Food

5 Perbedaan Siomay dan Dimsum. Pilih yang Mana Nih?

by Danang Lukmana | July 19, 2022

5 Perbedaan Siomay dan Dimsum. Pilih yang Mana Nih?

Kalian sudah pada tau belum nih apa saja sih perbedaan siomay dan dimsum yang bisa dikenali? Kalau kamu makan di restoran dimsum dan memesan satu set komplit, pasti di dalamnya terdapat menu yang bernama siumai atau shumai. Sebetulnya sajian dalam set dimsum tersebut adalah cikal bakal sajian yang umum dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai siomay.

Saat ini sajian siomay yang umum dikenal masyarakat Indonesia secara luas adalah gaya penyajian ala Bandung dan umum dijumpai di pedagang keliling. Jadi bisa dibilang, Indonesia mengenal dua jenis siomay yaitu yang bergaya Bandung dan juga siomay yang umum dijumpai dalam menu dimsum. Keduanya memang memiliki akar yang sama kok, yakni sama-sama berasal dari kekayaan kuliner khas Chinese atau Tionghoa.

Nah, supaya kalian gak pada bingung dalam membedakannya, ini dia perbedaan antara siomay Bandung dan ala dimsum. Simak ya ulasan dari Nibble berikut ini!

1. Perbedaan Siomay dan Dimsum dari Bahan Baku Utama

Photo source: Istockphoto

Perbedaan paling utama dari siomay ala Bandung dengan resep asli sajian dimsum ala Tiongkok adalah dari bahan baku utamanya. Siomay sendiri memang berasal dari Tiongkok yang mana dalam bahasa Mandarin disebut shaomai dan dalam bahasa Hokkien disebut sio mai. Karena mayoritas Tionghoa di Indonesia berbahasa dengan dialek Hokkien, makanya makanan ini lebih akrab disebut siomay.

Nah dikutip dari TasteAtlas dan DelightedCooking, resep asli dari negara asalnya, sajian siomay dalam dimsum memakai bahan utama daging babi giling. Adapun siomay dimsum dalam versi halal memakai bahan isian berupa campuran antara daging ayam, udang, atau kepiting yang digiling halus. Inilah yang membedakan dengan siomay gaya Bandung yang bahan utamanya memakai campuran daging ikan. 

Siomay Bandung yang sangat khas Indonesia umumnya memakai bahan baku daging ikan tenggiri yang digiling. Gilingan daging ikan tenggiri akan dicampur kembali dengan tepung kanji atau aci sehingga teksturnya lebih padat dan liat. 

2. Beda Pada Pemakaian Kulit Pembungkus

Photo source: Istockphoto

Selanjutnya, perbedaan antara siomay Bandung dengan siomay ala dimsum dapat dilihat pada kulit pembungkusnya. Pada siomay dimsum, adonan bahan daging gilingnya tersebut akan dibungkus oleh semacam kulit pangsit tipis. Bahan kulitnya ini terbuat dari tepung terigu dan air yang dibentuk tipis namun kuat saat nantinya dimsumnya dikukus.

Hal ini berbeda dengan siomay gaya Bandung yang lebih umum disajikan dan dibuat tanpa kulit pembungkus. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, pemakaian daging ikan tenggiri giling pada siomay Bandung sudah diberikan tambahan tepung tapioka atau kanji di dalamnya. Penambahan tepung ini membuat teksturnya sudah liat dan kenyal, sehingga gak perlu dibungkus lagi serta langsung siap direbus atau kukus.

3. Bumbu Dasarnya Berbeda

Photo source: Istockphoto

Karena bahan bakunya berbeda, pemakaian bumbu dasar dari kedua gaya siomay ini tentunya juga berbeda. Pada siomay Bandung misalnya, karena bahannya memakai daging ikan tenggiri yang punya aroma cukup kuat, maka bumbunya pun harus bisa mengimbangi aroma tersebut. Bumbu ala masakan Indonesia seperti bawang merah, bawang putih, merica, garam, dan juga kaldu menjadi campuran untuk memperkuat cita rasanya. 

Sementara itu, kalau siomay ala sajian dimsum yang berasal dari gaya khas kuliner Tiongkok, umumnya gak membutuhkan banyak tambahan bumbu untuk memperkuat rasanya. Adonan daging gilingnya cukup dibumbui dengan bawang putih, jahe giling, minyak wijen, dan kecap asin saja. Cita rasanya yang cenderung minimalis ini sangat khas banget cita rasa kuliner orientalnya.

4. Perbedaan Rasa dan Tekstur

Photo source: Istockphoto

Perbedaan selanjutnya antara siomay gaya Bandung dengan sajian siomay pada dimsum tentu saja dari aspek rasa serta teksturnya. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, campuran tepung aci di dalam siomay Bandung membuat teksturnya menjadi kenyal dan liat. Rasa siomay Bandung juga sudah gurih dari dalam karena ditambah bumbu-bumbu khas Indonesia yang bisa memperkuat rasanya.

Kalau siomay pada versi dim sum, tambahan tepung ke dalam adonannya nggak begitu banyak atau bahkan tanpa tepung sama sekali. Sehingga tekstur yang dihasilkan masih sangat lembut seperti umumnya tekstur daging giling yang dikukus. Cita rasanya juga cenderung sangat alami mengandalkan rasa alami dari adonan daging gilingnya tersebut karena memang dibumbui secara minimalis.

5. Cara Penyajian dan Saus Pelengkap

Photo source: Istockphoto

Terakhir yang menjadi perbedaan antara siomay gaya Bandung dengan sajian siomay dimsum adalah dari cara penyajiannya. Meskipun kedua siomay sama-sama dimasak dengan cara dikukus, cara menyajikannya sangatlah berbeda. Tampilan dan cara menyajikannya ini sesuai dengan gaya kuliner masing-masing asal daerahnya.

Seperti kita tau, gaya penyajian siomay ala Bandung sangatlah khas Indonesia dengan sajian yang ditaruh di atas piring makan. Dalam satu piringnya, isian menunya ada siomay, kentang rebus, tahu putih, telur rebus, sayur kol, hingga pare. Semua isian tersebut akan dipotong kecil-kecil lalu disiram dengan saus bumbu kacang yang gurih, kecap manis, dan sambal supaya sedikit pedas.

Sedangkan siomay ala dimsum biasanya disajikan masih bersama wadah kukusan bambunya bersama set isian dimsum lainnya. Saat dimasak, seringkali bagian atas siomay dimsum akan dipercantik dengan hiasan satu kacang polong, telur ikan, ataupun potongan kecil wortel. Siomay dimsum sendiri bisa dinikmati secara langsung maupun dicocol dengan saus asam manis pedas sesuai dengan selera masing-masing.

Nah dia perbedaan antara siomay Bandung dan siomay yang biasa kamu temukan dalam set menu dimsum. Sudah paham dan gak bingung lagi kan membedakan dua cara penyajian siomay ini? Kalau kalian sendiri lebih suka sajian siomay ala Bandung atau gaya penyajian dimsum nih?