Photo source: Freepik
Tahukah kamu apa itu fondue? Biasanya hidangan ini berupa panci kecil berisi lelehan keju, yang dipanaskan di atas kompor. Lalu, orang akan mencelupkan roti ke dalam keju.
Fondue adalah hidangan asal Swiss. Di tanah asalnya, sajian ini bukan cuma menikmati keju leleh dengan cara fancy. Tampilannya sederhana, tetapi fondue berasal dari sejarah panjang yang identik dengan momen kebersamaan.
Itu sebabnya fondue sering hadir saat kumpul bareng keluarga, dinner romantis, atau makan malam santai yang akrab.
Apa Itu Fondue?
Fondue adalah hidangan khas Swiss berupa lelehan keju dan wine yang disajikan dalam panci (caquelon atau panci fondue) di atas kompor portabel dengan lilin atau spirit lamp. Tujuannya, agar lelehan keju tetap hangat dan nggak cepat mengeras.
Kemudian, lelehan keju ini dimakan dengan mencelupkan roti, sayuran, atau makanan lain menggunakan garpu panjang. Simpel, tapi pengalamannya berbeda.
Nama fondue berasal dari kata dalam bahasa Prancis fondre yang berarti “meleleh”. Pertama kali kata ini tercatat dalam Cuisinier Moderne karya Vincent La Chapelle pada 1735, tetapi masih berupa hidangan telur dan keju. Boleh dibilang menyerupai telur orak-arik dengan keju.
Photo source: Pexels/Fernanda Neitzel
Sejarah Fondue
Sampai akhir abad ke-19, nama fondue keju merujuk pada makanan berbahan telur dan keju. Resep fondue keju modern yang memadukan keju dan anggur tanpa telur terbit tahun 1875. Ketika itu, fondue sudah dipromosikan sebagai makanan nasional Swiss.
Alih-alih kehidupan pedesaan di pegunungan, fondue sebetulnya hidangan penduduk yang menempati dataran rendah Swiss bagian barat. Sajian ini lahir karena kebutuhan untuk menggunakan keju yang sudah “tua” dan roti selama musim dingin mengingat makanan segar tidak tersedia dengan mudah.
Kemudian, Schweizerische Käseunion atau Swiss Cheese Union mempopulerkan fondue pada tahun 1930-an. Upaya ini dilakukan untuk mendorong konsumsi keju. Bahkan, usai Perang Dunia II berakhir, Swiss Cheese Union mengirimkan set fondue ke resimen militer dan berbagai event di seantero Swiss.
Keberadaan fondue menjadi simbol persatuan negara kecil di Eropa itu. Fondue juga identik dengan pemandangan dan olahraga musim dingin. Kini, fondue hadir sebagai comfort food yang hangat dan dapat dinikmati kapan saja.
Photo source: Pexels/Matheus Bertelli
Kenapa Fondue Selalu Identik dengan Kebersamaan?
Fondue hadir dalam satu pot besar untuk dinikmati bersama. Ini berbeda dari plated dish yang datang dalam porsi personal.
Artinya, semua orang mencelup ke wadah yang sama. Dari cara bersantap ini, ada interaksi, obrolan, dan momen menunggu giliran. Bahkan ada aturan lucu: kalau roti kamu jatuh ke dalam pot keju, siap-siap dapat “hukuman”. Tentu ini just for fun, biasanya hanya berupa traktir minuman atau tantangan ringan.
Namun, ada etiket tidak tertulis yang perlu diperhatikan saat menyantap fondue, antara lain:
- Garpu celup digunakan untuk memindahkan makanan dari panci ke piring, bukan untuk dipakai bersantap.
- Selalu mengaduk dengan gerakan angka 8.
- Jangan menggores bagian bawah panci dengan garpu.
- Tambahkan telur dan kirsch schnapps ke dalam panci saat keju hampir habis.
Photo source: Pexels/Michael Pointner
Jenis-Jenis Fondue yang Wajib Kamu Tahu
Saat membahas jenis-jenis fondue agaknya kita perlu sepakat tentang satu hal. Berdasarkan wilayah, varian fondue dapat berbeda antara tiga negara: Swiss, Prancis, dan Italia.
Sedangkan menurut bahannya, fondue tak sebatas keju dan roti. Ada juga fondue coklat, menggunakan lelehan coklat yang ditempatkan dalam fountain. Biasanya, marshmallow, stroberi, anggur, atau buah lain dicelupkan ke dalamnya.
Namun, fondue coklat hanya mengadopsi cara penyajian makanan khas Swiss tersebut. Jadi, kali ini kita akan fokus membahas jenis-jenis fondue berdasarkan wilayah yang tampak dari varian keju sebagai bahan utamanya.
Photo source: Pexels/Minchephoto Photography
Fondue Swiss
Prinsipnya fondue tradisional Swiss merupakan campuran keju gruyère dan emmental, bawang putih, tepung, dan anggur putih. Untuk menambah rasa, bumbu lain dapat dimasukkan, seperti pala atau paprika.
Jika kamu mampir ke beberapa wilayah Swiss yang berbeda, bisa dipastikan jenis keju yang digunakan pun tak sama. Beberapa daerah memilih keju appenzeller daripada emmental. Keju ini punya tekstur keras, aroma kuat, dan rasa tajam karena direndam anggur. Sebaliknya, emmental punya rasa lebih halus, manis, dan nutty.
Lalu, ada Fribourgeois dari daerah Fribourg. Fondue ini memakai Vacherin Fribourgeois 100%, keju semi-keras yang punya rasa sedikit asam. Inilah satu-satunya fondue yang tidak memakai wine dan memakai kentang sebagai pencelup.
Fondue Prancis
Kedekatan geografis membuat fondue Prancis hampir serupa dengan versi Swiss. Savoyarde menjadi varian paling terkenal dari negara asal Napoloen Bonaparte ini.
Fondue Savoyarde memakai campuran keju gruyère, Beaufort, dan comté. Orang Prancis juga mencampurkan lelehan keju ini dengan anggur putih, bawang putih, dan rempah lain untuk menambah rasa.
Fondue Italia
Menariknya, fondue Italia tampil sangat berbeda jika dibandingkan versi Swiss dan Prancis. Alih-alih menggunakan banyak keju, Italia hanya mengandalkan satu jenis keju, yaitu fontina.
Lantas, seperti apa rasa keju ini? Secara profil rasa, fontina mirip keju Swiss. Namun, saat meleleh keju ini memiliki konsistensi lebih ringan, cenderung menyerupai mozzarella.
Pun fondue Negeri Pizza tidak menambahkan tepung atau anggur. Guna menghasilkan custard gurih dan lezat, mentega, susu, serta kuning telur ditambahkan sebagai pelengkap keju leleh tadi.
Dari penjelasan apa itu fondue, kita tahu esensi hidangan ini adalah tentang mencelup, berbagi, dan menikmati waktu bersama. Tren dining experience yang mengedepankan interaksi dan suasana kembali mengangkat pamor fondue.
Nah, apakah kamu sudah pernah mencobanya? Jika belum, mungkin sekarang waktu yang tepat untuk mencicipi fondue.