Healthy Foodie

Ciri Tahu Berformalin. Cermati Biar Gak Salah Beli!

by Danang Lukmana | February 04, 2022

Ciri Tahu Berformalin. Cermati Biar Gak Salah Beli!

Awas jangan sampai salah beli, kenali lebih dulu apa saja ciri tahu berformalin yang sangat berisiko buat kesehatan. Tahu adalah salah satu bahan makanan favorit sekaligus sumber protein nabati yang murah terjangkau di masyarakat. Sayangnya sampai saat ini masih saja banyak pedagang dan produsen tahu yang nakal dengan mencampurkannya dengan bahan pengawet formalin.

Tahu yang diberi formalin memang memberikan efek daya tahan atau awet lebih lama. Apalagi  harga pengawet ini terkenal cukup murah, gampang didapatkan di toko bahan kimia, dan memberikan ketahanan yang lama. Dengan begitu, produsen tahu dapat menghemat biaya produksi. 

Source: Istockphoto

Akan tetapi kandungan bahan tersebut sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Bahan kimia yang sering digunakan untuk mengawetkan jenazah ini sangat berbahaya jika sampai masuk ke dalam tubuh melalui pencernaan. Dinas kesehatan dan pengawasan juga sudah menggolongkan formalin sebagai bahan sangat berbahaya serta tidak boleh sedikit pun tercampur dalam makanan.

Mengenali Ciri Tahu Berformalin

Secara sepintas, tahu yang diberi formalin dan yang bersih dari bahan kimia tambahan ini memang sulit dibedakan. Namun ada kok ciri-ciri khusus yang bisa kamu deteksi sebelum membeli bahan makanan ini. Berikut ini ciri tahu berformalin yang bisa kalian cermati.

 1. Warna Tahu Lebih Menarik dan Cerah

Source: Istockphoto

Ciri tahu berformalin yang bisa kalian kenali secara kasat mata adalah dari warna serta tampilan tahunya itu sendiri. Jangan tertipu dengan tampilan tahu yang berwarna cerah, bersih, dan sangat menarik di pandangan mata. Justru tahu yang punya warna cerah dan menarik, besar kemungkinan untuk sudah diberikan zat kimia tambahan termasuk formalin.

Tahu yang diberi zat pengawet akan mempunyai warna yang putih bersih serta terlihat mengkilat dibanding lainnya. Sedangkan kalau tahu yang tidak diawetkan dengan zat apa pun, biasanya warnanya lebih pucat namun masih alami. 

Secara alamiah, tahu memang berwarna putih khas air perasan kedelai namun sedikit kusam alias bukan putih mencolok. Jadi pilihlah tahu yang warna putihnya wajar namun tetap terlihat segar tanpa tanda-tanda busuk atau berjamur.

2. Periksa Tekstur Tahu

Source: Istockphoto

Selain warna, tentu saja tekstur antara tahu alami dengan yang berformalin akan cukup berbeda. Kamu bisa sedikit menekan-nekan permukaan tahu atau bahkan menggenggam dan meremasnya untuk merasakan teksturnya. 

Tahu yang berformalin punya ciri yang lebih kenyal dan padat serta lebih sulit untuk dihancurkan. Bahkan saat dijatuhkan dari ketinggian setengah meterpun, ciri tahu yang berformalin akan membal dan tidak gampang hancur.

Berbeda dengan tahu yang alami dan bebas pengawet, maka bagian dalamnya terlihat padat namun sangat halus. Jika ditekan sedikit saja, tahu alami justru akan sangat mudah untuk hancur. Sejatinya tahu alami memang merupakan bahan makanan yang sangat lembur dan mudah sekali untuk pecah atau hancur.

Tapi ingat ya, jangan sembarangan meremas-remas atau membanting tahu di tokonya langsung. Bisa-bisa nanti kamu kena marah dari penjualnya karena sudah membuat mereka rugi. Hihiā€¦

3. Daya Tahan Tahu Berformalin Jelas Lebih Awet

Source: Istockphoto

Ciri tahu yang berformalin berikutnya adalah dari sisi daya tahan atau usia awet atau tidaknya tahu tersebut. Kalau kalian sudah membeli tahu, coba perhatikan dulu ketahanan dari tahu tersebut. 

Umumnya tahu alami yang bebas kandungan formalin hanya akan bertahan kurang lebih satu hari saja jika berada di suhu ruang. Sedangkan kalau menyimpan tahu dalam kulkas, kemungkinan tahu bisa bertahan seminggu ataupun kurang. 

Berbeda kalau tahunya sudah mengandung zat pengawet formalin. Tahu dengan pengawet ini akan tetap awet selama tiga hari di suhu kamar. Apalagi kalau disimpan dalam kulkas, maka tahu bisa bertahan sampai 15 hari lho.

4. Periksa juga Aroma Tahu

Source: Istockphoto

Salah satu cara mendeteksi keberadaan tambahan zat kimia dalam sebuah makanan adalah dari aromanya. Tahu berbahan dasar alami pastinya masih mempunyai aroma khas kacang kedelai yang bisa kalian kenali saat menciumnya.

Lain halnya dengan tahu yang sudah diawetkan menggunakan formalin, maka aroma alami khas kacang kedelai tersebut sudah hilang. Justru kamu akan menemukan aroma zat-zat kimia yang cukup menusuk hidung.

5. Tahu Berformalin akan Keras Saat Dimasak

Source: Istockphoto

Cara terakhir membedakan antara tahu berformalin dengan yang alami adalah dengan memasaknya. Saat diiris atau dipotong-potong, tahu berformalin akan liat dan teksturnya tetap kokoh. Sejatinya tahu alami akan sedikit mudah hancur atau tercuil saat kamu memotongnya jadi beberapa bagian.

Tahu yang berformalin ketika digoreng bagian luarnya akan mengeras dan liat. Saat dibolak-balik di dalam wajanpun teksturnya tetap kokoh. Tentu saja berbeda dengan tahu alami tanpa formalin yang memang mudah hancur tapi renyah saat sudah matang digoreng.

Bahaya Konsumsi Tahu Berformalin

Dirangkum dari Halodoc, umumnya efek mengonsumsi makan berformalin dalam jumlah kecil gak akan langsung terasa. Namun dalam jangka panjang, kandungan formalin yang terakumulasi dalam tubuh akan menimbulkan masalah kesehatan serius.

Source: Istockphoto

Dalam efek paling ringan, kandungan formalin dalam tubuh bisa menimbulkan iritasi dan ruam-ruam pada permukaan kulit. Efek beratnya adalah zat formalin bersifat karsinogenik yang menyebabkan perubahan sel jaringan tubuh dan menimbulkan kanker. 

Paparan yang terlalu intens dan sering, bisa menyebabkan timbulnya kanker mulut, kanker tenggorokan, dan kanker paru-paru. Lebih spesifik lagi, mengonsumsi makanan berformalin bisa menyebabkan kemandulan pada perempuan dan bayi terlahir cacat bagi ibu hamil.

Jika sebelumnya adalah efek bahaya dalam jangka panjang, sebetulnya ada kok bahaya jangka pendek yang sering kurang disadari. Bagi yang memang sensitif zat kimia, maka akan merasakan demam, muntah, mata merah, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan diare.

 

Ngeri kan efek samping dari konsumsi makanan berformalin seperti tahu yang diawetkan. Semoga dengan mengenali ciri tahu berformalin tersebut bisa membantu kalian menghindari risiko buruk tersebut ya!