Food

Jenis-Jenis Teh Enak dari Seluruh Dunia

by Finna Zephyrine | December 08, 2021

Jenis-Jenis Teh Enak dari Seluruh Dunia

Di dunia, terdapat puluhan jenis-jenis teh yang terkenal berkhasiat bagi tubuh. Teh tersebut ada yang terbuat dari daun teh yang biasa kita kenal, ada juga yang berasal dari tanaman lain.

Biasanya, daun teh atau dari tanaman lain dipetik, dikeringkan, lalu difermentasi untuk bisa mendapatkan hasil yang siap diseduh. Kalau diminum rutin, khasiatnya bisa dirasakan untuk tubuh. Mau tau apa aja jenis teh yang baik dikonsumsi? Coba cek ulasan Nibble berikut ini.

1. Teh Hijau

jenis-jenis-teh-01.jpg

Photo source: Pixabay

Manfaat green tea atau teh hijau sudah lama dikenal terutama di negeri asalnya, Cina. Kandungannya tinggi akan antioksidan, polifenol, vitamin B, dan asam folat. Antioksidan dan polifenol yang tinggi disebabkan oleh asal tanaman teh hijau yang memang tidak mudah teroksidasi. Kandungan yang baik juga memberikan teh hijau khasiat seperti membantu tubuh melakukan detoks, mencegah penyakit jantung, dan mengurangi jerawat.

Agar tidak mengalami oksidasi, daun teh segera dipanggang dan digulung, sehingga warna hijaunya bertahan. Di Cina dan Jepang, teh hijau dibuat menjadi bubuk sebelum diseduh. Saat ini, bubuk teh hijau atau matcha juga lebih luas dikenal dan diolah menjadi berbagai kreasi minuman dan dessert.

2. Teh Oolong

jenis-jenis-teh-02.jpg

Photo source: Pixabay

Teh Oolong didapat dari jenis teh yang sama dengan teh hijau, tapi diproses melalui proses semifermentasi. Yang digunakan dalam teh oolong adalah tiga daun teratas pada pucuk tanaman teh.

Setelah dipetik, daun dijemur sebentar hingga sedikit layu. Setelah itu, daun digulung dan diaduk untuk mengurangi kadar air yang ada. Kalau sudah sekitar 10% teroksidasi, teh segera dipanaskan dalam pengering untuk menghasilkan teh yang siap diseduh.

Rasa teh oolong sedikit sepat dengan rasa manis di akhir. Karena harus dilakukan dalam waktu yang tepat, pengolahan teh oolong bisa dikatakan paling sulit dibandingkan teh hijau, teh biasa, dan teh hitam.

Kandungan kafein di dalam teh oolong bisa membantu meningkatkan daya konsentrasi tanpa efek samping apa pun. Selain itu, antioksidan seperti polifenol yang tinggi membuat teh oolong membantu tubuh mencegah terjadinya kanker.

3. Teh Hitam

jenis-jenis-teh-03.jpg

Photo source: Pixabay

Melalui proses yang mirip dengan teh oolong, teh hitam hanya memiliki perbedaan di waktu fermentasi yang lebih lama. Menurut Berita Baik, Indonesia adalah pengekspor teh hitam kelima terbesar di dunia. Proses fermentasi yang lebih lama menjadikan warna daun lebih hitam dan air seduhan teh lebih merah. Inilah teh yang cukup sering kita temui di Indonesia.

Polifenol yang ada di dalam teh hitam bisa mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh, sehingga bisa membantu mengurangi obesitas. Selain itu, tingginya katekin juga bisa membantu tubuh memproduksi insulin. Jadi, bisa berguna bagi penderita diabetes selama konsumsinya tidak dibarengi dengan pemanis apa pun.

4. Teh Chamomile

jenis-jenis-teh-04.jpg

Photo source: Pixabay

Beda dengan jenis-jenis teh tadi, teh chamomile berasal dari tanaman bunga chamomile yang memiliki kelopak putih. Zaman dahulu, khasiat chamomile lebih dikenal melalui minyak esensial yang dioles ke tubuh. Setelah dibuat menjadi teh, ternyata khasiatnya lebih mudah dinikmati. Aroma dari teh ini harum dan khas bunga chamomile.

Chamomile mengandung flavonoid yang beraksi sebagai antioksidan penting untuk tubuh. Teh ini bisa membantu tubuh untuk menjaga kesehatan lambung hingga mencegah kanker. Efek relaksasi yang ditimbulkan teh chamomile juga bisa bikin tidur lebih nyenyak, mengurangi kram otot, hingga mengurangi ambeien.

5. Teh Rooibos

jenis-jenis-teh-05.jpg

Photo source: Pixabay

Berasal dari Afrika, teh rooibos bisa dikonsumsi sebelum dan setelah difermentasi. Teh ini berasal dari tanaman semak yang berwarna merah ketika diseduh. Rasanya cenderung manis, bahkan kalau kamu nggak menambahkan gula di dalamnya.

Teh rooibos memiliki khasiat yang cukup baik bagi tubuh. Beberapa di antaranya adalah menjaga kadar antioksidan dalam tubuh, memelihara kesehatan jantung, dan dipercaya sebagai antidiabetik.

Keunggulan lain teh rooibos dibandingkan dengan jenis-jenis teh lain adalah rendah kafein dan tanin. Jadi, kalau kamu mau mendapatkan khasiat teh tapi mau mengurangi kafein, kamu bisa coba teh asal Afrika yang mudah ditemukan di aplikasi e-commerce ini.

Salah satu ciri khas teh adalah tanaman yang dikeringkan lalu diseduh untuk mendapatkan manfaatnya. Sejarah teh sendiri sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Hingga sekarang, jenis-jenis teh yang berasal dari daun, bunga, hingga rempah-rempah. Selain rasa dan khasiatnya, teh memang paling nikmat diminum hangat-hangat, apalagi dengan cuaca yang dingin seperti belakangan ini.

Dari kelima jenis-jenis teh di atas, favoritmu yang mana nih, Nibblers?