Foodies Trends

Ini Alasan Kenapa Jamur Truffle Harganya Mahal

by Danang Lukmana | May 31, 2021

Ini Alasan Kenapa Jamur Truffle Harganya Mahal
Jika kalian menemukan menu dengan jamur truffle asli di restoran, sudah pasti harganya akan sangat mahal. Gak semua restoran juga bisa menyediakan menu dengan jamur ini yang merupakan jenis sajian yang mewah. Jenis jamur yang satu ini memang dikenal sebagai bahan makanan yang memiliki harga fantastis dan diklaim sebagai jenis jamur termahal di dunia. Saking mahalnya, jamur truffle sering dihargai setara dengan harga emas. Itulah kenapa karena jamur ini juga dijuluki sebagai “intan permatanya dapur”. Jamur ini umumnya dijual dengan harga per iris atau per gram.

Berapa Sih Kira-Kira Harga Jamur Truffle?

Dikutip dari laman Sayurbox, harga jamur ini sendiri cenderung berubah dan fluktuatif. Pertimbangannya adalah karena ketersediaan stok yang terbatas dan juga aspek kesegarannya. Berdasarkan jenisnya, harga truffle putih umumnya dibanderol lebih mahal dibandingkan dengan yang berwarna hitam. Sebagai contoh, jamur truffle hitam memiliki harga termurah mulai dari Rp5,6 juta lebih per 450 gram. Sedangkan yang berwarna putih harganya bisa mencapai Rp31 juta lebih dengan berat yang sama. Bahkan, jamur ini harganya pernah melesat tinggi hingga mencapai miliaran rupiah. Tercatat, jamur tersebut pernah terjual dengan harga Rp1,5 miliar dengan berat 850 gram. Transaksi tersebut terjadi di Alba, Italia. Kala itu, seorang warga negara Hong Kong yang menjadi pembelinya. jamur truffle

Photo source: Pixabay

Nah, untuk kalian yang penasaran kenapa harganya bisa selangit, berikut ini empat alasan jamur truffle harganya begitu mahal.
  1. Hanya Tumbuh di Wilayah Tertentu

Truffle biasanya tumbuh di tempat yang memiliki suhu lembab dan hangat pada siang hari serta dingin di malam hari. Daratan Eropa menjadi tempat umum di mana jamur ini ditemukan. Meskipun saat ini bisa ditemukan di lebih dari 36 negara, tapi tetap saja keberadaannya masih cukup langka dan terbatas. Jamur truffle juga hanya tumbuh di jenis pohon tertentu seperti pohon pinus, ek/oak, dan pohon kacang hazel. Daerah-daerah seperti Italia dan Prancis dikenal sebagai habitat yang baik bagi truffle, tapi beberapa jenis juga ditemukan tumbuh di Pasifik Barat Laut dan Australia. Truffle hitam atau yang dikenal dengan nama Tuber Melanosporum, umumnya cuma tumbuh subur dan bisa ditemui wilayah Perigord, barat daya Prancis. Khususnya pada bulan September hingga Desember. Lain lagi dengan Tuber Magnatum, alias truffle putih, yang umumnya hanya ditemukan di wilayah Piedmont, Italia Utara tepatnya di sekitar pedesaan Alba. Jenis jamur ini juga bisa ditemukan saat musim dingin dan musim gugur terjadi, lho. Trufflen in oak leaves

Photo source: Istockphoto

  1. Harus Tumbuh Secara Alami

Sampai saat ini, pembudidayaan jamur truffle terbilang sangat sulit.  Dengan kata lain, jamur ini merupakan jenis jamur liar yang hanya dapat tumbuh di alam bebas. Agar bisa membudidayakan jamur ini, maka kamu harus terlebih dahulu menanam pohon ek, poplar, beech, atau kacang hazel sebagai habitat alaminya. Umumnya, jamur ini sering ditemukan dan tumbuh subur di bawah pohon-pohon tersebut. Jamur truffle

Photo source: Istockphoto

Penanaman pohon-pohon tersebut pun juga terkendala waktu dan jumlah lahan. Terlebih gak semua pohon bisa dipastikan akan menghasilkan truffle. Jamur ini juga hanya akan tumbuh secara alami di dalam tanah pada bagian akar pohon, sehingga gak bisa terlihat dari luar. ?Para pengusaha pun gak pernah mendapat prediksi jumlah pasti hasil produksi jamur ini.
  1. Masa Panen yang Lama

Masa panen jamur jenis ini terbilang cukup lama. Jamur ini tumbuh dengan lambat, serta memiliki musim yang singkat, dan gak tahan lama kalau sudah diangkat dari dalam tanah. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa jamur ini membutuhkan waktu selama 4-7 tahun sebelum truffle pertama tumbuh. Kalaupun muncul, belum bisa dipastikan jamur tersebut bisa tumbuh hingga benar-benar siap dipanen. Ada banyak faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan kesuburan jamur yang satu ini. Faktor yang paling berpengaruh adalah pada kandungan unsur hara tanah dan kondisi cuaca yang harus mendukung. Gak cuma itu, persaingan mencari jamur ini juga bukan hanya dilakukan oleh sesama manusia. Truffle yang sudah matang akan mengeluarkan aroma yang memancing datangnya hewan liar untuk menyantapnya, seperti kelinci, rusa, bahkan babi liar. dog is harvesting truffle

Photo source: Freepik

Cara memanennya pun harus terlebih dahulu melatih anjing agar bisa mendeteksi keberadaan jamur ini di bawah tanah. Prosesnya juga harus sangat hati-hati agar jamur yang dipanen gak rusak.
  1. Memiliki Manfaat Kesehatan dan Rasa yang Lezat

Di balik harganya yang mahal, jamur ini juga menyimpan beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh. Mulai dari memperlancar peredaran darah, mengobati sakit kepala, hingga membantu pembentukan massa otot tubuh. Jamur berharga selangit ini juga diklaim bisa membantu mencegah tumbuhnya sel kanker dalam tubuh. Jamur ini memiliki kandungan antioksidan dan antiinflamasi di dalamnya yang dipercaya bisa membuat tubuh menjadi resisten terhadap sel kanker. Jamur Truffle

Photo source: Istockphoto

Soal cita rasa, konsumen banyak mendeskripsikan bahwa jamur truffle memberikan rasa umami dan sedikit aroma earthy khas jamur yang lezat. Tapi perlu diingat bahwa semakin lama truffle disimpan, akan semakin berkurang cita rasanya. Rasa yang khas tersebut membuat orang rela merogoh dompet dalam-dalam untuk menikmatinya. Nah, bagaimana Nibblers, kalian ingin segera mencicipinya?