Tips & Tricks

Kamus Istilah Baking. Cek Biar Gampang Baca Resep!

by Finna Zephyrine | July 16, 2021

Kamus Istilah Baking. Cek Biar Gampang Baca Resep!
Semenjak pandemi berlangsung di awal 2020 lalu, banyak orang mulai menekuni dunia baking dan mempelajari istilah baking. Sederhana saja, mereka mencari kegiatan yang bisa dikerjakan dan dinikmati di rumah. Resep dan cara baking yang bertebaran di media sosial seperti Instagram dan YouTube semakin memberikan semangat bahwa baking adalah hal yang bisa dipelajari oleh siapa pun.

Photo source: Pixabay

Bahkan menurut Better Homes & Garden, sebuah penelitian pernah membuktikan kalau baking bisa jadi semacam terapi untuk meredakan kecemasan dan mengurangi stress. Ini ada kaitannya dengan aroma bahan-bahan baking yang menenangkan dan proses yang mindful untuk membuat sebuah hidangan.

Istilah Baking untuk Memudahkan Kamu Membaca Resep

Dari segi masak-memasak, baking memang punya aturan yang berbeda. Buat kamu yang baru mau memulai, berikut beberapa istilah dalam dunia baking yang wajib kamu tahu—supaya nggak bingung kalau lihat resep!

1. Au bain marie

Ini adalah teknik memanggang dengan menambahkan satu lagi loyang berisi air di bawah loyang kue. Tujuannya adalah untuk menciptakan uap panas yang akan menjaga kelembapan kue dan warna agar tidak terlalu coklat. Biasanya, teknik yang juga dikenal sebagai hot water bath ini dipakai dalam memanggang cheesecake, bolu chiffon, Japanese cheesecake, dan Taiwanese castella.

2. Double boiler

Dalam istilah baking, melelehkan cokelat masak juga tidak bisa sembarangan. Kamu perlu menggunakan double boiler yaitu menggunakan wadah kaca antipanas atau panci di atas panci lainnya yang berisi air yang direbus. Ini dilakukan supaya cokelat tidak berubah tekstur atau rasa yang bisa berpengaruh pada hasil akhirnya. Kunci dalam melakukan teknik ini adalah jangan sampai uap air panas dari bawah menetes ke atas adukan cokelat.

Photo source: Pixabay

3. Fold

Dalam membuat cake, bolu, atau brownies, kamu mungkin diminta untuk “fold” bahan kering seperti tepung atau gula halus ke dalam adonan. Cara melakukan fold adalah dengan menuangkan bahan kering ke atas adonan, lalu gerakkan spatula ke dasar wadah dari samping dan lipat ke atas dengan gerakan memutar. Teknik ini berfungsi untuk mengaduk adonan tanpa membuatnya “pecah” dan mempertahankan tekstur lembutnya.

4. Kalis elastis

Istilah dalam dunia baking ini sering ditemukan dalam resep roti. Yang perlu kamu ingat, adonan kalis belum tentu elastis. Kalis adalah kondisi adonan yang sudah tidak menempel di jari dan wadah ketika diuleni. Sementara elastis berarti adonan tidak mudah putus ketika ditarik.

Photo source: Pixabay

 

5. Overmixing

Dalam membuat kue atau roti, overmix haruslah dihindari. Artinya, kamu nggak boleh mengaduk adonan terus menerus yang bisa menyebabkan adonan kehilangan udara alias bantat. Aduk seperlunya dan lakukan dengan perlahan terutama saat kamu membuat kue bertekstur lembut.

6. Proofing

Istilah dalam pembuatan roti ini adalah waktu yang dibutuhkan ragi untuk mengembangkan adonan. Biasanya, proofing pertama dilakukan setelah adonan kalis elastis, dan proofing kedua setelah adonan dibentuk. Lama proofing tergantung banyaknya gula dan ragi dalam adonan, tetapi normalnya adalah 45 – 60 menit atau hingga adonan mengembang dua kali lipat dari ukuran awal.

Photo source: Pixabay

7. Rounding

Antara proses proofing pertama dan kedua, ada proses rounding dalam membuat roti. Proses ini berguna untuk membagi adonan sesuai dengan ukuran hasil akhir roti dan menguatkan ikatan gluten sebelum dibentuk.

8. Sifting

Sederhananya, sifting adalah proses mengayak tepung. Tepung yang diayak akan menghasilkan kue yang lebih lembut dan tidak bergumpal. Jangan lupa untuk cari tahu juga mengenai jenis-jenis tepung yang berbeda.

9. Soft peak/hard peak

Dalam resep yang menggunakan telur yang dikocok, kamu mungkin menemukan salah satu dari istilah ini. Soft peak adalah istilah baking yang digunakan untuk menggambarkan kocokan telur yang sudah berwarna putih tetapi ujungnya masih membulat ketika ditarik ke atas. Sementara pada hard peak, adonan akan kaku dengan ujung mengarah ke atas ketika ditarik. Hard peak juga bisa berarti adonan tidak bergerak ketika wadah dimiringkan atau dibalik.

Photo source: Pixabay

10. Window pane

Setelah sampai ke tahap elastis, adonan roti bisa mencapai tahap window pane yaitu ketika ditarik melebar ia akan terlihat transparan tetapi tidak sobek. Banyak yang bilang bahwa tahap window pane cukup sulit dicapai, padahal nyatanya hanya perlu teknik, resep, dan waktu yang pas. Nah, berbekal daftar istilah baking di atas, kamu sekarang sudah bisa eksekusi resep yang kamu temukan. Satu hal kalau mau mulai baking: jangan lelah mencoba karena practice makes perfect!