Nibble'S Guide

Serunya 3 Hari Berburu 15 Kuliner Jogja

by Atalya Anggraini | November 11, 2019

Serunya 3 Hari Berburu 15 Kuliner Jogja
Yogyakarta dikenal sebagai salah satu destinasi liburan paling diminati di Indonesia. Tak hanya kuliner Jogja yang mengundang banyak orang datang, kekayaan budayanya yang masih terjaga dengan baik, serta keindahan alam yang natural menjadi faktor lain yang membuat banyak pelancong mengagumi kota ini. Areanya yang luas mungkin membuat kalian bingung mau menjelajahi Yogyakarta dari mana dulu. Tak perlu pusing, dalam guide ini, kami akan menyingkap beberapa kawasan yang wajib dikunjungi selama tiga hari liburan di Jogja, lengkap dengan destinasi kuliner dan juga tempat wisata yang sayang jika dilewatkan.

Hari Pertama

Hotel paling Hits di Yogyakarta: YATS Colony

Photo source: YATS Colony

Yogyakarta sangat ramah dengan wisatawan dari kalangan apapun. Mencari penginapan di Jogja dengan budget tipis, menengah, sampai yang berkelas tidaklah susah. Jika kalian suka berburu foto demi konten Instagram yang hits, YATS Colony harus menjadi tempat menginap kalian selama liburan di Jogja. Hotel ini banyak diincar para wisatawan karena konsepnya yang unik. Dari pertama kali kalian melangkah masuk ke hotel ini, ornamen lucu akan siap menyambut. Interior kamarnya pun tidak seperti hotel-hotel pada umumnya. Desainnya sangat modern. Bahkan, televisi di beberapa tipe kamar tertentu tidak diletakkan begitu saja. Namun, ditempatkan di rak yang bisa diputar sehingga kita bisa menonton TV dari area tempat tidur atau sofa. Selain itu, beberapa furnitur di dalam kamar juga dibuat dari bahan daur ulang yang membuat hotel ini layak mendapat predikat hotel paling ramah lingkungan.

Photo source: Construction Plus Asia

Meski tidak terlalu besar dan kamar yang ditawarkan tak terlalu banyak, YATS Colony tidak akan gagal membuat kalian merasa sedang berada di rumah sendiri. Fasilitas kolam renangnya juga didesain sedemikian rupa menyerupai taman tropis alami, lengkap dengan air terjun mini, dan pepohonan rindang di sekitarnya. Hotel ini tentu bisa menjadi tempat istirahat yang memanjakan tubuh setelah lelah berkeliling Jogja seharian.

Hangatkan Perut di Pagi Hari dengan Wedang Tahu Bu Sukardi

 

Photo source: @eatandstillhungry

Jogja memang bukan kota beriklim dingin, namun udara paginya masih terasa sangat segar dan membuat perut mendambakan sebuah kehangatan. Wedang Tahu Bu Sukardi bisa menjadi jawabannya. Dari hotel, kamu bisa berkendara ke arah utara selama sekitar 10 menit untuk menuju tempat ini. Wedang Tahu Bu Sukardi adalah jajanan kaki lima yang disajikan di pinggir jalan dengan gerobak sederhana saja. Tapi jangan salah, kuliner Jogja yang satu ini sangat dicintai oleh warga sekitar. Wedang tahu ini terbuat dari sari kedelai dengan kuah jahe dan rempah-rempah yang begitu nikmat dan wangi. Harganya hanya Rp6.000 saja. Lokasi: Wedang Tahu Bu Sukardi, Jl. Kranggan No.75, Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta.

Gudeg dari Masa Penjajahan, Gudeg Mbah Lindu Sosrowijayan

Photo source: @jogjafoodhunter

Bertolak dari Jl. Kranggan, kalian bisa menuju selatan ke daerah Malioboro untuk menikmati gudeg legendaris yang sudah ada sejak masa penjajahan. Namanya adalah Gudeg Mbah Lindu Sosrowijayan. Sama seperti wedang tahu yang kita cicipi sebelumnya, tempat makan ini juga berlokasi di pinggir jalan. Kepopuleran makanan kaki lima ini tak hanya dikenal warga sekitar, tapi juga tokoh-tokoh penting dan turis mancanegara. Yang membuatnya unik, semua penjualan gudeg dilayani oleh Mbah Lindu, seorang nenek yang sudah berusia 99 tahun. Menu utamanya sama seperti gudeg pada umumnya, ada krecek, tahu tempe, gudeg, dan telur ayam. Rasanya sangat autentik dan konsisten karena Mbah Lindu mengakui kalau beliau menggunakan resep yang sama selama puluhan tahun semenjak menjajakan gudeg untuk pertama kalinya di zaman penjajahan belanda. Lokasi: Gudeg Mbah Lindu Sosrowijayan, Jl. Kranggan No.75, Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta.

Malioboro

Photo source: The Jakarta Post

Berhubung lokasi Gudeg Mbah Lindu berada dekat Malioboro, kenapa tidak menggunakan kesempatan ini untuk mengelilingi kawasan ikonik ini? Dari ujung ke ujung, Malioboro dipenuhi dengan berbagai penjual baju, sandal, pernak pernik, dan masih banyak lagi. Cocok sekali jika kalian ingin mencari oleh-oleh untuk keluarga dan teman. Jika mau mencari harga suvenir yang lebih miring, berjalanlah sedikit ke arah selatan menuju Pasar Beringharjo. Jangan kasih kendor untuk menyeruak masuk ke dalam pasar dan berburu pakaian, tas, hasil kerajinan, serta oleh-oleh lain yang kalian inginkan.

Soto Ayam 61

Photo source: @kulinerjogja

Saat sudah lelah mengelilingi Malioboro dan Pasar Beringharjo, melipirlah ke Soto Ayam 61 untuk makan siang. Warung soto yang berada di Jl. Malioboro ini sudah ada sejak tahun 1976. Sotonya berkuah bening, dan disajikan dengan suwiran ayam, bihun, serta menu pelengkap lain, seperti perkedel, semur telur, atau semur sate. Lokasi: Soto Ayam 61, Jl. Margo Mulyo No.61, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Angkringan Kopi Jos Lek Man

Photo source: @briandsumito

Sambil menunggu sore tiba, kalian bisa menghabiskan waktu di Benteng Vredeburg atau Taman Pintar yang masih berada di kawasan Malioboro. Setelah lelah, pompa semangat kalian dengan Kopi Jos Lek Man yang berada tak jauh dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Cara pembuatan kopi jos sangat unik. Awalnya, bubuk kopi dicampur dengan gula dan air panas seperti biasa. Tapi setelah itu, kopi ini diberi tambahan arang menyala yang menimbulkan buih, kepulan asap, dan suara khas. Racikan kopi ini paling cocok dinikmati sambil ngemil sate ayam, sate keong, sate kerang, atau sate usus ayam. Lokasi: Angkringan Kopi Jos Lek Man, Jl. Wongsodirjan, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.

Lesehan Terang Bulan

Photo source: @stanzazone

Ketika jam sudah menunjukkan pukul 21.00, kalian bisa kembali jalan-jalan di Malioboro dan menikmati suasana malam di area tersebut. Jika beruntung, kalian bisa menemukan musisi jalanan berbakat yang mempertunjukkan kemampuannya dalam bermusik dengan cara yang heboh dan unik. Untuk makan malam, datanglah ke Lesehan Terang Bulan di mana kalian bisa makan sambil duduk lesehan. Spot kuliner Jogja legendaris ini akan memanjakan kalian dengan beberapa lauk pauk khas lalapan, seperti ayam goreng, buru dara goreng, hingga bebek goreng. Rasanya sedap saat disantap dengan nasi putih hangat, sambal, lalap, dan tambahan petai. Lokasi: Lesehan Terang Bulan, Jl. Margo Mulyo No.61, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Hari Kedua

Warung Brongkos Handayani

Photo source: njogja.co.id

Buka sejak pukul 08.00, Warung Brongkos Handayani bisa menjadi tempat sarapan saat sedang hunting kuliner Jogja yang autentik. Jaraknya hanya sekitar 2,5 km dari YATS Colony. Mungkin banyak di antara kalian yang belum familiar dengan hidangan ini. Brongkos sebenarnya masakan rumahan khas Jogja yang terbuat dari kacang tolo, telur, tahu, dan tetelan. Warnanya cokelat kehitaman karena diberi bumbu keluwak seperti rawon. Rasanya gurih karena terdapat campuran santan dan kuah kaldu. Lokasi: Warung Brongkos Handayani, Jl. Gading No.2, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

Tebing Breksi

Photo source: SpotUnik

Selesai mengisi perut, ini saatnya bertualang menuju Jogja bagian timur. Kami akan mengajak kalian ke Tebing Breksi. Untuk menuju ke sini, kita butuh sekitar 1 jam perjalanan. Awalnya, tempat wisata ini merupakan tambang kapur yang akhirnya tidak dijadikan tambang lagi karena setelah ditelusuri, kawasan ini merupakan bagian dari situs purba bersejarah yang wajib dilestarikan. Sejak saat itulah, Tebing Breksi dialihfungsikan sebagai tempat wisata. Dari jauh, tebing ini mungkin terlihat biasa saja. Tapi saat melihatnya lebih dekat, kalian akan menyadari kalau guratan pada tebing ini sangat artistik dan instagenic.

Abhayagiri Restaurant

Photo source: @abhyagirifood

Setelah kemarin seharian penuh makan makanan kaki lima, tak ada salahnya jika kali ini kita makan di restoran yang elegan. Tak jauh dari Tebing Breksi, sekitar 12 menit perjalanan, kalian bisa memuaskan lidah dengan makanan di Abhyagiri restaurant. Aneka makanan khas Indonesia atau Western bisa kalian nikmati di sini. Selain rasa makanannya yang bikin nagih, pemandangan yang kalian bisa saksikan di sini juga menakjubkan. Jika cuaca sedang cerah, kalian bisa melihat gunung merapi berdiri gagah dan terlihat cantik sekali. Saat malam tiba, atmosfer restoran ini berubah menjadi romantis dengan terangnya lampu kuning yang menghiasi sekeliling Abhayagiri. Lokasi: Abhayagiri Restaurant, Sumberwatu Heritage Resort RT.02/RW.01, Sumberwatu, Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Ratu Boko

Photo source: Airy Rooms Blog

Jika masih banyak waktu yang tersisa, kalian wajib mengunjungi Candi ratu Boko yang berjarak hanya 2 km dari Abhayagiri. Seperti yang kalian tahu, Candi Ratu Boko menjadi destinasi wisata yang naik daun setelah dijadikan tempat shooting film AADC 2. Pesona mistis yang cantik memang sulit untuk ditolak. Apalagi jika ke sini menjelang matahari terbenam. Kalian bisa menikmati golden hour yang indah di antara bangunan candi yang megah.

Sate Klatak Pak Pong

Photo source: neolimastrans

Setelah puas menghabiskan hari di Sleman, kini waktunya bertandang ke daerah Bantul sebelum kembali ke hotel. Perjalanan yang harus ditempuh selama sekitar 45 menit akan terbayar oleh kepuasan menyantap Sate Klatak Pak Pong di Bantul. Kuliner Jogja legendaris ini sebenarnya sangat sederhana. Sate ini terbuat dari daging kambing muda yang ditusuk bukan di tusukan bambu seperti sate umumnya, tetapi ditusuk di ruji sepeda. Konon, ruji yang terbuat dari besi bisa menghantarkan panas dengan baik sehingga daging bisa matang sempurna. Saat disajikan, sate ini tidak ditemani dengan saus kacang atau saus kecap, melainkan dengan kuah gulai yang sedap. Lokasi: Sate Klatak Pak Pong, Jl. Sultan Agung No.18, Jejeran II, Wonokromo, Kec. Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Warung Bu Ageng

Photo source: myfunfoodiary

Jika menurut kalian lokasi Sate Klatak Pak Pong terlalu jauh, kalian bisa mengunjungi Warung Bu Ageng yang berlokasi di tengah kota Yogyakarta untuk makan malam. Jika dilihat dari luar, bangunan Warung Bu Ageng terlihat seperti pendopo yang kental dengan budaya Jawa. Makanan yang disajikan tidak lain masakan rumahan, seperti Nasi Campur Ayam Bakar, Nasi Campur Terik Daging Sapi, Ayam Nylekit, dan masih banyak lagi. Lokasi: Warung Bu Ageng, Jl. Sultan Agung No.18, Jejeran II, Wonokromo, Kec. Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

The House Of Raminten

Photo source: @ramintenskitchen

Kelaparan di tengah malam, tak perlu bingung, kalian bisa mengunjungi The House of Raminten yang berjarak sekitar 5 km dari YATS Colony. Restoran ini buka 24 jam dan dipenuhi dengan menu kuliner Jogja kaki lima yang disajikan dengan gaya restoran. Salah satu menu andalannya adalah Sego Kucing. Menu ini tak disajikan di atas kertas nasi bungkus, melainkan di atas piring segitiga yang elegan. Meski begitu, harganya masih sopan di kantong. Lokasi: The House Of Raminten, Jl. Faridan M Noto No.7, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta.  

Hari Ketiga

Kelapa Resto at The Westlake Resort

Photo source: thewestlakejogja

Di hari ketiga ini, kalian bisa memulai hari dengan sarapan di Kelapa Resto at The Waste Lake yang terletak di utara YATS Colony. Perjalanan yang harus ditempuh sekitar 20 menit saja. Restoran ini seru banget karena bisa dijadikan sebagai tempat wisata juga. Bagaimana tidak, di dalamnya terdapat area memancing, danau yang indah, serta aliran sungai Bedog yang ikut menambah kecantikan restoran ini. Anak-anak juga akan puas naik perahu dan sepeda bebek ang tersedia di sana. Lokasi: Kelapa Resto at The Westlake Resort, Jalan Ringroad Barat Bedog, Baturan, Trihanggo, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Museum Ullen Sentalu

Photo source: intaninchan

Di hari terakhir ini, kami akan mengajak kalian untuk mengeksplor bagian utara Jogja. Selagi berlibur di Jogja, kalian harus mengunjungi Museum Ullen Sentalu yang terletak di kaki gunung Merapi. Perjalanannya memang cukup jauh, sekitar 45 menit dari kelapa Resto. Namun, saat kalian sampai di sana, semua letih lelah akan terbayar. Museum ini sering disebut sebagai museum terbaik di Indonesia. Bangunannya dibuat dalam konsep kontemporer, namun kental dengan suasana Jawa. Banyak karya seni yang bisa kalian nikmati saat mengunjungi museum tersebut. Dan pastinya, ada berbagai spot fotogenik juga yang bisa menjadi tempat untuk menyalurkan hasrat narsis kalian.

Joglo Pari Sewu

Photo source: Phinemo

Setelah seharian menghabiskan waktu di Museum Ullen Sentalu, kini waktunya untuk mengisi perut lagi. Tak perlu pergi ke pusat kota untuk menikmati kuliner Jogja yang enak. Dalam perjalanan ke kota, tepatnya di daerah Purwomartani, kalian bisa mampir di Joglo Pari Sewu dan menyantap makanan di sana. Tak heran jika restoran ini sangat hits di kalangan anak muda, lokasinya cukup unik karena berada di pinggir sungai. Kalian bahkan bisa menyantap makanan di atas floating boat yang mengapung di tengah sungai. Selain itu, terdapat pula fasilitas untuk terapi ikan dan rumah foto yang Instagramable. Lokasi: Joglo Pari Sewu, Bromonilan RT.008/RW.003, Bromonilan, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Mangut Lele Mbah Marto

Photo source: DetikFood

Spot kuliner Jogja yang satu ini memang terletak agak jauh dari titik perhentian kita yang terakhir. Kalian butuh 33 menit dari Joglo Pari Sewu untuk menuju Mangut Lele Mbah Marto. Ikan lele yang biasanya kita temukan dengan olahan sederhana, di tempat makan ini ikan lelenya dimasak dengan cara diasap. Tak cukup sampai di situ, ikan lele asap kemudian diberi campuran bumbu cabai merah segar dan kuah santan yang membuat cita rasanya maksimal. Lokasi: Mangut Lele Mbah Marto, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Kec. Sewon, Bantul.

Alun-Alun Kidul

Photo source: @separuhakulemak

Setelah kenyang makan lele mangut, kalian bisa menuju ke alun-alun kidul yang berjarak sekitar 6 km saja dari sana. Menghabiskan malam di alun-alun pasti akan menjadi momen yang tak terlupakan. Alun-alun yang sederhana berubah menjadi hingar bingar begitu malam tiba. Di sekeliling alun-alun, kalian bisa melihat deretan sepeda berbentuk mobil-mobilan yang dihiasi lampu neon warna-warni. Kita bisa menyewa sepeda ini untuk mengitari alun-alun. Jika malas mengayuh, kalian bisa menikmati keramaian di area lapangan. Tempatnya cukup luas sehingga pas dijadikan tempat bermain bubbles atau duduk-duduk santai.

Tempo Gelato

Photo source: citradeepa

Tidak jauh dari alun-alun kidul, sekitar 1,8 km ke arah selatan, terdapat gerai gelato paling hits di Yogyakarta, yaitu Tempo Gelato. Gerai yang terletak di kawasan hits Prawirotaman ini buka sampai pukul 11 malam. Jadi kalian bisa menyegarkan tubuh setelah menghabiskan energi di alun-alun, Bangunan Tempo Gelato sangat kekinian. Varian rasa gelatonya juga cukup lengkap, mulai dari caffe caramel, cinnamon, chocolate, Nutella, mint, dan masih banyak lagi. Lokasi: Tempo Gelato, Jl. Prawirotaman No.43, Brontokusuman, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Nanamia Pizzeria

Photo source: @nanamiapizzeria

Tak hanya kawasan Prawirotaman yang namanya melambung belakangan ini, tak jauh dari sana, ada daerah Tirtodipuran yang dipenuhi dengan deretan kafe hits, salah satunya adalah Nanamia Pizza. Restoran ini punya tempat yang sangat luas dengan konsep taman terbuka yang makin terlihat keren saat malam tiba. Kabarnya, Nanamia Pizzeria merupakan gerai pizza pertama di Jogja yang menyajikan pizza berkulit tipis. Selain menu pizza, kalian juga tak boleh melewatkan menu pasta, calzone, salad, panini, dan zuppe-nya yang tak kalah enak. Lokasi: Nanamia Pizzeria, Jl. Tirtodipuran No.1, Mantrijeron, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah siap untuk menjelajahi kuliner Jogja dan tempat wisata hitsnya? Yuk segera rencanakan untuk berlibur ke sana secepatnya!