Kalian yang hobi bereksperimen di dapur mungkin sudah gak asing lagi dengan heavy cream. Krim yang satu ini biasanya dipakai saat membuat sup, saus, atau dijadikan sebagai topping untuk dessert. Selain heavy, ada juga lho yang dinamakan whip cream atau whipping cream.
Karena tekstur dan tampilannya agak mirip, keduanya sering disalah-artikan. Padahal dua-duanya adalah bahan yang berbeda. Nah, biar gak salah lagi, yuk simak apa aja sih perbedaan dari keduanya seperti yang dilansir dari All Recipes berikut.
Image: Pixabay
-
Kandungan lemak
-
Perbedaan tekstur dan cita rasa
Image: Pixabay
-
Penggunaan Saat Memasak
Heavy dan Whipping Cream. Pilih Mana?
Dengan beberapa perbedaan yang gak cukup jauh, sampai sini kamu mungkin masih bingung. Lebih baik beli yang mana sih, heavy atau whipping cream? Toh keduanya sama-sama mirip, baik secara tampilan maupun fungsi? Jawabannya tentu balik lagi ke kebutuhan masing-masing ya. Tapi, buat kalian yang ingin cari yang paling praktis dan serbaguna, Nibble lebih menyarankan untuk memakai heavy cream karena sifatnya yang lebih fleksibel—baik untuk memasak ataupun membuat kue.
Image: Pixabay
Dari segi fungsi, bisa dibilang krim heavy lebih serbaguna daripada whipping cream. Selain itu, krim heavy juga lebih gampang dicari di supermarket. Adapun dari segi nutrisi, hampir gak ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya.Tips Menyimpan Krim Kocok Sisa Baking
Usai memasak atau membuat kue, biasanya masih ada sisa krim kocok (whipped cream) yang gak terpakai. Daripada dibiarkan sampai basi atau terbuang percuma, lebih baik simpan supaya bisa dipakai lagi kapan-kapan. Untuk menyimpannya, pastikan kamu menaruhnya di wadah khusus yang kedap udara. Kamu bisa menggunakan lunch box dari plastik yang bisa ditutup rapat.
Image: Pixabay
Selanjutnya, letakkan krim ke area paling belakang kulkas supaya suhu tetap terjaga. Suhu ini akan sangat memengaruhi tekstur dan konsistensi krim, lho. Jadi pastikan kamu gak bolak-balik mengeluarkan atau memindah-mindahkannya, ya! Krim kocok yang sudah disimpan dalam kulkas bisa bertahan selama 5-7 hari. Lebih dari itu, tekstur biasanya akan berubah. Dan ini pastinya akan memengaruhi hasil akhir masakanmu, kan?