Inside Story

Sejarah Nastar yang Selalu Jadi Primadona Saat Hari Raya

by Anindita Budhi | April 18, 2023

Sejarah Nastar yang Selalu Jadi Primadona Saat Hari Raya

Siapa yang suka ngincer nastar saat melihat deretan kue kering di meja tamu? 

Ya, nastar selalu hadir di setiap rumah saat Lebaran tiba. Kue bulat berisi selai nanas ini memang bikin nagih. Makan satu butir mah nggak cukup. 

Namun ternyata, tradisi menyajikan kue nastar saat hari raya bukan cuma terjadi di Indonesia saja. Daripada penasaran, mending simak hasil penelusuran Nibble berikut ini, yuk. 

Apa Sih Nastar Itu?

Menurut Wikipedia, nastar merupakan kue kering berbahan tepung terigu, telur, mentega dengan isian selai nanas atau rasa lain. Asal usul kue nastar secara etimologi berasal dari dua kata dalam bahasa Belanda, yaitu “ananas” dan “taart”. 

Bulat berdiameter sekitar 2 cm menjadi bentuk klasik kue nastar, ditambah sebutir cengkih di atasnya. Sebagai variasi, nastar juga hadir dalam bentuk daun, gulung, sampai keranjang. 

Satu hal yang membedakan nastar dari kue kering lain ada pada isian selai nanas. Rasa legit selai nanas dan gurihnya kulit nastar menciptakan kombinasi rasa yang mengesankan. Ditambah aroma butter, kayu manis, hingga cengkih yang bikin makan satu nastar jelas nggak cukup. 

Di Indonesia nastar lazim dijumpai saat hari raya Idul Fitri, Natal, dan Imlek. Uniknya, penamaan nastar hanya dikenal di Indonesia, sedangkan di negara lain kue serupa lebih sering disebut pineapple tart atau kuih tart nenas.  

Photo source: @syaharah

Perjalanan Nanas Keliling Dunia

Lalu, dari mana asal kue nastar? Orang Indonesia meyakini nastar merupakan resep peninggalan kolonial Belanda yang kemudian diwariskan turun temurun dalam keluarga. 

Meskipun begitu, kita perlu mencari tahu juga bagaimana nanas bisa familier di Eropa mengingat buah ini adalah buah tropis. Melansir laman Historia, nanas atau Ananas comosus tumbuh di wilayah Amerika yang beriklim tropis. Sebutan nanas atau ananas pun biasa digunakan penduduk di negara-negara Amerika Selatan maupun Karibia. 

Buku “The Cultural History of Plants” – yang ditulis dua ahli botani Inggris, Sir Ghillean Prance dan Mark Nesbitt, menuliskan bagaimana nanas telah didistribusikan di dataran rendah tropis Amerika terjadi sebelum penaklukan Eropa. Adalah orang Portugis yang berperan penting dalam membawa nanas ke berbagai negara tropis lain. 

Photo source: @pisgahphine

Berawal dari penemuan Pulau St. Helena pada 1502, penjelajah Portugis mulai memperkenalkan nanas. Hal ini terus berlanjut saat mereka menyusuri pantai Afrika hingga Madagaskar.

Sekitar tahun 1550, orang India Selatan telah mengenal nanas. Hingga akhir abad ke-16, nanas sudah tiba di Tiongkok, Malaya, Jawa, serta Filipina. “Peredaran” nanas ke berbagai negara ini diyakini berhubungan dengan nanas sebagai perbekalan para awak kapal saat melakukan pelayaran laut dalam waktu panjang.

Walau orang Eropa sudah takjub dengan keberadaan nanas pada awal 1500-an, tetapi budidaya nanas di Eropa baru berhasil dilakukan akhir abad ke-17. Pieter de la Court van der Voort sukses menanam nanas memakai teknologi rumah kaca di dekat Leiden, Belanda. 

Barulah kemudian tanaman nanas didistribusikan ke Inggris pada 1719, plus Prancis pada 1730. Dapat disimpulkan, kudapan dengan bahan nanas olahan sudah familier bagi orang Eropa, terutama Belanda. 

Selai dan permen nanas pun banyak diproduksi di Brasil, Spanyol Baru atau Meksiko, serta Hindia Barat. Cara demikian merupakan alternatif penyimpanan nanas yang sulit disimpan dalam suhu ruang ketika dikirim lintas samudera. 

Photo source: @laespatulapostres

Sejarah Kue Nastar di Indonesia

Pengaruh pendudukan kolonial Belanda begitu terasa dalam setiap sendi kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk kuliner. Begitu pula tentang pengetahuan cara membuat nastar yang diketahui dari orang Belanda. Kuat dugaan popularitas nastar meningkat ketika publikasi buku resep masakan marak terjadi pada abad ke-19 sampai awal abad ke-20. 

Pada rentang masa tersebut, perempuan Belanda dan Indonesia giat berkreasi kuliner. Tulisan resep hasil improvisasi kuliner tersebut lalu dihimpun dan diterbitkan. 

Derasnya jumlah publikasi buku masak melahirkan konsep kuliner Hindia atau Indische keuken. Dari sinilah hubungan saling mengenal, mengolah, serta menerima kuliner lintas bangsa terjalin. 

Photo source: @pocketantique

Pembaca Eropa pun mulai mengenal resep nusantara, seperti sambal, soto, dan sate. Sementara, resep masakan Eropa juga makin familier bagi pembaca berbahasa Melayu dan Jawa, termasuk resep kue nastar. 

Keberadaan majalah perempuan yang terbit pada 1920-an sampai 1930-an, misalnya Doenia Istri dan De Huisvrow turut mendorong perkembangan kuliner Hindia Belanda. Bahan makanan seperti mentega, margarin, coklat, susu, keju, tepung, dan vanila pun makin dikenal masyarakat lokal. 

Kebiasaan konsumsi makanan Eropa seperti kue kering misalnya, menyebar luas di kalangan keluarga Belanda maupun keluarga bangsawan kaya alias priyayi. Nastar biasa disajikan untuk menjamu tamu di rumah. 

Didukung kemudahan memperoleh bahan baku seperti mentega dan keju, resep kue nastar pun makin populer dan merakyat. Hingga kini, nastar identik dengan hari raya Idul Fitri maupun Natal. Kudapan manis ini pun kerap dijadikan isian hampers untuk diberikan kepada keluarga, sahabat, dan kolega. 

Photo source: @susieagung

Ada Nastar Juga di Negara Ini!

Seperti diketahui, dahulu wilayah koloni Portugis tersebar luas di Asia, antara lain Malaysia dan Singapura. Pengaruh Portugis pun masih bisa kita jumpai dalam kuliner mereka, salah satunya kue nastar. Begini kisah lain tentang sejarah kue nastar di negara tetangga. 

Malaysia dan Singapura

Di Malaysia, nastar atau pineapple tart termasuk kuliner Peranakan. Para Nyonya Peranakan mengadopsi teknik pembuatan kue orang Portugis dan menggabungkannya dengan selai nanas homemade. Pembuatan selai nanas dilakukan guna memanfaatkan hasil produksi nanas yang melimpah di Semenanjung Malaya. 

Nastar di kedua negara ini umumnya berwujud open-faced pastry berbentuk bunga dengan selai nanas di atasnya. Kelahiran pineapple tart, alias kueh tae, kuih tair, atau kuih tat nanas, menjadikan kue nastar sebagai panganan wajib saat hari raya di kedua negara bertetangga ini. Mulai dari hari raya Idul Fitri, Deepavali, hingga Imlek.

Dalam tradisi Imlek, nastar disebut ong lai yang dimaknai sebagai menyambut kedatangan kemakmuran dan keberuntungan. Istilah itu juga merujuk pada penggambaran nastar sebagai pir emas, simbol kelimpahan rezeki dalam masyarakat Tionghoa. 

Photo source: @hamka.kitchen

Taiwan

Versi nastar Taiwan dikenal dengan nama fènglísū. Dari segi bentuk, sudah terlihat perbedaannya. Kue nastar Taiwan ini biasanya berbentuk kotak, terasa lebih manis, milky, dan sedikit renyah.

Isian kue nanas ala Taiwan pun nggak cuma pakai selain nanas. Kadang ada juga nastar Taiwan berisi purée winter melon atau buah kundur yang jamak dijumpai di sana. 

Photo source: @heywhatstangy

Demikian sejarah nastar yang ternyata bukan cuma ada di Indonesia. Setelah baca ini, djiamin kamu bakal makin kangen kelezatan kue nastar dan nggak sabar untuk menghabiskannya sendiri. Selamat ngemilin nastar!