Food

5 Keju Lokal Indonesia Ini Gak Kalah Sama Keju Impor

by Danang Lukmana | July 23, 2021

5 Keju Lokal Indonesia Ini Gak Kalah Sama Keju Impor
Siapa sangka, negara Indonesia punya jenis keju lokal sendiri yang sangat unik lho. Sudah pada tahu belum nih jenis-jenis keju dari negara kita sendiri? Yang pasti beberapa jenis sangat berbeda dengan keju luar yang sudah terkenal. Hal tersebut tentu menjadi keunikan sekaligus kekayaan kuliner bangsa kita. Masyarakat Indonesia sendiri sudah sangat familiar dan menyukai keju dalam makanan atau bahkan minuman. Keju merupakan produk olahan susu yang paling digemari. Dalam penggunaannya, masyarakat kita sering menyantapnya langsung atau dijadikan bahan campuran pada berbagai hidangan.

Jenis Keju Lokal Indonesia

Nah, beberapa daerah di Indonesia juga terkenal akan produksi keju lokalnya dengan mengandalkan bahan-bahan serta metode pembuatannya yang sangat lokal juga. Pastinya cita rasa pun akan berbeda dengan jenis keju terkenal dunia yang mayoritas dari Eropa itu. Apa saja sih emangnya jenis keju lokal dari Indonesia tersebut? Simak yuk di bawah ini.

1.      Keju Dangke dari Sulawesi Selatan

Keju lokal yang pertama ialah dangke yang berasal dari Sulawesi Selatan, khususnya di daerah Kabupaten Enrekang. Dilansir dari Etnis, bahan hingga proses pembuatannya benar-benar masih murni secara tradisional. Bahan bakunya sih sama seperti keju umumnya yakni susu, bisa dari susu sapi maupun susu kerbau. Harga keju dari susu kerbau biasanya akan lebih mahal.

source: @aiizhiier

Setelah diperah, air susu akan disaring dan direbus dengan suhu minimal 70 derajat Celcius. Selagi dimasak, susu tersebut diberi campuran getah pepaya muda yang masih hijau. Fungsi getah pepaya muda di sini untuk memisahkan antara lemak, protein, dan air. Sehingga bahan susu yang dihasilkan akan menjadi padat sebelum dicetak. Alat cetaknya pun masih sangat tradisional lho dari bahan tempurung kelapa. Tampilan keju dangke justru mirip tahu, dengan warna putih susu yang kenyal namun padat. Cara menikmatinya juga berbeda dengan keju umumnya, yakni dijadikan teman lauk makan nasi dengan cara digoreng atau dipanggang. Sayangnya, keju ini sangat eksklusif karena daerah pemasarannya yang terbatas. Umumnya cuma dijual di wilayah Enrekang dan kabupaten tetangganya, seperti Tana Toraja dan Toraja Utara.

2.      Dadiah dari Sumatera Barat

Sumatera Barat gak cuma terkenal dengan olahan rendang dan makanan bersantan lainnya. Di sini, tepatnya Bukittinggi, lahir juga olahan fermentasi susu yang terkenal, yakni dadiah. Dibuat dari susu kerbau yang disimpan dalam batang bambu dan ditutup daun pisang, hingga terfermentasi dan kental memadat. Uniknya, proses fermentasi ini nggak menggunakan kultur mikroba sama sekali.

source: @kampoengminang

Biasanya, proses fermentasi akan berlangsung sekitar 2 sampai 3 hari penuh. Tetapi umumnya pada usia penyimpanan dua hari sudah mulai dijual di pasar. Proses fermentasi ini kemudian menghasilkan sejenis krim padat bertekstur lembut dan memiliki cita rasa yang asam. Semakin lama usia penyimpanannya, dadiah yang dihasilkan akan semakin padat dan mengeras. Biasanya dadiah dinikmati sebagai menu sarapan dengan emping beras dan kuah gula merah. Selain itu, dadiah juga bisa dinikmati dengan sambal, bawang, dan sirih. Dadiah juga cocok dijadikan lauk pendamping nasi ditambah sambal.

3.      Dali Ni Horbo, Kejunya Suku Batak

Masyarakat Tapanuli menyebut hidangan mirip keju ini sebagai dali ni horbo atau bagot ni horbo. Secara harafiah kedua nama tersebut berarti susunya kerbau. Makanan khas Batak dari daerah Tapanuli ini, merupakan air susu kerbau yang diolah secara tradisional hingga memadat dan bisa dinikmati sebagai lauk makan.

source: @helen_christianti

Resep pembuatannya konon sudah dari leluhur masyarakat Batak Tapanuli. Terbuat dari susu kerbau yang ditambahkan air perasan daun pepaya atau air nanas untuk membantu proses pengentalan. Makanan ini biasanya dimakan secara langsung tanpa nasi, tapi bisa juga dihidangkan sebagai lauk bernama arsik, sajian ikan mas dengan bumbu khas Batak.

4.      Keju Senduro dari Lumajang, Jawa Timur

Keju senduro terbuat dari susu kambing jenis Etsen, yaitu perkawinan antara jenis Etawa dan Manggala, varietas asli dari Desa Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bagi masyarakat Senduro, kambing sudah menjadi kawan baik dan menjadi sandaran hidup. Susu kambing juga gak kalah dari sapi dan mengandung vitamin seperti, vitamin D, B, K, protein, serta lebih rendah laktosa.

source: istockphoto

Keju kambing senduro memiliki dua jenis, yaitu soft cheese dan mozzarella. Varian soft cheese punya tekstur lembut seperti tahu dan beraroma susu segar. Sedangkan keju senduro mozzarella bertekstur kenyal dan mudah meleleh apabila terkena suhu tinggi.

5.      Keju Indrakila, Boyolali, Jawa Tengah

Kabupaten Boyolali memang terkenal sebagai daerah penghasil susu sapi terbesar di Jawa Tengah. Potensi daerah tersebut akhirnya dimanfaatkan untuk mendirikan pabrik keju. Salah satu yang terkenal adalah pabrik keju Indrakila yang didirikan oleh seorang pemuda pada tahun 2009 yang lalu.

source: @gastrofundamental

Ada beberapa jenis keju yang diproduksi Indrakila, yaitu mozzarella, feta, mountain, mountain chili, feta black pepper, dan feta olive oil. Selain itu ada juga varian khasnya yakni keju boyobert. Keju boyobert ini sebetulnya terinspirasi dari keju camembert dari Prancis, tapi versi Boyolali. Nah, itu tadi deretan keju lokal yang ada di Indonesia. Penasaran nggak nih Nibblers untuk mencicipi jenis-jenis keju tersebut?