Photo source: @warungkopipurnama

Di tengah gempuran restoran kekinian, menjumpai restoran tertua di Bandung ternyata mampu membangkitkan nostalgia. Kamu pun bisa melakukan jelajah rasa masa lampau saat menyambangi tempat makan tersebut.

Mencicipi kuliner legendaris bisa jadi agenda menarik saat berlibur di Kota Kembang. Dari masakan warisan era kolonial Belanda hingga masakan khas Sunda penuh citarasa, inilah 10 restoran tertua di Bandung yang bisa kamu kunjungi.

1. Braga Permai

Maison Bogerijen membuka pintu perdana pada 1918 di simpang Braga-Lembong. Pada tahun 1923 restoran ini pindah ke tempat sekarang dan menjadikan tahun tersebut sebagai waktu kelahiran Braga Permai. Hadir sebagai tempat makan mewah pada zamannya, restoran tertua di Bandung ini ditunjuk menyediakan hidangan untuk Ratu Belanda pada 1931.

Meja-meja dengan payung merah di muka restoran adalah ikon Braga Permai. Begitu juga dengan interior yang masih bernuansa vintage, plus beberapa perabotan antik seperti oven dan mixer yang menunjukkan jejak peninggalan restoran ini.

Beberapa menu autentik masih disajikan kepada pelanggan. Misalnya, Chicken Mushroom Creamy Soup, menu pertama Braga Permai. Lalu, Ayam Goreng Mentega yang memadukan rasa manis gurih serta aroma khas bawang bombay. Tak ketinggalan Poffertjes dan Bitterballen, dua camilan klasik yang sudah familier di lidah orang Indonesia. Tertarik mencicipinya?

Article imagePhoto source: @bragapermaibandung

Lokasi: Jl. Braga No. 58, Braga, Sumur Bandung

2. Bandoengsche Melk Centrale 1928

Tahukah kamu di mana pusat pengolahan susu pertama di Bandung? Adalah Bandoengsche Melk Centrale yang berfungsi sebagai tempat pasteurisasi dari peternakan sebelum susu didistribusikan ke berbagai wilayah Bandung.

BMC berdiri pada 1928 dan berkembang menjadi restoran yang menghidangkan berbagai menu. Restoran legendaris di Bandung ini memadukan bangunan lawas BMC dengan tampilan interior modern. Hasilnya, restoran memiliki area duduk luas yang ideal untuk tempat berkumpul.

Menyajikan sekitar 408 menu, Sop Buntut BMC dan Bistik Sapi adalah menu yang direkomendasikan. Begitu juga BMC Signature Milk yang terbuat dari susu sapi berkualitas terbaik. Coba juga Yoghurt Parfait yang penuh warna untuk menemani camilan Bitterballen dan Beef Croquette saat bersantap di BMC 1928. 

Article imagePhoto source: @bmc1928

Lokasi: Jl. Aceh No. 30, Merdeka, Sumur Bandung

3. Sumber Hidangan

Meski tampak sederhana, dahulu Sumber Hidangan adalah restoran mewah lho. Tersembunyi di balik deretan penjual lukisan, Het Snoephuis–nama lamanya, kerap didatangi orang Belanda untuk bersantap. Uniknya, sejak awal dibuka pada 1929, restoran ini tidak memasang plang nama.

Pada tahun 1960-an nama Sumber Hidangan mulai digunakan. Namun, restoran ini tetap mempertahankan arsitektur art deco dan neo klasik yang terlihat apa adanya. Lewat dinding mengelupas, lampu gantung yang pecah, kursi tua berdecit, mesin kasir kuno, dan etalase yang buram, napas nostalgia berhembus kencang setiap masuk Sumber Hidangan.

Sayangnya, sejak 2017 makanan berat tidak lagi tersedia. Kamu tetap bisa dine in menyantap aneka roti dan kue yang di-plating sederhana. Misalnya, roti Cinnamon, Kaasstok isi krim keju, Krentenbrood alias roti kismis, dan Ontbijtkoek legendaris. Pesan juga es krim jadul untuk melengkapi kudapan itu. Pengalaman brunch jadul yang berkesan, bukan?

Article imagePhoto source: @cutthemustardconnor

Lokasi: Jl. Braga No. 22, Braga, Sumur Bandung

4. Rasa Bakery & Cafe

Sejak beroperasi pada 1931, Rasa Bakery & Cafe selalu jadi restoran favorit keluarga untuk acara spesial: ulang tahun, reuni, atau nostalgia. Dulunya restoran ini bernama Hazes yang terkenal dengan roti, kue, dan es krim lezat.

Bangunan Rasa Bakery & Cafe telah mengalami renovasi dengan tetap mempertahankan fasad yang ikonik. Di dalamnya dibuat area makan yang lebih luas sehingga dapat menampung lebih banyak pelanggan.

Variasi menu Rasa Bakery & Cafe cocok untuk tempat bersantap keluarga. Beberapa menu andalan masih dipesan dari generasi ke generasi hingga kini. Misalnya, Lontong Cap Gomeh, Poffertjes, Saucijzbrood, dan kue Marzipan.

Es krim aneka rasa dan bentuk tak boleh kamu lewatkan. Nikmati kemewahan dalam Coconut Royale–es krim dalam batok kelapa muda, Alexander Cocktail yang mengkombinasikan es krim mocca dan stroberi dengan buah cocktail, serta es krim potong yang mirip kue lapis. Sempurna untuk menjelajah rasa masa lalu!

Article imagePhoto source: @rasabakerycafe

Lokasi: Jl. Tamblong Dalam No. 15, Lengkong

5. Warung Kopi Purnama

Menjaga konsistensi citarasa puluhan tahun tidak mudah, tetapi Warung Kopi Purnama berhasil melakukannya. Dikelola generasi ke-4, Warung Kopi Purnama telah berjualan sejak 1930. Sang pionir adalah orang asli Tionghoa pernah berdagang kopi susu dan roti srikaya di Medan.

Di balik fasad bangunan asli yang tampak sederhana, kamu bakal menjumpai area duduk yang lapang di dalam. Interior dipoles agar tampil lebih rapi tetapi tetap kental nuansa jadulnya.

Begitu juga dengan menu autentik Kopi Purnama: Roti Srikaya dan Kopi Susu. Roti lembut, selai srikaya manis gurih, melengkapi rasa kopi susu dengan rasa pahit, asam, dan manis yang seimbang. Oya, kopi di sini menggunakan Kopi Aroma lho, salah satu roaster kopi lawas di Bandung. 

Beberapa menu populer seperti Rujak Cireng dan Singkong Keju disediakan untuk menggaet generasi muda. Lalu, menu makanan berat seperti Nasi Goreng Purnama, Mie Tek-tek, dan Kwetiau Goreng juga laris manis. Jadi, kalau kamu ingin sarapan sambil mengarungi mesin waktu, di sini tempat yang tepat.

Article imagePhoto source: @warungkopipurnama

Lokasi: Jl. Alkateri No. 22, Braga, Sumur Bandung

6. Sate Hadori

Pecinta sate kambing pasti tahu di mana tempat sate legendaris di Bandung. Ya, ini dia Sate Hadori yang sudah berjualan sejak tahun 1940. Sate Hadori pun termasuk salah satu kedai makan pionir yang muncul di tengah pusat keramaian, seperti di dekat Stasiun Bandung.

Masih menempati lokasi yang sama sejak pertama kali berdiri, Sate Hadori juga berhasil menjaga citarasa autentik. Bahkan, kamu bisa melihat sendiri bagaimana daging paha belakang kambing betina berusia 1–1,5 tahun dipotong dan ditusuk-tusuk menjadi sate. Satu tusuk sate terdiri atas tiga potong daging kambing dan satu atau dua potong lemak.

Sate Sinereut atau has dalam jadi primadona Sate Hadori. Walau potongannya cukup tebal, tetapi daging empuk dan juicy. Lemak lumer di mulut serta tidak ada bau prengus sama sekali.

Sate Kambing disajikan bersama kecap, irisan cabai, irisan bawang merah, dan bumbu kacang. Menyantapnya bersama nasi hangat sungguh nikmat. Belum sah jika menjejakkan kaki di Bandung tanpa mencicipi Sate Hadori!

Article imagePhoto source: Yanti Margianti

Lokasi: Dalam Terminal St. Hall, Jl. Stasiun Barat Selatan No.11-12, Kb. Jeruk, Andir

7. Mih Kocok Mang Dadeng

Mih Kocok Mang Dadeng menyebut diri sebagai pionir mi kocok khas Bandung yang kini mudah dijumpai di seantero kota. Terbukti, sejak buka pada tahun 1953, kedai makan ini tak pernah sepi pembeli. Padahal, tempat makannya cukup sederhana, tetapi bersih dan rapi.

Dalam satu porsi mie kocok, kamu akan mendapati mie kuning, potongan kikil lembut, serta taburan bawang goreng dan seledri. Penikmat hidangan ini tentu mengincar kuah gurih hasil memasak tulang sapi berjam-jam. Lemak yang lumer dalam kuah kaldu menciptakan rasa ringan dan nyaman saat diseruput.

Selain mi kocok sang primadona, kamu juga bisa memesan menu lain. Misalnya, Sop Kaki Sapi Spesial Sumsum yang juga banyak dicari.

Oya, kamu bisa meracik sendiri gurih pedasnya makanan sesuai selera dengan menambahkan jeruk nipis, sambal, saus, dan bahan lain. Kini anak cucu Mang Dadeng mengelola restoran keluarga tersebut dan membuka beberapa cabang di Bandung.

Article imagePhoto source: @agunawan75

Lokasi: Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 67, Turangga, Lengkong

8. Rumah Makan Linggarjati 

Warna hijau toska yang mencolok di dalam Rumah Makan Linggarjati segera mengingatkanmu pada semangkuk mie yamin. Kesederhanaan bangunan rumah makan ini kontras dengan area sekitarnya, tetapi justru itulah yang mengundang kaki untuk melangkah ke dalam.

RM Linggarjati tidak berubah banyak walau telah berjualan turun temurun dari tahun 1950. Bermula dari nasi rames, sang pemilik kemudian mengandalkan mie yamin dan bakso sebagai menu andalan.

Varian mie yang disajikan pun tak biasa. Selain Mie Ayam, Mie Bakso, dan Mie Pangsit, Mie Babat adalah best seller RM Linggarjati. Menariknya, ada sambal tauco yang pas untuk menyempurnakan rasa Mie Babat.

Di samping pesan mie, Jus Alpukat juga wajib dicoba. Alih-alih membuatnya dengan blender, buah alpukat diaduk manual sehingga jus lebih kental dan masih ada potongan alpukat. Sisiran gula merah di atas menambah kelezatan jus ini. Maka, menikmati mie yamin dan jus alpukat jadi kenikmatan hakiki di RM Linggarjati.

Article imagePhoto source: @ressy_r

Lokasi: Jl. Balonggede No. 1, Regol

9. Lotek Kalipah Apo

Menyebut Lotek Kalipah Apo, langsung terbayang sedapnya sepiring lotek dengan bumbu kacang. Restoran legendaris di Bandung ini telah eksis sejak 1953 dan sekarang dikelola oleh generasi ketiga.

Lotek Kalipah Apo meracik sendiri bumbu kacang lekoh yang memiliki rasa legit, sangat sesuai dengan lidah orang Sunda. Resep warisan keluarga ini memang menggunakan kacang hasil sangrai sehingga terasa lebih gurih.

Lalu, gurih manisnya bumbu kacang menyelimuti campuran sayuran rebus yang dimasukkan ke dalam cobek raksasa. Ada daun bayam atau kangkung, kacang panjang, labu siam, dan tauge. Saat disantap, masih ada sensasi “krenyes” dari sayuran dan bumbu kacang.

Tak hanya lotek, kamu juga dapat memesan masakan Nusantara lain. Misalnya, Lontong Kari Ayam Kampung, Rujak Asinan, Rujak Tumbuk atau Beubeuk, dan Nasi Timbel Gepuk. Habis gurih terbitlah manis. Maka, Kolak Campur atau Es Cendol Cap Boenga adalah pilihan tepat untuk mencuci mulut.

Article imagePhoto source: @ennyjuls

Lokasi: Jl. Kalipah Apo No. 42, Karanganyar, Astanaanyar

10. Warung Nasi Mak Eha

Tahukah kamu bahwa awalnya Pasar Cihapit adalah lapangan tempat memandikan kuda saat zaman kolonial Belanda? Warung Nasi Mak Eha sudah ada sejak tahun 1947, ketika lahan itu masih lapangan dan Pasar Cihapit belum lahir.

Mak Eha meneruskan warung makan yang dikelola ibunya. Dengan resep yang masih sama, Warung Nasi Mak Eha adalah destinasi kuliner favorit semua kalangan. Dari tokoh nasional, pejabat, selebriti, mahasiswa, keluarga, hingga anak muda yang belakangan rajin menyambangi Pasar Cihapit.

Sesuai namanya, kamu bisa menyantap masakan rumahan khas Sunda. Sebut saja, gepuk, soto Bandung, rendang, perkedel, dan aneka pepes. Plus, sambal dadak, sambal leunca, dan karedok sebagai pelengkap hidangan.

Kini Warung Nasi Mak Eha tersembunyi di dalam hiruk pikuk Pasar Cihapit. Namun, pesona rasa dan aroma nostalgia yang kental membuat pelanggan setianya selalu kembali lagi.

Article imagePhoto source: @fadlyy_

Lokasi: Pasar Cihapit, Jl. Cihapit No. 8A, Cihapit, Bandung Wetan

Menyimak 10 restoran tertua di Bandung serasa kembali ke masa lalu dengan mesin waktu. Restoran legendaris itu menjadi cagar budaya hidup sekaligus kontributor utama yang menegaskan Bandung sebagai pusat kuliner. 

Meluangkan waktu untuk jelajah rasa abadi ini bukan cuma mencicipi rasa autentik, tetapi juga meresapi cerita di balik perjuangan setiap restoran untuk bertahan hingga kini. Jadi, mau mampir ke restoran mana dulu?