali bersemangat.

Pada awalnya, bir pletok sangat cocok dinikmati dalam keadaan hangat. Hal ini tidak terlepas dari beberapa khasiat yang dimiliki bir ini bagi tubuh manusia. Namun, dalam perkembangannya, bir pletok juga bisa dihidangkan dalam keadaan dingin, karena bisa dinikmati sebagai pelepas dahaga.

Hilang Dimakan Zaman

rempah5

Photo source: genpi.co

Seperti beberapa makanan atau minuman khas daerah Indonesia lainnya, bir pletok Jakarta sudah mulai menghilang. Salah satu penyebab dari mulai menghilangnya minuman yang satu ini adalah ketika pemerintah provinsi DKI Jakarta pada sekitar tahun 1970an melegalisasi minuman keras di Jakarta. 

Pada awalnya, bir tersebut diimpor dari Filipina dan Belanda. Namun, pemprov DKI Jakarta kemudian memutuskan untuk mendirikan sebuah perusahaan produsen bir di Jakarta.

Hal tersebut kemudian membuat bir pletok Jakarta mulai tergantikan oleh bir yang asli. Orang-orang lebih memilih untuk menikmati bir beralkohol dibandingkan dengan bir yang memiliki banyak manfaat bagi tubuhnya.

Tergantikannya peran bir pletok Jakarta juga kemudian membuat produsen bir pletok satu per satu gulung tikar. Jumlah bir pletok yang diproduksi tidak sebanding dengan jumlah yang terjual. Lama kelamaan modal yang dikeluarkan oleh produsen-produsen ini juga habis dan tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.

Eksklusif di Lingkungan Betawi

rempah3

Photo source: jakarta-tourism.go.id

Mulai menghilangnya bir pletok Jakarta coba diselamatkan oleh orang Betawi. Mereka tidak ingin minuman khas dari daerah mereka menghilang begitu saja dan tidak meninggalkan warisan untuk anak cucu mereka.

Beberapa produsen bir pletok sampai saat ini masih tetap bertahan, meskipun mau tidak mau mereka harus memotong jumlah produksi bir pletok mereka.

Bir pletok Jakarta masih dapat kalian temukan di beberapa tempat ini.

Setu Babakan

Sebagai salah satu pusat kebudayaan Betawi, sampai saat ini masih ada penjual bir pletok Jakarta di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Meskipun mereka saat ini sudah mulai berkurang jumlahnya, beberapa diantara penjual ini masih bertahan karena Setu Babakan masih sering dikunjungi oleh masyarakat.

Condet

Merupakan salah satu kawasan di Jakarta yang banyak didiami oleh orang Betawi, Condet masih memiliki banyak penjual bir pletok yang menjajakan dagangannya. Baik di pinggir jalan, ataupun dengan sepeda, kalian bisa menemukan bir pletok dengan mudah di kawasan ini.

Petamburan

Sama dengan Condet, Petamburan juga merupakan kawasan yang masih ramai didiami oleh orang Betawi. Begitu banyaknya orang Betawi yang mendiami kawasan ini juga membuat budaya Betawi masih begitu kental. Salah satunya adalah mengonsumsi bir pletok Jakarta.

Selain di 3 kawasan di atas, penjual bir pletok biasanya juga menjajakan dagangannya di festival-festival kebudayaan betawi, seperti Lebaran Betawi, Festival Palang Pintu, dan Festival Condet.

Related Articles

Connect with Nibble