Photo source: Pixabay/Ivabalk
Sebulan belakangan ini, timeline media sosial lagi seliweran aneka jajanan dan camilan berbahan dasar kimpul. Nggak cuma sekadar digoreng atau dikukus, kimpul bisa disulap jadi kue kekinian yang ada di coffeeshop. Viralnya kimpul jadi pengingat kalau jenis umbi-umbian lokal itu beragam.
Ya, umbi lokal Indonesia memang beragam. Bahkan, ada saja jenis umbi yang baru kita ketahui. Padahal, dari zaman nenek moyang dulu, aneka jenis umbi-umbian lokal sudah jadi primadona di meja makan. Selain bikin kenyang, umbi-umbian juga menyimpan segudang serat, vitamin, dan nutrisi yang bersahabat buat tubuh.
Nah, mumpung tren kuliner saat ini sedang kembali melirik akar tradisional, ini adalah saat yang tepat untuk bereksplorasi. Tentu saja ada banyak pilihan umbi selain kimpul yang rasanya juara dan gampang diolah di dapur rumah.
Penasaran apa saja jenis umbi-umbian lokal? Yuk, simak daftar pendeknya di sini.
Singkong (Ketela Pohon)
Siapa sih yang nggak kenal dengan singkong? Ini dia rajanya umbi lokal Indonesia yang merakyat dan bertahan lintas generasi.
Singkong memiliki ciri khas kulit luar berwarna cokelat kasar dengan daging umbi berwarna putih bersih atau sedikit kekuningan. Teksturnya padat dan saat dimasak dengan benar, ia akan menjadi empuk, ngeprul, dan pulen.
Soal olahan, singkong jelas juaranya. Rasa tawar umbi ini membuatnya versatile dimasak menjadi apa saja. Camilan klasik singkong goreng merekah (dicocol sambal makin enak!) atau dijadikan getuk lindri, tiwul, combro, sampai kolak, semua bisa.
Kamu pun mudah menjumpai ketela pohon ini di seantero Indonesia, lengkap dengan berbagai olahan khas masing-masing daerah. Di Kalimantan Timur misalnya, ada sop singkong yang berkuah kaldu ayam atau kaldu sapi gurih.
Sementara itu, di Sumatera Barat terkenal dengan keripik singkong balado yang melegenda. Ada juga kacimuih yang terbuat dari singkong parut kasar dikukus dan ditaburi parutan kelapa dan gula merah. Gurih atau manis, singkong bisa keduanya.
Photo source: Pixabay/Tifani Topan
Ubi Jalar
Ubi jalar adalah jenis umbi rambat yang punya citarasa manis alami. Ciri khas ubi jalar ada pada variasi warna yang cantik.
Mulai dari ubi berwarna putih, kuning, oranye cerah, hingga ungu pekat. Kulit tipis dan dagingnya bertekstur lembut dan creamy setelah dimasak. Ini terjadi karena kandungan air ubi sedikit lebih banyak dibanding singkong.
Memasak ubi jalar biasanya dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, atau digoreng. Kukusan ubi, jagung, edamame, dan kacang tanah lagi populer sebagai sarapan sehat. Lalu, ubi ungu juga sedang naik daun diolah menjadi dessert kekinian, seperti es krim, talam ubi, dan bola ubi.
Sementara itu, varian ubi Cilembu yang dipanggang dalam oven terkenal karena rasanya legit dan lengket mirip madu karamel. Ubi jalar mudah dijumpai di daerah Jawa Barat (seperti Kuningan dan Sumedang), Jawa Tengah, hingga di tanah Papua. Tak heran kalau di daerah tersebut ubi sering hadir menjadi makanan pokok sehari-hari.
Photo source: Pixabay/Ivabalk
Talas
Talas merupakan umbi berbentuk silinder atau agak membulat, memiliki kulit kecokelatan dengan ruas-ruas berserat kasar. Daging talas berwarna putih kusam hingga keunguan.
Ciri khas talas yang membedakannya dari umbi lokal Indonesia lain adalah kandungan lendir yang cukup tinggi saat masih mentah. Namun, justru karakter demikian yang bikin talas lebih padat, pulen, legit, dan mengenyangkan setelah dikukus.
Talas paling sedap kalau diolah menjadi hidangan manis. Biasa dimasak menjadi kolak, bubur candil, atau sekadar direbus hangat teman minum teh.
Di daerah asalnya, yaitu Bogor, talas berubah menjadi makanan modern, yakni bolu lapis dan kue roll talas. Lebih suka camilan gurih, keripik talas juga nggak kalah sedap. Enak dimakan sambil nonton TV!
Photo source: @bang_food10
Gadung
Gadung merupakan jenis umbi-umbian lokal yang biasa dijadikan tanaman pangan. Gadung punya umbi yang dapat dimakan, tetapi mengandung racun jika pengolahannya kurang tepat.
Lain daerah, lain juga penyebutan umbi ini. Jika orang Jawa menyebutnya gadung, orang Makassar menamakannya sikapa atau salapa dalam bahasa Bugis.
Menariknya, parutan umbi gadung dapat digunakan dalam pengobatan penyakit kusta tahap awal, kapalan, kutil, dan mata ikan. Sedangkan sebagai makanan, gadung dahulu menjadi makanan pokok rakyat pada zaman kolonial Belanda.
Kini, gadung lebih banyak diolah menjadi keripik dengan citarasa gurih. Kamu bisa menemukannya di Kuningan, Jawa Barat atau di Jogja.
Photo source: @keripikologi.id
Garut (Irut)
Garut atau sering juga disebut irut merujuk pada umbi berbentuk memanjang dan meruncing, bersisik, dengan warna putih bersih. Serat garut cukup banyak dengan kandungan pati putih yang melimpah.
Garut memiliki rasa tawar tapi mild dan ramah di perut. Itu sebabnya garut kerap dijadikan makanan diet atau penyembuh masalah asam lambung.
Dalam mengolahnya, garut tidak dimakan langsung. Biasanya umbi ini diparut lebih dulu lalu diambil patinya menjadi tepung garut gluten free. Nah, tepung garut inilah yang bisa dibuat kue kering, brownies, atau biskuit sebagai pengganti terigu.
Selain itu, garut mentah dapat diiris tipis, dijemur, dan digoreng menjadi emping garut yang renyah dan gurih. Kamu bisa menjumpai garut di Pulau Jawa dan Madura.
Photo source: @tiara_puding
Suweg
Suweg adalah jenis umbi-umbian lokal berbentuk setengah bola, ceper, dan punya lekukan tak beraturan. Sekilas tampilan suweg mirip kerabatnya, porang atau iles-iles. Bahkan, suweg masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa.
Daging suweg berwarna putih kekuningan hingga agak merah muda. Umbi ini memiliki aroma tanah yang kuat. Kandungan getahnya bisa bikin gatal kalau tidak dicuci dan direndam air garam dengan benar.
Namun, kalau sudah matang, teksturnya super empuk, ngeprul. Saat digigit ada rasa gurih perpaduan antara kentang dan singkong.
Mengukus suweg jadi praktik lazim untuk menikmatinya. Namun, sebagaimana umbi-umbian lain, suweg juga bisa dibuat menjadi kolak, keripik, atau getuk. Ada juga yang mengolahnya bersama bumbu gulai menjadi gulai suweg.
Umbi unik ini mudah dijumpai di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masyarakat setempat kerap mengandalkan suweg sebagai pangan alternatif pengganti beras ketika musim kemarau panjang tiba.
Photo source: @leuwigoeng
Kimpul (Talas Belitung)
Setelah membahas umbi selain kimpul, ini dia primadona kuliner masa kini yang tengah viral. Sejatinya kimpul masih satu keluarga dengan talas dan punya nama lain talas belitung. Hanya saja, ukurannya cenderung lebih kecil dengan bentuk mirip kantong yang sedikit meruncing.
Daging umbi kimpul berwarna putih atau kekuningan. Tekstur lembut dan pulen jadi ciri khas kimpul. Karena nggak selengket talas Bogor, kimpul mudah menyerap bumbu dengan baik.
Berkat tekstur empuk dan tidak mudah hancur, kimpul kerap dijadikan isian sayur lodeh hingga digoreng krispi. Namun, kreativitas kreator konten @blacksheep8208 membuktikan jenis umbi-umbian lokal ini bisa diolah menjadi makanan kekinian. Sebut saja, burnt cheesecake, Dubai chewy cookie, sampai chikuro.
Photo source: @veggiesforyou.id
Jadi, dari deretan jenis-jenis umbian lokal di atas, mana nih yang mau Nibblers cobain duluan sore ini buat teman ngopi? Jangan ragu buat borong di pasar, ya. Yuk, bikin perut kenyang sambil melestarikan kekayaan pangan lokal!