Photo source: Pexels/Polina Tankilevitch

Bagaimana cara makan bebek Peking yang benar? Boleh jadi tak semua orang tahu atau malah bingung begitu berhadapan dengan hidangan satu ini.

Berbeda dari masakan bebek biasa, bebek Peking hadir sebagai mahakarya kuliner yang telah melintasi zaman. Mencicipinya kali pertama di restoran Chinese food autentik tentu bisa membingungkan saat melihat irisan daging bebek bersama pelengkapnya.

Agar kamu bisa menikmati kelezatan maksimal ikon kuliner Cina ini, simak dulu sejarah bebek Peking hingga cara makan bebek Peking yang benar. Berikut pembahasan selengkapnya.

Sejarah Bebek Peking: Hidangan Para Kaisar

Melansir Wikipedia, sejarah bebek Peking dapat ditarik jauh sampai ke zaman Dinasti Selatan dan Utara. Namun, variasi bebek panggang muncul pada masa Dinasti Yuan. Dahulu hidangan ini bernama “shao yazi”, seperti tercantum dalam buku Resep Lengkap untuk Masakan dan Minuman. Adalah Hu Sihui, inspektur dapur kekaisaran yang menulis buku ini pada tahun 1330.

Para koki istana mengembangkan metode pemanggangan yang rumit. Udara ditiupkan ke bawah kulit bebek supaya terpisah dari daging. Teknik inilah yang membuat kulit bebek terasa renyah, sedangkan dagingnya tetap lembap dan juicy.

Bianyifang menjadi restoran pertama yang secara khusus menyajikan bebek Peking. Restoran ini telah buka sejak tahun 1416. Berlokasi di Xianyukou dekat Qianmen, Beijing, restoran tersebut masih beroperasi hingga kini.

Berganti era Dinasti Qing (1736–1796), hidangan ini kian populer di kalangan atas. Bahkan, para penyair dan sarjana menuliskan nama bebek Peking dalam karya-karyanya, seperti puisi. Kemudian, pada tahun 1864 restoran bernama Quanjude di Beijing mengembangkan teknik oven gantung untuk memanggang bebek.

Memasuki pertengahan abad ke-20, bebek Peking menyandang status simbol nasional Cina yang mengundang rasa penasaran wisatawan dan diplomat. Bebek Peking melegenda lantaran bertahan lintas zaman sekaligus menjanjikan pengalaman bersantap yang sarat tradisi.

Article imagePhoto source: Pixabay/喵小二

Metode Tradisional Memasak Bebek Peking 

Memasak bebek Peking ternyata membutuhkan tingkat ketelitian tinggi. Bebek mentah dibersihkan dengan membilasnya dengan air mengalir. Lalu, udara ditiupkan di bawah kulit melalui rongga leher guna memisahkan kulit dari lemak.

Bebek melalui proses perebusan dalam air mendidih selama 2–3 menit. Kemudian, bebek digantung dan dikeringkan yang bertujuan mengencangkan kulit. Ketika digantung, bebek diolesi lapisan sirup madu, sedangkan bagian dalam dibilas lagi. 

Lapisan kedua marinasi menggunakan kecap, bubuk lima rempah, dan maltosa yang dioles di bagian dalam dan luar. Bebek sengaja dibiarkan 24 jam di tempat sejuk dan kering. Barulah bebek dipanggang hingga kulitnya coklat mengkilap.

Nah, secara tradisional terdapat dua metode pemanggangan bebek Peking.

Article imagePhoto source: Pexels/Amanda Lim

Oven tertutup

Bianyifang masih melestarikan teknik pemanggangan bebek Peking dalam oven tertutup. Oven ini terbuat dari batu bata dan panggangan logam. Oven harus dalam keadaan panas lebih dulu. Biasanya, jerami sorgum Gaoliang dibakar di bagian bawah.

Segera setelah api padam, bebek baru dimasukkan. Dengan begitu, daging akan matang perlahan melalui konveksi panas dalam oven. Bebek Peking yang dipanggang dalam oven tertutup memiliki daging dan lemak yang lebih juicy serta empuk.

Oven terbuka

Dinasti Qing mengembangkan teknik oven terbuka di dapur kekaisarannya. Restoran Quanjude lalu mengadopsi teknik tersebut untuk memasak bebek Peking. Oven terbuka atau oven gantung dapat memanggang sampai 20 bebek secara bersamaan di atas api terbuka yang memakai kayu keras pohon persik atau pir.

Bebek digantung pada kaitan di atas api. Suhu oven mencapai 270°C dan proses pemanggangan berlangsung 30–40 menit. Dengan cara pemanggangan ini, lemak akan meleleh sehingga menghasilkan kulit bebek yang lebih renyah.

Cara Makan Bebek Peking

Penyajian bebek Peking berbeda dari masakan bebek biasa. Alih-alih menyajikannya sebagai lauk pendamping nasi atau mie, bebek Peking datang dengan beberapa kondimen yang harus disantap bersama. Itu sebabnya hidangan ini cenderung dianggap sebagai appetizer daripada makanan utama.

Secara tradisional, koki melakukan atraksi penyajian yang membuat cara makan bebek Peking sebagai pengalaman interaktif. Koki membawa bebek utuh yang baru keluar dari oven menuju dekat meja pelanggan. Dengan lihai, koki akan mengiris bebek menjadi potongan tipis yang presisi.

Kemudian, irisan daging bebek disajikan bersama “teman-temannya”, yaitu setumpuk panekuk tipis, irisan batang bawang, irisan timun, gula pasir, dan saus. Biasanya, saus tersebut berupa saus hoisin atau saus plum yang memiliki citarasa asam manis. Beberapa restoran menyediakan bao bunga teratai (gua bao) sebagai pengganti panekuk.

Article imagePhoto source: Pexels/Polina Tankilevitch

Lalu, tiba saatnya “merakit” bebek Peking untuk merasakan kenikmatan maksimal. Berikut cara makan bebek Peking yang benar.

Menikmati kerenyahan kulit

Cara pertama makan bebek Peking dimulai dari kulitnya. Celupkan kulit bebek yang renyah ke dalam mangkuk kecil berisi gula pasir. Perpaduan lemak bebek gurih dan butiran gula yang manis menciptakan sensasi meledak dan lumer di mulut. Ini merupakan cara tradisional untuk mengapresiasi tekstur kulit yang dipanggang sempurna.

Cara makan wrap bebek Peking

Nah, ini dia momen paling dinanti: membungkus bebek dengan panekuk tipis atau kulit lumpia kukus. Bagaimana cara makan wrap bebek Peking?

  1. Ambil dua hingga tiga irisan daging bebek. 
  2. Celupkan bagian kulit dari irisan bebek ke sedikit gula.
  3. Oleskan saus di panekuk dan letakkan daging bebek tadi.
  4. Tambahkan irisan timun dan batang bawang.
  5. Gulung panekuk dengan rapi.
  6. Santap dalam satu atau dua gigitan.

Article imagePhoto source: Pexels/Polina Tankilevitch

Menarik kan cara menyantap bebek Peking? Oh ya, gunakan juga bebek yang telah dicelupkan ke saus sebagai “kuas” untuk menyapukan saus ke panekuk. Jika yang tersedia adalah bao daun teratai, maka sandwich mini bebek Peking adalah hasil akhirnya.

Menyeruput kuah sup tulang bebek

Tidak ada satu bagian bebek pun yang terbuang percuma. Beberapa restoran Chinese food merebus tulang bebek sebagai bahan kaldu sup gurih. Kadang sup ini berisi tahu dan sayuran. Menyeruputnya pada akhir sesi makan bisa membantu “membersihkan” langit-langit mulut dari sisa lemak bebek. 

Menilik uraian di atas, cara makan bebek Peking sejatinya adalah sebuah seni. Semua indera termanjakan dalam pengalaman bersantap interaktif ini. Dari kepiawaian koki mengiris daging bebek, aroma harum masakan, rasa gurih manis yang berpadu, hingga keterampilan tangan menggulung panekuk.

Dalam satu gigitan, muncul tekstur yang beragam: panekuk lembut, bebek juicy, dan sayur renyah. Baik memakai tangan atau sumpit saat melipat panekuk, keduanya sama-sama menjanjikan waktu makan yang berkesan.

Bebek Peking terbukti mampu bertahan sebagai hidangan tradisional selama berabad-abad. Maka, memahami cara makan wrap bebek Peking yang benar bukan cuma untuk menikmati kelezatan maksimal, tetapi juga mengapresiasi sebuah hidangan yang bertahan melintasi zaman.