Foodies Guide To F&B Industry

Sejarah Soto Betawi yang Melegenda di Jakarta

August 26, 20194 min readInside Stories

Siapa coba yang tak pernah mencicipi makanan kebanggaan kota Jakarta yang satu ini? Soto Betawi menjadi salah satu jenis soto khas nusantara yang paling disukai. Tak sama seperti soto lainnya dari berbagai kota di Indonesia, soto ini identik degan kuah santan yang gurih.

Tak cukup sampai di situ, soto ini biasanya dilengkapi dengan daging dan jeroan yang sangat nikmat dan mengundang selera.

Namun, pernah kah kalian penasaran dengan cerita di balik kelezatan soto Betawi yang melegenda di Jakarta? Kali ini kita akan mengungkap sejarah menu ini sampai tuntas. Simak yuk!

Dikenalkan Oleh Orang Tionghoa

02 - @supersillychef

Photo source: @supersillychef

Seperti yang kita tahu, soto Betawi merupakan makanan asli Jakarta, tapi siapa sangka orang yang memperkenalkan dan membuat menu ini populer adalah orang asli Tionghoa, bernama Lie Boen Po.

Istilah soto Betawi pertama kali digunakan pada sekitar tahun 1977 oleh beliau. Tapi sebenarnya, menu ini sudah eksis jauh lebih lama dari istilah tersebut muncul. Warung Lie Boen Po berlokasi di Taman Hiburan Rakyat Lokasari atau Prisen park. Sayangnya toko ini tutup di tahun 1991, di mana sudah makin banyak tempat makan lain yang menggunakan istilah soto Betawi di mana-mana.

Asal usul makanan ini tak lepas dari pengaruh Tionghoa. Banyak yang mencatat bahwa soto merupakan makanan khas Tionghoa yang bernama caudo dan mengalami asimilasi bahasa di Indonesia sehingga disebut soto atau coto.

Di negara asalnya, caudo merupakan makanan berkuah dengan rempah yang berisi jeroan dan daging sapi. Namun perlu dicatat, hidangan soto tidak sama persis dengan caudo. Bumbu rempah yang digunakan dalam caudo mengalami penyesuaian di Indonesia.

Ada yang mengatakan, bumbu soto juga dipengaruhi oleh sentuhan India yang menggunakan kunyit seperti sajian kari India. Bumbunya juga tak lepas dari rempah lokal, seperti kemiri atau jeruk limau yang menambah kesegaran yang unik. Uniknya lagi, setiap kota di Indonesia memiliki karakteristik bumbu soto yang terasa berbeda.

Rahasia Kenikmatan Soto Betawi

03 - @eatandcapture

Photo source: @eatandcapture

Kalau bicara tentang menu yang satu ini, bumbunya tak lepas dari penggunaan santan yang tak tergantikan. Selama ini soto Betawi selalu disajikan dengan daging sapi, tomat, dan taburan emping. Banyak juga yang menikmatinya dengan tambahan jeroan sehingga cita rasanya makin maksimal.

Sekilas, menu ini terlihat tidak ramah untuk orang yang sedang menjaga kenaikan berat badan. Jangan khawatir, perkembangan soto ini semakin inovatif. Banyak menu yang memodifikasi penggunaan kuah santan yang konon mengandung lemak jenuh yang tinggi digantikan dengan kuah susu low fat yang rendah lemak. Bahkan ada juga yang menggunakan kuah susu almond agar nutrisinya makin padat.

Rasa soto modifikasi memang tidak seenak dan semantap versi aslinya. Tapi kandungannya yang sehat membuat kita tidak merasa berdosa seusai menyantap kenikmatan menu ini.

Bedanya dengan Soto Tangkar

04 - @gagaldiett

Photo source: @gagaldiett

Penggemar kuliner khas Jakarta pasti tahu kalau selain soto Betawi, ada hidangan soto lain yang juga asli Betawi, yaitu soto Tangkar. Sebenarnya apa yang membuat kedua soto tersebut berbeda?

Ternyata perbedaannya terletak pada kuahnya. Kuah soto Betawi berwarna putih yang berasal dari santan, sedangkan soto Tangkar berwarna kuning kemerahan karena mengandung kunyit dan cabai.

Kalau dilihat dari isinya sebenarnya tidak jauh berbeda. Soto Tangkar berisi daging sapi, babat, dan jeroan sama seperti soto Betawi. Namun di dalamnya tidak terdapat potongan tomat.

Tempat Makan Soto Betawi yang Melegenda

05 - @eatwithkoko

Photo source: @eatwithkoko

Kalau tadi kita sudah membahas tuntas tentang asal usul soto ini, kini saatnya untuk mencicipi kedahsyatan menu ini. Ada beberapa tempat makan soto Betawi legendaris yang sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. Kelezatannya sudah pasti terjamin dan akan membuat kamu ketagihan.

  • Soto Betawi Afung

Kalau lagi jalan-jalan ke Gang Gloria di Glodok, mampirlah ke Soto Afung. Tempat makan ini sudah berdiri sejak tahun 1982. Kuah sotonya mild tapi sangat berbumbu. Selain kuah santan, ada pilihan kuah bening juga yang tak kalah nikmat.

  • Soto Betawi H. Ma'ruf

Kalau tempat makan yang satu ini sudah ada sejak tahun 1940. Lokasinya berada di dalam Taman Ismail Marzuki. Soto yang disajikan di sini bergaya klasik dengan daging yang super empuk.

  • Soto Betawi Sambung Nikmat

Soto Sambung Nikmat juga tak kalah legendaris. Mereka sudah menyajikan soto sejak tahun 1980. Harga soto di sini memang sedikit mahal, tapi kita akan menikmati kesedapan resep soto asli dari H. Ridwan yang dijaga turun temurun dan melintasi generasi.

  • Soto Betawi Babe Jamsari

Sejak tahun 1975, Soto Betawi Babe Jamsari sudah menjadi primadona di daerah Srengseng. Racikan bumbu sotonya terasa luar biasa. Tak heran tempat makan ini selalu ramai setiap hari.

Kalau kamu mau tahu lebih banyak lagi rekomendasi soto Betawi enak di Jakarta, kamu bisa simak di sini.

Cover photo source: Babehjenggot.id

Related Articles

Connect with Nibble