Reviews

Kenyangnya Sarapan di Bubur Ayam Cikini H.R. Suleman

by Rendi Widodo | March 12, 2020

Kenyangnya Sarapan di Bubur Ayam Cikini H.R. Suleman
Bicara bubur ayam tentu di Jakarta banyak sekali jagoannya, tapi kali ini kita tertarik untuk menikmati salah satu bubur terenak yang pernah dimiliki ibu kota. Bubur Ayam Cikini H.R. Suleman menjadi satu target yang penting jika kalian ingin bicara bubur di Jakarta. Bubur ayam yang sudah sangat dikenal dengan sebutan Burcik ini adalah kedai bubur ayam yang sudah sangat lama berada di Cikini. Burcik pertama kali berdiri pada tahun 1982 oleh H.R. Suleman yang merupakan perantau asli dari Cirebon. Memulai semuanya dengan dengan gerobak kaki lima, konsistensi Bubur Ayam Cikini membuat usaha ini terus bertahan hingga menerus ke beberapa generasi. bubur ayam cikini Sekarang kita bisa melihat bubur ayam legendaries ini bertahan kokoh di Jl. Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasinya yang ada di sudut sebuah pertigaan membuat Burcik mudah ditemukan. Seperti apa pengalaman kami sarapan di Bubur Ayam Cikini?

Ambiance

Suasana yang ditawarkan Burcik memang tidak muluk-muluk. Sederhana khas dengan kedai-kedai bubur mapan pada umumnya. Pilihan mejanya cukup banyak dan kami suka dengan penempatan bangku yang cukup dekat dengan trotoar. Hal ini membuat suasana makan buburnya terasa autentik seperti makan bubur di kaki lima. Dekat dengan orang-orang yang berlalu lalang di trotoar bisa jadi merupakan strategi untuk memudahkan pelari pagi tergoda menyantap bubur saat melintas. Satu yang menjadi perhatian adalah kondisi meja yang terasa agak lengket walau terlihat bersih. Hal ini mungkin disebabkan pembersihan meja yang menggunakan lap basah.

Gurihnya si Bubur Telur

Kalau pilihan menunya hanya ada dua pilihan, bubur biasa dan bubur telur ayam kampung. Nah kami lebih tertarik untuk mencoba yang bubur telur ayam kampung karena memang bubur ini yang banyak direkomendasikan. Tambahannya ada sate ati ampela yang tentunya sangat pas untuk menemani santap bubur ini. bubur ayam cikini Untuk topping yang diberikan pada seporsi bubur ayam telur adalah cakwe, emping, daging ayam suir, tungcai, dan tentunya telur ayam kampung mentah. Harganya Rp27.500 untuk satu porsinya dan Rp17.600 jika kalian memilih setengah porsi. FYI, satu porsi bubur ayam di sini lumayan banyak loh untuk sarapan. Sate ati ampelanya dihargai Rp7.000 per tusuk dengan potongan-potongan yang cukup besar. Rasa buburnya khas dengan bubur ayam pada umumnya. Campuran telur ayam kampungnya memberikan sensasi gurih yang menyenangkan. Sensasi asin yang hadir dari tungcai sedikit memberikan warna kuliner China pada bubur yang asli Cirebon ini. Sate ati ampelanya enak dan jika kalian makan satu porsi bubur setidaknya butuh dua sate untuk menemani sampai selesai.

Rekomendasi Kami

Mencoba Bubur Ayam Cikini H.R. Suleman memberikan kepuasan yang luar biasa karena porsinya yang banyak. Butuh usaha ekstra untuk menghabiskan seporsinya karena itu selalu ada pilihan setengah porsi untuk siapa saja yang tidak kuat makan banyak. Rekomendasi tertinggi kami jatuh kepada bubur ayam telurnya. Kehadiran telur ayam kampung mentah ini menjadi perbedaan besar antara Bubur Ayam Cikini dengan bubur ayam biasa. Tertarik mencoba salah satu bubur ayam legendaris di Jakarta ini? Kalian bisa sekali-sekali coba lari pagi dari Monas menuju Jl. Cikini Raya No. 121, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.