Foodies Guide To F&B Industry

Photo by Tripcetera

Guide Seru Dua Hari Menikmati Kuliner Malang

September 11, 201911 min readTips & Tricks

Punya jatah cuti dan ingin melepas penat ke luar kota yang tenang, sejuk, dan masih alami? Jangan bingung, Malang bisa menjadi destinasi liburan yang seru, sambil mencicipi kuliner Malang yang enak-enak.

Kalau bicara tempat wisata di Malang, nggak usah ditanya. Ada begitu banyak titik yang bisa kalian jelajahi, mulai dari theme park, pegunungan, air terjun, tempat wisata dengan segudang selfie corner, hingga kampung warna warni yang lagi hits. Semua tempat tersebut tersebar di seantero Malang dan juga kota Batu yang tak jauh dari sana.

Kali ini kita secara khusus mau mengajak kalian untuk mengeksplor kuliner Malang. Ragam makanan di Malang sangat lezat, sehingga sayang untuk dilewatkan. Mau mencari makanan jadul yang sudah bertahan puluhan tahun hingga makanan yang lagi populer masa kini, bukanlah sesuatu hal yang mustahil di kota ini.

Berhubung lokasi Kota Malang diapit oleh Gunung Kawi, Gunung Arjuna, dan Gunung Semeru, suhu di kota ini cenderung dingin dibandingkan kota-kota metropolitan. Apalagi kalau kalian berlibur ke Malang sekitar bulan Mei sampai Agustus, suhunya kadang bisa mencapai 15°C lho. Kesejukannya secara otomatis akan membuat kamu jadi lebih doyan makan dan tidak keberatan untuk berkeliling untuk menikmati kuliner Malang.

Sudah siap mencicipi kuliner Malang? Lewat Nibble's Guide edisi Malang ini kalian akan tersesat dalam kelezatan setiap makanan khas Malang selama dua hari.

Hari Pertama

Hotel Unik di Malang: Djoglo Luxury Bungalow

Photo source: djoglo.co

Pilihan hotel sebenarnya tergantung pada budget kalian. Hotel dan guest house dari yang harganya murah meriah hingga sekelas bintang lima tersedia di Malang. Jika kalian mendambakan tempat tinggal yang nyaman, jauh dari hingar bingar, dan memiliki dekorasi modern dengan sentuhan tradisional, Djoglo Luxury Bungalow menjadi pilihan sempurna untuk menginap.

Memang, lokasi hotel di Malang ini tidak di tengah kota, tapi di zaman sekarang, pilihan moda transportasi untuk menjangkau setiap sudut kota bukanlah sesuatu hal yang sulit dicari, bukan?

Kalian tak akan menyesal saat menginap di sini. Begitu sampai, kalian akan dimanjakan dengan hamparan padang golf yang menjadi pemandangan utama Djoglo Luxury Bungalow. Sesuai dengan namanya, tempat menginap di sini berupa bungalow seperti djoglo yang adalah rumah tradisional khas Jawa.

Tapi jangan salah, meski kental dengan suasana tradisional karena seluruh bangunan dibangun menggunakan kayu jati, sentuhan modern pada desain interiornya akan membuat kalian terkesan. Ukuran kamarnya bisa ditinggali untuk 4 orang sekaligus. Kamar mandinya sangat luas. Bahkan, di tipe kamar tertentu juga disediakan jacuzzi dan kolam renang pribadi lho. Cocok sekali untuk kalian yang mau liburan keluarga atau bareng teman-teman.

Djoglo Luxury Bungalow, Jl. Raya Greenwood Golf No.100, Tirtomoyo, Kec. Pakis, Malang. Telp. (0341) 3039999.

Kuliner Tradisional Malang yang Mewah: Djati Lounge

Photo source: Malang Guidance

Walaupun lokasi Djoglo Luxury Bungalow berada di dalam perumahan, kalian tak perlu khawatir masalah makanan. Berdampingan dengan hotel ini, terdapat Djati Lounge yang merupakan restoran mewah berkonsep tradisional. Buka cukup pagi, jam 8.00 sehingga bisa menjadi tempat sarapan yang cocok.

Sama seperti konsep hotel, Djati Lounge dibangun dengan kayu jati yang kokoh dan memiliki kesan elegan. Di bagian belakang restoran ini terdapat area pool view di mana kita bisa menikmati udara segar dan pemandangan serba hijau dari lapangan golf.

Makanan yang ditawarkan sebagian besar merupakan hidangan Western dan ada beberapa pilihan makanan tradisional. Meski kesannya mewah, sebenarnya harga makanan di Djati Lounge tidak selangit. Misalnya saja, seporsi Grilled Prime Sirloin di sini hanya dibanderol seharga Rp150.000 saja. Sedangkan menu termahal di restoran ini adalah Djati Special Kobe Beef seharga Rp750.000.

Djati Lounge, Jl. Greenwood Golf Mansion No. 49, Araya, Malang. Telp. (0341) 3039888.

  

Lunch di Tengah Hamparan Sawah: Taman Indie Resto

Photo source: arayagolf

Setelah sarapan di Djati Lounge dan menghabiskan pagi hari sampai menjelang siang dengan menikmati fasilitas hotel, kini waktunya untuk mencari tempat makan siang.  Masih di komplek perumahan Araya, kalian bisa mampir Taman Indie Resto untuk menyantap makanan tradisional sambil ditemani semilir angin di bale-bale yang ditempatkan di pinggir sungai.

Ya, senatural itu sensasi yang akan kalian rasakan di Taman Indie Resto. Terdapat bale alias saung yang menghadap hamparan sawah. Di pinggirnya terdapat aliran sungai, cukup bersih untuk dinikmati.

Pengalaman makan di sana semakin sempurna dengan menu Indonesia seperti Nasi Bakar atau Nasi Gudeg yang disajikan di atas piring beralaskan daun pisang.

Taman Indie Resto, Jl. Araya Megah No.9, Pandanwangi, Kota Malang. Telp (0341) 417777.

Berburu Bakso Khas Malang: Bakso Trowulan

Photo source: idntimes

Sambil menunggu makan malam tiba, perut pasti berteriak untuk minta diisi lagi di tengah dinginnya Kota Malang. Ini saatnya untuk berburu bakso khas Malang yang kelezatannya sudah menggema se-Indonesia. Yang membuat bakso Malang berbeda dengan bakso lainnya adalah adanya menu pendamping bakso seperti bakso goreng, bakwan, paru goreng, dan masih banyak lagi.

Kalian harus mampir di Bakso Trowulan. Lokasinya hanya sekitar 6 km dari Djoglo Luxury Bungalow. Tak hanya menyediakan bakso kuah pada umumnya, Bakso Trowulan juga andal menyajikan bakso bakar istimewa yang bisa membuat lidah bergoyang.

Pecinta pedas bisa memesan bakso bakar dengan bumbu yang pedasnya bikin keringatan. Sedangkan untuk bakso kuah, sistem makannya seperti prasmanan. Kalian bisa mengambil sendiri jumlah bakso, gorengan, dan pelengkap lainnya sesuai selera. Semua yang kalian ambil kemudian akan dihitung di kasir. Jadi, jangan kalap ya!

Bakso Trowulan, Jl. C.Trowulan No.65, Mojolangu, Kota Malang. Telp. (0341) 492330.

Singgah Sejenak di Kampung Warna Warni Jodipan

Photo source: prelo

Setelah mengisi perut sampai kenyang dengan bakso, kini waktunya pergi ke tengah Kota Malang. Ada kawasan wisata yang sedang naik daun, yaitu Kampung Warna Warni Jodipan. Sebelum terkenal, wilayah ini sebenarnya merupakan perkampungan yang cukup kumuh.

Dengan bantuan masyarakat dan pihak swasta, kampung ini kemudian disulap menjadi Kampung Warna Warni. Seluruh dinding rumah di kampung ini berubah dicat dengan warna-warna cerah yang terlihat Instagramable jika dijadikan background foto.

Bahkan di area ini ada atraksi menarik, seperti jembatan kaca yang menjadi penghubung antara Kampung Jodipan dan Kampung Tridi.

Kampung Warna Warni Jodipan, Jodipan, Kec. Blimbing, Kota Malang.

Bernostalgia dengan Soto Ayam Lombok

Photo source: aremafood

Setelah mengelilingi Jodipan, energi pun butuh diisi kembali dengan ragam kuliner Malang. Tak jauh dari kawasan tersebut, sekitar 10 menit saja berkendara dengan mobil, kalian bisa menikmati Soto Ayam Lombok yang sudah berdiri sejak tahun 1955.

Nama Soto Ayam Lombok bukan berarti soto yang dijual merupakan makanan khas Lombok, tapi karena lokasinya berada di jalan Lombok. Soto yang ditawarkan berupa Soto Ambengan khas Jawa Timur, lengkap dengan isi telur rebus, kol, taoge, kentang, dan daging ayam kampung. Di atasnya terdapat taburan koya yang membuat kuahnya semakin kental. Kalau rasanya mau lebih gurih lagi, kalian bisa memesan jeroan sebagai isian sotonya.

Soto Ayam Lombok, Jl. Lombok No.1, Kasin, Kota Malang. Telp. (0341) 366226.

 

Menikmati Kuliner Malam Malang di Puthu Lanang

Photo source: @jogjabikinlaper

Di tengah perjalanan kembali dari Soto Ayam Lombok ke Djoglo Luxury Bungalow, tak ada salahnya untuk merasakan sensasi berburu kuliner malam Malang. Di pinggir jalan Jaksa Agung Suprapto, kalian mungkin akan memperhatikan adanya sebuah warung yang dikerumuni oleh orang banyak. Warung tersebut adalah Puthu Lanang.

Penampilan warung makannya sangat sederhana, tapi namanya melegenda karena sudah dikenal sejak tahun 1935. Camilan yang disajikan juga tak kalah sederhana, hanya berupa putu, klepon, dan cenil. Tapi antrean orang-orang yang berminat untuk membeli sangat panjang.

Banyak orang yang mengagumi rasa putu di sini. Pujian kerap datang karena meski berada di kaki lima, putu yang disajikan sangat bersih, rasanya enak, dan gula aren yang menjadi isian putu terasa alami tanpa tambahan bahan lain.

Harganya pun murah, hanya Rp10.000 untuk satu porsi kue putu. Tapi kalau mau mampir harus cepat-cepat datang karena tempat makan ini hanya buka dari jam 17.30 hingga 21.30 saja.

Puthu Lanang, Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 73, Klojen, Malang. Telp. (0341) 4345100.

Hari Kedua: Wisata Kuliner Malang di Pasar Besar

Wisata kuliner Malang tak akan lengkap tanpa mencicipi makanan dari restoran-restoran jaman dulu yang masih bertahan sampai sekarang. Adalah Pasar Besar, area yang berada di jantung Kota Malang ini menyimpan beberapa tempat makan berumur puluhan tahun. Tak akan cukup waktu satu hari untuk mengelilingi area ini, tapi kami sudah merangkum beberapa tempat terbaik yang harus kalian singgahi. Simak yuk!

 

Rawon Nguling yang Legendaris

Photo source: Yudha's Blog

Jika bosan dengan menu sarapan di hotel, kalian bisa melarikan diri ke Rawon Nguling yang sudah buka sejak pukul 7 pagi. Nama besar tempat makan yang sudah eksis dari tahun 1983 ini sangat populer. Banyak orang terkenal dan tokoh-tokoh penting yang mampir untuk menikmati kelezatan Rawon Nguling.

Bisa ditebak, menu favorit di tempat makan ini sudah pasti Nasi Rawon. Resep rawonnya masih asli tanpa modifikasi dari generasi pertama sampai sekarang. Biasanya kuah rawon yang sudah menginap terasa sangat asin di hari-hari berikutnya. Tapi di Rawon Nguling, kuahnya selalu terasa segar dan pas gurihnya. Dagingnya pun empuk dan ukurannya cukup besar.

Sambil menikmati rawon, lengkapi pula makanan lezat tersebut dengan ragam lauk pauk yang tersedia. Mulai dari tempe, mendol, perkedel, hingga pepes tahu.

Rawon Nguling, Jalan Zainul Arifin No.62, Klojen, Kota Malang. Telp. (0341) 324684.

Mengelilingi daerah Pasar Besar

Photo source: Ulinulin

Setelah kenyang, buat kalian yang suka belanja bisa meneruskan petualangan di dalam Pasar Besar yang tak jauh dari Rawon Nguling. Sebagian besar toko yang buka di sana menjual pakaian murah meriah khas pasar, peralatan rumah tangga, dan juga mainan anak.

Di kawasan tersebut juga ada klenteng terbesar dan tertua di Malang yang sudah berdiri sejak tahun 1825. Ini bisa menjadi destinasi wisata napak tilas sejarah yang menyenangkan.

Kenyang di Warung Lama H. Ridwan

Photo source: @sbykulinerinfo

Puas mengelilingi daerah Pasar Besar, kini waktunya untuk makan siang. Masuklah ke dalam Pasar Besar dan cari Warung Lama H. Ridwan. Warung makan ini sudah terkenal sejak tahun 1925. Tempatnya seperti warteg, di mana kita bisa memilih lauk dan sayur yang dipajang di depan warung.

Banyak orang yang memesan sate komoh di sini. Kuliner Malang yang satu ini memang tak ada duanya. Sate komoh berbeda dengan sate ayam karena dibuat dari daging sapi yang dimasak dengan bumbu rempah bercita rasa pedas.

Warung Lama H. Ridwan, Pasar Besar Malang Lantai Dasar Unit B15 -16, Klojen, Malang. Telp. (0341) 362673.

Bersantai di Alun Alun Malang

Photo source: Malang Strudel

Bergeser sedikit dari area Pasar Besar, kalian bisa menghabiskan siang di alun-alun Malang. Alun-alun rakyat yang dibangun sejak masa penjajahan Belanda ini selalu ramai. Pepohonan di tengah alun-alun membuat tempat ini sangat sejuk. Tak heran banyak orang yang menggelar tikar sambil mengobrol dan menikmati suasana yang sejuk di tengah kota.

Sambil bersantai, sesekali kalian bisa melihat burung merpati beterbangan bebas ke sana ke mari. Ternyata di alun-alun ini memang terdapat beberapa spot kandang merpati. Tak hanya itu, di jam-jam tertentu, kamu juga bisa menikmati pertunjukan air mancur menari yang menarik perhatian.

Jika kalian berlibur bersama anak-anak, ada area playground yang cukup luas di dalam alun-alun dengan isi mainan yang beragam, dan bisa membuat anak-anak betah untuk menghabiskan waktu di sana.

Mencicipi Es Krim Jadul di Toko Oen

Photo source: @ayielluna

Menghabiskan waktu di alun-alun pasti akan membuat kalian merasakan dahaga. Tak jauh dari alun-alun, sekitar 160 m saja, kalian bisa menemukan sebuah toko ice cream jadul bernama Toko Oen.

Bentuk bangunan yang digunakan masih sama seperti pertama kali Toko Oen berdiri di tahun 1930. Bahkan di dalamnya, masih ada spanduk berbahasa Belanda yang bikin para tamu penasaran dengan artinya.

Kalian bisa menikmati menu-menu masakan tradisional atau Western saat berada di sini. Ada satu menu yang tak boleh dilewatkan, yaitu Old Fashioned Ice Cream yang membuat nama Toko Oen melegenda. Ice creamnya sangat istimewa, varian rasanya ada coklat, strawberry, vanilla, mocca, dan juga gula jawa. Semua terasa natural dan kabarnya tak mengandung bahan pengawet sedikitpun.

Toko Oen, Jl. Jenderal Basuki Rahmat No.5, Klojen, Kota Malang. Telp. (0341) 364052.

Depot Mie Gajah Mada

Photo source: @nik_lia

Ketika malam tiba, berjalanlah sedikit dari Toko Oen ke Depot Mie Gajah Mada. Jaraknya sekitar 700m saja. Umur depot ini tak kalah tua dengan tempat makan yang sudah kita sebutkan di atas. Orang-orang Malang sudah mengenalnya sejak tahun 1970-an.

Ukuran depotnya tidak terlalu besar, tapi kesan vintage akan langsung terasa begitu kalian masuk ke dalamnya. Menu andalan depot ini adalah Mie Ayam Jamur. Keautentikan rasanya patut dapat acungan jempol. Terdapat selembar daun selada, potongan jamur kancing, suwiran daging ayam, siomay basah, dan taburan bawang goreng yang melengkapi sajian mie yang bertekstur lembut. Harganya tidak mahal, tapi porsinya bikin kenyang.

Depot Mie Gajah Mada, Jl. Pasar Besar No.17 A, Klojen, Kota Malang, Telp. (0341) 362171.

Menghangatkan Tubuh di Ronde Titoni

Photo source: @urukyu

Sebelum kembali ke hotel, mampirlah sejenak di Ronde Titoni. Jaraknya hanya 650 m dari Depot Mie Gajah Mada. Namun perlu diingat, kedai ini hanya buka di malam hari saja, dari jam 6 sore hingga jam 12 malam.

Buat kalian yang masih asing dengan ronde, ini merupakan minuman warisan kuliner China yang punya kemiripan dengan sekoteng. Warung ronde ini sudah ada sejak tahun 1948 lho. Meski sudah tua, antreannya selalu panjang setiap malam.

Di sini mereka hanya menawarkan menu wedang ronde dan angsle. Dalam semangkuk wedang ronde, terdapat air jahe yang akan membuat tenggorokan dan perut terasa hangat, bulatan tepung beras yang berisi gula merah, dan kacang. Sedangkan angsle cocok untuk kalian yang suka manis karena kuahnya berasal dari santan.

Sambil meneguk wedang ronde atau angsle, jangan lupa juga untuk memesan roti goreng dan cakwe yang juga disediakan di sana sebagai kudapan.

Ronde Titoni, Jl. Zainul Arifin No.17, Klojen, Kota Malang. Telp. (0341) 808292. 

Lengkap banget kan sajian kuliner Malang yang bisa kalian cicipi? Itu tadi hanya sebagian saja. Selain tempat-tempat makan di atas, masih banyak lagi restoran yang akan memanjakan kalian dengan hidangan yang khas dan enak. Gimana, jadi liburan ke Malang?

Related Articles

Connect with Nibble