Jika Anda adalah pemilik bisnis kuliner, setiap detail yang berkaitan dengan restoran Anda sangatlah penting demi kesuksesan restoran Anda. Setiap hari Anda dan para staff restoran harus mengerjakan berbagai tugas. Mulai dari menyiapkan makanan, melayani pelanggan, sampai menyediakan inventaris restoran yang dibutuhkan. Untuk bisa melakukan berbagai tugas ini, ada baiknya jika Anda menetapkan goal untuk bisnis Anda. Ini bisa memandu Anda dan para karyawan melakukan tugas dengan baik. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menetapkan dan mencapai goal bisnis kuliner yang bisa Anda terapkan.
Menetapkan Goal Bisnis Kuliner Melalui 4 Elemen
Untuk para pemilik restoran, di bawah ini kami akan menjelaskan 4 elemen penting di restoran yang akan membantu Anda menetapkan goal dari bisnis kuliner yang Anda jalani.1. Staff dan Customer Service

- Agar bisa memberikan pelayanan terbaik, Anda perlu mengadakan pelatihan yang berkelanjutan dan berkualitas agar para pelayan dapat bekerja dengan percaya diri dan melakukan tugasnya dengan baik.
- Kesulitan dalam menemukan karyawan yang mau berkomitmen pada bisnis kuliner yang Anda jalankan dapat menjadi hambatan dalam meraih goal Anda. Untuk itu, cari strategi agar para karyawan suka bekerja di restoran Anda atau cari cara agar Anda bisa mempekerjakan karyawan yang memang berdedikasi.
- Selain itu, keselarasan tim dan kepuasan karyawan Anda juga sangat penting bagi keberhasilan bisnis kuliner Anda. Untuk itu, adakanlah pertemuan tim secara teratur untuk mengurangi ketegangan antar karyawan dan berdampak positif untuk bisnis kuliner Anda.
2. Makanan

- Lakukan persiapan makanan dengan baik, sajikan makanan berkualitas dengan konsisten, pilih supplier bahan makanan yang terpercaya merupakan langkah awal yang harus Anda siapkan saat memulai bisnis kuliner.
- Banyak juga para ahli yang menyarankan para pemilik restoran untuk memperbarui menu makanan dan minuman mereka secara rutin agar restoran dapat bersaing di era modern.
- Tidak hanya itu, Anda juga bisa melakukan pendekatan farm-to-table di mana Anda menekankan kepada pelanggan kalau Anda banyak menggunakan bahan makanan lokal berkualitas, yang musiman, dan sustainable. Ini akan memberikan nilai positif di mata pelanggan.
3. Marketing Restoran

- Konsep restoran Anda harus terlihat jelas begitu pelanggan masuk ke restoran Anda. Dekorasi, gaya pelayanan, dan musik yang dimainkan di restoran sebaiknya memancarkan suasana yang ingin Anda perlihatkan sehingga pelanggan tertarik untuk kembali lagi.
- Anda bisa mengandalkan email lists, loyalty program, website, dan bekerja sama dengan website pencari restoran untuk mempromosikan bisnis kuliner Anda.
- Aktif di social media juga harus dilakukan karena di channel tersebut, Anda bisa berbagi foto, cerita, atau video ke pelanggan Anda.
5. Finance

- Anda harus mempertahankan aliran pendapatan selama jam operasional restoran. Anda harus paham kapan restoran Anda rame pelanggan, dan kapan waktu sepinya. Saat sepi, Anda bisa mengakalinya dengan memberikan promo, diskon, dan penawaran khusus.
- Cobalah untuk meliburkan staff yang dibayar harian saat restoran sedang sepi. Beli makanan dan minuman lebih sedikit selama restoran sepi pengunjung.
- Anda juga bisa menurunkan biaya overhead. Contohnya pilihlah lampu yang hemat energi dan tahan lama, atau ganti peralatan masak yang sudah tua dan makan waktu dengan peralatan yang lebih modern.
Goal Setiap Restoran bisa Berbeda-Beda Satu Sama Lain

Gunakan Metode S-M-A-R-T untuk Menetapkan Tujuan Bisnis Kuliner Anda
Saat Anda sudah mengetahui area mana yang perlu ditingkatkan di restoran Anda, ini saatnya menetapkan goal yang bisa dikerjakan. Pastikan goal Anda menggunakan metode S-M-A-R-T (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Timely) yang dapat membantu Anda meraih goal dengan baik. Berikut ini penjelasan mengenai SMART lebih lanjut.1. Specific

- Meningkatkan penjualan restoran. Anda bisa menetapkan goal yang lebih spesifik lagi, misalnya bisnis Anda harus meraih goal penjualan tertentu dalam periode mingguan atau bulanan.
- Meningkatkan interaksi di social media. Tetapkan tujuan yang spesifik, seperti aktivitas social media harus naik sebanyak 50% dalam satu bulan.
- Meminimalisir sampah makanan. Ini menjadi goal yang enviromental-friendly. Tetapkan jumlah maksimal sampah makanan yang mau Anda buang setiap harinya dan usahakan untuk tidak melebihi jumlah tersebut.

- Contoh goal yang dapat diukur secara kuantitatif, misalnya adanya kenaikan pendapatan sebesar Rp.100.000.000 dalam tahun ini, kenaikan followers di social media sebanyak 50%, dan turunnya sampah makanan sebanyak 20%.
- Sedangkan goal yang bisa diukur secara kualitatif, misalnya pelayan dapat melayani pelanggan lebih ramah. Untuk mengukur goal secara kualitatif, Anda bisa melatih karyawan untuk mengucapkan kalimat tertentu ke pelanggan dan pastikan pelayan menguasai menu, serta tahu etika saat meletakkan piring atau membersihkan meja.
3. Achievable

- Misalnya, jika saat ini Anda mampu menghasilkan penjualan sebesar Rp10.000.000 per minggu, janganlah membuat goal untuk mengejar pendapatan sebesar Rp30.000.000 per minggu karena itu tidak realistis.
- Sebaiknya mulailah menetapkan goal dengan kenaikan yang sedikit terlebih dahulu.
- Goal yang dicapai juga harus dipertimbangkan dengan melihat kondisi restoran. Misalnya, jika salah satu goal Anda adalah merenovasi restoran, Anda harus melakukannya saat kondisi keuangan sedang bagus.
4. Relevant

- Misalnya jika salah satu goal Anda adalah meningkatkan interaksi di social media dan Anda tahu kalau pelanggan Anda lebih aktif di Instagram daripada di Twitter, ada baiknya untuk fokus ke Instagram saja.
- Atau jika Anda punya goal untuk mendekorasi ulang interior restoran Anda, pastikan dekorasinya nanti sejalan dengan branding bisnis kuliner Anda.
- Jika ada restoran pesaing yang baru buka di area Anda, ada baiknya untuk meluangkan lebih banyak waktu untuk menarik pelanggan baru dan pelanggan tetap. Untuk mengupayakan ini, Anda bisa mengaplikasikan sistem teknologi terbaru untuk restoran Anda, menyajikan menu yang lagi trending saat ini, menawarkan promo spesial, atau mengadakan acara untuk menarik perhatian pelanggan.
5. Time-Bound
