Foodies Guide To F&B Industry

Sadisnya Proses di Balik Hidangan Prancis Foie Gras

March 15, 20203 min readInside Stories

Pernah dengar tentang foie gras? Hidangan andalan khas Prancis ini terkenal banget sampai ke berbagai penjuru dunia. Wajar, selain mewah dan lezat, sajian ini populer karena kontroversinya. Begitu kontroversialnya, bahkan gak sedikit negara yang menerapkan denda besar buat mereka yang menikmatinya.

Foie gras adalah kuliner khas Prancis dari hati angsa yang sudah ada sejak dulu. Cita rasanya yang gurih membuat makanan ini selalu jadi menu “delicacy” di resto atau hotel bintang lima. Harganya pun terbilang mahal. Sayangnya, proses yang gak etis dan manusiawi di baliknya membuat makanan ini ditentang keras. Hmm... Kira-kira kenapa ya?

Sadisnya Proses di Balik Sajian Lezat Foie Gras

Saat sudah tersaji di atas meja, sekilas memang gak ada yang aneh dari hidangan khas Prancis ini. Rasanya yang lezat dijamin pasti bakal bikin siapa pun ketagihan. Namun, siapa sangka kalau di balik pembuatannya terdapat unsur penyiksaan hewan alias animal cruelty?

Foie gras dalam bahasa Prancis sendiri artinya hati yang berselimut lemak. Dalam peternakan, si angsa-angsa ini memang dipaksa terus makan biji-bijian dan lemak melebihi kebutuhannya. Pemberian makanan ini dilakukan lewat selang khusus. Proses inilah yang dinamakan “gavage”.

Gavage ini bertujuan untuk menghasilkan hati angsa yang penuh lemak, jadi cita rasanya akan sangat gurih. Makin berlemak dan gurih foie gras, makin mahal harganya. Nah, proses semacam ini dianggap bentuk penyiksaan terhadap hewan, lho.

Gavage akan membuat perut angsa menjadi kembung. Hati yang membengkak juga bakal bikin mereka kesusahan berjalan. Ada juga yang sampai mengalami patah kaki karena kelebihan berat badan. Gak jarang juga mereka stres sampai menyerang satu sama lain.

Ngeri banget, kan? Makanya gak heran kalau makanan ini di-banned di banyak negara. Tak sedikit juga orang atau aktivis pencinta hewan yang mengadakan kampanye khusus untuk menghentikan “produksi” kuliner ekstrem yang satu ini.

Negara-Negara yang Mencekal Foie Gras

Pencekalan terhadap konsumsi kuliner ini ternyata bukan isapan jempol belaka, lho. Setidaknya ada 16 negara atau kota yang memberlakukan denda besar kepada distributor atau konsumen foie gras di wilayahnya. Ini dia beberapa di antaranya!

  1. India

India merupakan negara pertama yang memberlakukan larangan impor sekaligus produksi foie gras, lho. Aturan ini diberlakukan mulai 2014 setelah pemerintah setempat mendapat dukungan dari Animal Equality, organisasi yang memperjuangkan kesejahteraan hewan yang berbasis di Inggris.

  1. New York

Jangan coba-coba makan atau bahkan ternak foie gras di New York kalau gak mau kena denda super gede. Sebab mulai 2022 mendatang, pemerintah setempat bakal membebankan denda sebesar $500 hingg $2.000 untuk setiap pelanggaran yang berkaitan dengan konsumsi foie gras, lho!

  1. Inggris Raya (UK)

Kerajaan Inggris Raya (UK) juga termasuk negara yang melarang kuliner ekstrem ini. Aturan ini sudah ada sejak tahun 2006. Meski begitu, negara ini masih membolehkan impor hati angsa dari Prancis ini.

  1. Belanda

Negara lain yang juga melarang produksi hati angsa berlemak adalah Belanda. Namun, praktik impor hati angsa masih berlaku di sini meskipun ditentang banyak kalangan.

Selain keempat negara di atas, foie gras juga dilarang produksinya di Italia, Israel, Irlandia, Norwegia, Luxemburg, Swedia, Polandia, Swiss, Argentina, Republik Ceko, Jerman, Denmark, serta Finlandia.

Nah, kalau kalian sendiri gimana nih? Masihkah mau mengonsumsi setelah tahu proses di baliknya? Kalau kalian tetap penasaran mau icip-icip, di Jakarta ada kok beberapa restoran yang menyediakan menu hati angsa khas Prancis tersebut. Cek rekomendasi dari Nibble di sini, ya!

Related Articles

Connect with Nibble