Makanan yang diolah dengan cara digoreng bisa ditemukan di hampir semua jenis restoran. Entah itu memiliki restoran makanan cepat saji, restoran Italia, atau restoran Indonesia, Anda pasti butuh pengetahuan mengenai cara menggoreng, memilih minyak goreng, dan menggunakan minyak tersebut di deep fryer agar bisa memproduksi makanan yang berkualitas. Di artikel kali ini, kita akan membahas mengenai bagaimana cara memilih minyak goreng untuk deep fryer, dan seberapa sering Anda harus mengganti minyak tersebut, bagaimana cara menyaring minyak, dan bagaimana cara membuang minyak yang tepat.
Apa minyak goreng terbaik untuk deep fryer?

- Peanut oil
- Canola oil
- Grapeseed Oil
- Soybean Oil
- Corn Oil
- Cottonseed Oil
A. Apakah yang dimaksud dengan titik asap minyak goreng?

B. Bagaimana bisa minyak goreng mempengaruhi rasa makanan?

Seberapa sering saya harus mengganti minyak goreng di dalam deep fryer?

A. Apa tanda minyak goreng harus diganti?

B. Bolehkah saya meninggalkan minyak goreng di deep fryer?

Bagaimana cara membersihkan dan menyaring minyak goreng yang digunakan untuk deep fryer?

- Tempelkan kain saringan di atas saringan minyak (chinois). Ini akan memastikan sisa makanan ukuran paling kecil pun akan tersaring dengan baik.
- Posisikan chinois di atas corong, tapi pastikan corong Anda cukup besar untuk mengalirkan minyak yang sudah disaring.
- Lalu, tuang minyak secara perlahan ke kain penyaring dan chinois. Pastikan juga wadah penyimpanan Anda dapat menampung semua minyak yang Anda saring.
- Jika Anda ingin menyaring minyak dalam jumlah yang besar, Anda bisa berinvestasi dengan membeli fryer oil filtration. Mesin ini akan memindahkan minyak goreng dari deep fryer, menyaringnya, lalu mengembalikannya lagi ke fryer. Mesin fryer oil filtration yang manual akan lebih hemat energi. Sedangkan yang elektrik pastinya jauh lebih efisien karena menggunakan listrik untuk melakukan proses pemindahan dan penyaringan.
Cara Membuang Minyak Goreng dari Deep Fryer
