News & Trends

Viral Nasi Minyak di Surabaya, Enak Sih, Tapi Berisiko!

by Anindita Budhi | January 25, 2023

Viral Nasi Minyak di Surabaya, Enak Sih, Tapi Berisiko!

Beberapa hari belakangan netizen rame-rame mengomentari soal nasi minyak viral di Surabaya. Unggahan akun @txtdrkuliner menayangkan video @tiktok_kulineran berisi ayam, bebek, dan jeroan yang digoreng dalam minyak panas berwarna kehitaman. 

Nggak sampai di situ aja, minyak juga diguyur ke sambal dan bumbu hitam yang jadi pelengkap makan bebek goreng. Belum lagi potongan kol yang juga digoreng di minyak tersebut.

Menurut sang empunya akun, minyak itulah yang bikin semua komponen dalam hidangan tersebut makin gurih. Bahkan, bebek goreng gerobakan itu kerap dipenuhi antrean pembeli yang penasaran ingin mencicipinya. 

Tapi melihat guyuran minyak dan menu serba digoreng dalam seporsi nasi penyetan ini bikin kita bertanya-tanya: seberapa sehat makanan ini?

Di Mana Sih Nasi Minyak Viral?

Nasi minyak viral dialamatkan pada Nasi Minyak Bebek Ayam Goreng di Jalan Mojopahit No. 26, Keputran, Tegalsari, Surabaya. Sebetulnya nama gerobakan yang menjual kuliner Surabaya Nasi Minyak ini beragam, nggak ada nama tetap yang diusung sang empunya. 

Orang-orang menyebutnya macam-macam, ada yang bilang Bebek Goreng Dinoyo, Bebek Goreng WM, atau Bebek Goreng BRI. Nama Nasi Minyak baru disematkan belakangan, tetapi populer berkat unggahan video di Tiktok tersebut.

Menu yang disajikan juga sederhana, termasuk Sego Bebek Minyak alias nasi dengan bebek goreng, bumbu hitam, sambal, dan lalapan. Kehadiran kol goreng menjadi pembeda sebab lalapan ini jarang dijumpai di tempat yang menjual penyetan. 

Tersedia juga ayam goreng dan aneka sate jeroan yang sama-sama diungkep bumbu kuning seperti bebek. Umumnya, setiap potongan bebek atau ayam akan digoreng dadakan begitu pesanan masuk. 

Semua lauk digoreng dengan minyak sama, tak heran jika minyak tampak kehitaman seperti minyak jelantah yang udah dipakai menggoreng berulang kali. Namun, hatimu bakal berdebar kencang saat melihat guyuran minyak bekas menggoreng bebek dituangkan ke sambal dan bumbu bebek. Say hello to cholesterol!

Photo source: Christian Ardy

Benarkah Pakai Minyak Jelantah?

Dilansir dari detik.com, sang penjual menyatakan minyak yang dipakai  bukan minyak goreng biasa, melainkan minyak bebek. Proses memperoleh minyak itu dihasilkan melalui kukusan bebek sebelum bebek digoreng. Bebek yang dikukus akan mengeluarkan minyak yang kemudian disisihkan lebih dulu. 

Jika dilihat sekilas, minyak bebek ini mirip minyak goreng kelapa. Namun, warna minyak bebek jauh lebih gelap dan terlihat lebih kental. Minyak inilah yang digunakan untuk menggoreng semua lauk. Plus mengguyur sambal dan bumbu hitam untuk rnenambah kelezatannya. Minyak bekas menggoreng lama kelamaan akan menghitam. 

Sekalipun minyak di penggorengan sudah menghitam, tetapi minyak goreng dipakai memasak semua lauk. Bahkan, walau minyak di penggorengan udah habis, minyak bebek akan ditambahkan tanpa mengganti yang lama. 

Terlepas dari kontroversinya, nasi minyak viral ini selalu dicari para penyuka penyetan ayam dan bebek se-Surabaya. Dalam sehari, nasi minyak viral ini rata-rata mampu menjual 240 porsi atau sekitar 30 ekor ayam dan bebek. 

Buka setiap hari pukul 19.00 – 02.000, seporsi nasi bebek atau nasi ayam dibanderol Rp20 ribu aja. Bahkan, lauk aja tanpa nasi cuma dihargai Rp15.000 per porsi. Murah banget nget nget! 

Photo source: Hana Farida

Risiko Menggoreng dengan Minyak Jelantah

Nasi minyak viral ini sontak mengundang kontroversi. Netizen mengkhawatirkan bahaya yang mengintai di balik guyuran minyak goreng kehitaman ke bumbu serta sambal. Apalagi, minyak yang dipakai menggoreng lauk pun dipanaskan berulang kali alih-alih diganti minyak baru.

Minyak jelantah atau minyak bekas pakai yang dipanaskan berkali-kali berisiko buruk bagi kesehatan jika sering dikonsumsi. Berbagai penelitian menyebutkan, minyak yang dipanaskan kembali bisa melepaskan zat beracun dan membuat kandungan radikal bebas di dalamnya meningkat, apalagi jika minyak dipakai terus menerus sampai berubah warna. 

Batas pemanasan minyak goreng atau minyak apapun yang aman adalah sekitar tiga kali pemakaian. Walau warnanya masih terlihat kuning keemasan, jika sudah dipakai lebih dari tiga kali bisa mendorong pembentukan lemak trans.

Melansir Halodoc, terlalu sering menyantap makanan yang digoreng dengan minyak jelantah bisa meningkatkan risiko kesehatan berikut ini:

  • Kadar kolesterol jahat dalam tubuh
  • Tekanan darah tinggi
  • Risiko kanker
  • Obesitas
  • Penyakit degeneratif seperti Parkinson dan Alzheimer.

Photo source: Hendy Sanjaya

Nasi Minyak Viral: Yay or Nay?

Gimana menanggapi kuliner viral di TikTok ini: yay or nay? Kembali lagi ke keputusan kamu sih, mau atau nggak menyantap hidangan ini. Toh masih ada alternatif nasi penyetan lain yang penggunaan minyaknya nggak seheboh nasi minyak viral ini. 

Makan enak boleh sering-sering, tetapi jangan sampai memilih makanan yang berisiko tinggi pada kesehatan tubuh kita sendiri. Tentu kita ingin tubuh tetap sehat supaya bisa terus menikmati berbagai makanan enak yang bikin perut kenyang dan hati pun senang. 

Jadi, seberapa penasaran kamu untuk cobain Nasi Minyak Viral?

Photo source: Hana Farida