Pernah dengar tentang foie gras? Hidangan andalan khas Prancis ini terkenal banget sampai ke berbagai penjuru dunia. Wajar, selain mewah dan lezat, sajian ini populer karena kontroversinya. Begitu kontroversialnya, bahkan gak sedikit negara yang menerapkan denda besar buat mereka yang menikmatinya.
Foie gras adalah kuliner khas Prancis dari hati angsa yang sudah ada sejak dulu. Cita rasanya yang gurih membuat makanan ini selalu jadi menu “delicacy” di resto atau hotel bintang lima. Harganya pun terbilang mahal. Sayangnya, proses yang gak etis dan manusiawi di baliknya membuat makanan ini ditentang keras. Hmm... Kira-kira kenapa ya?
Gavage ini bertujuan untuk menghasilkan hati angsa yang penuh lemak, jadi cita rasanya akan sangat gurih. Makin berlemak dan gurih foie gras, makin mahal harganya. Nah, proses semacam ini dianggap bentuk penyiksaan terhadap hewan, lho.
Gavage akan membuat perut angsa menjadi kembung. Hati yang membengkak juga bakal bikin mereka kesusahan berjalan. Ada juga yang sampai mengalami patah kaki karena kelebihan berat badan. Gak jarang juga mereka stres sampai menyerang satu sama lain.
Ngeri banget, kan? Makanya gak heran kalau makanan ini di-banned di banyak negara. Tak sedikit juga orang atau aktivis pencinta hewan yang mengadakan kampanye khusus untuk menghentikan “produksi” kuliner ekstrem yang satu ini.
Sadisnya Proses di Balik Sajian Lezat Foie Gras
Saat sudah tersaji di atas meja, sekilas memang gak ada yang aneh dari hidangan khas Prancis ini. Rasanya yang lezat dijamin pasti bakal bikin siapa pun ketagihan. Namun, siapa sangka kalau di balik pembuatannya terdapat unsur penyiksaan hewan alias animal cruelty? Foie gras dalam bahasa Prancis sendiri artinya hati yang berselimut lemak. Dalam peternakan, si angsa-angsa ini memang dipaksa terus makan biji-bijian dan lemak melebihi kebutuhannya. Pemberian makanan ini dilakukan lewat selang khusus. Proses inilah yang dinamakan “gavage”.
Gavage ini bertujuan untuk menghasilkan hati angsa yang penuh lemak, jadi cita rasanya akan sangat gurih. Makin berlemak dan gurih foie gras, makin mahal harganya. Nah, proses semacam ini dianggap bentuk penyiksaan terhadap hewan, lho.
Gavage akan membuat perut angsa menjadi kembung. Hati yang membengkak juga bakal bikin mereka kesusahan berjalan. Ada juga yang sampai mengalami patah kaki karena kelebihan berat badan. Gak jarang juga mereka stres sampai menyerang satu sama lain.
Ngeri banget, kan? Makanya gak heran kalau makanan ini di-banned di banyak negara. Tak sedikit juga orang atau aktivis pencinta hewan yang mengadakan kampanye khusus untuk menghentikan “produksi” kuliner ekstrem yang satu ini.
Negara-Negara yang Mencekal Foie Gras
Pencekalan terhadap konsumsi kuliner ini ternyata bukan isapan jempol belaka, lho. Setidaknya ada 16 negara atau kota yang memberlakukan denda besar kepada distributor atau konsumen foie gras di wilayahnya. Ini dia beberapa di antaranya!
-
India
-
New York
-
Inggris Raya (UK)
-
Belanda