Photo: Pixabay

Siapa yang belum kenal akan sejarah churros? Camilan asal Spanyol ini menjadi kudapan maupun dessert favorit yang mendunia dan cocok dinikmati semua jenis usia. Dunia mengenal churros sebagai roti goreng ataupun donat khas Spanyol. Yap, camilan ini dimasak dengan menggoreng adonan tepung terigu sampai bertekstur garing di luar tapi lembut di dalam.

Camilan yang konon berasal dari Negeri Matador Spanyol ini umum dinikmati baik untuk sarapan pagi, jajanan pinggir jalan, maupun dessert manis selepas makan berat. Di Spanyol, kamu bisa menemukan restoran churros enak, maupun toko atau kedai yang dikenal juga dengan sebutan churreria.

Bentuk churros memanjang seperti cakwe, lalu dinikmati dengan cocolannya yang berasal dari cokelat panas kental. Dalam versi lainnya, camilan ini disajikan sebagai cocolan kopi, susu, ataupun hanya ditaburi dengan gula halus.

Dari Spanyol, kudapan ini berkembang di negara-negara bekas koloni mereka seperti di Amerika Latin. Akan tetapi sejarah dan asal-usul churros sendiri memang ada banyak versi. Jadi buat yang penasaran dengan sejarah churros sampai mendunia seperti sekarang, yuk simak artikel berikut ini!

Sejarah dan Kisah Asal-Usul Churros

Article image

Photo source: Istockphoto

Churros ternyata punya sejarah asal-usul yang sangat panjang dan sampai saat ini belum ada sumber akurat yang bisa membuktikannya. Sebetulnya adonan tepung/dough yang digoreng ini memang punya sejarah yang panjang dan bisa ditemukan di beragam budaya dunia. Beberapa contohnya ada donat di Amerikabomboloni dari Italialukumades dari Yunani, beignet asal Prancis, oliebolen asal Belanda, sampai youtiao atau cakwe asal Tiongkok.

Nah, sejarah mana yang mempengaruhi terciptanya churros di Spanyol? Berikut beberapa versi asal-usulnya!

Versi Pertama

Dilansir dari Kompas, versi yang pertama menyebut bahwa kudapan ini memang asli dari Negara Spanyol, lebih tepatnya berasal dari camilan para penggembala domba di pegunungan wilayah Semenanjung Iberia. Nama churros seperti disebut berdasarkan nama jenis domba yang umum dikembang-biakkan di wilayah tersebut, yaitu domba Navajo-Churro. Domba yang punya tanduk panjang melingkar dan permukaan yang membentuk guratan, disebut menginspirasi pemberian nama camilan ini.

Pada masa itu, sulit bagi para penggembala domba tersebut pergi menjangkau toko-toko roti di perkotaan demi membeli perbekalan makanan. Akhirnya para gembala tersebut hanya cukup membawa tepung terigu, air, garam, dan minyak untuk memasaknya sendiri di sela-sela waktu menggembala. Adonan sederhana dari campuran air, tepung terigu, dan garam yang digoreng inilah yang disebut sebagai asal mula sejarah churros dalam versi yang pertama.

Versi Kedua

Dalam versi kedua ini menyebut bahwa sudah ada bangsa lain yang memperkenalkan teknik menggoreng adonan kepada orang Spanyol. Dilansir dari Historycooperative.org, jenis kudapan bernama Teules yang diperkenalkan bangsa Moorish lah yang konon menjadi asal-usul orang Spanyol menciptakan churros. Sebelum para penggembala domba paham cara menggoreng adonan, bangsa Moorish lebih dulu memperkenalkan tekniknya kepada bangsa Spanyol.

Bangsa Moor, yang merupakan bangsa Muslim keturunan Arab dan Amazigh Maroko yang dalam sejarahnya pernah menduduki wilayah Andalusia dan hampir seluruh Semenanjung Iberia selama hampir delapan abad.

Dari awal abad ke-8 hingga akhir abad ke-15, Spanyol dan Portugal berada di bawah Imperium Muslim dan banyak mempengaruhi teknik kuliner mereka, termasuk hadirnya kue bernama teules. Kecintaan bangsa Muslim-Moor pada kue adonan yang digoreng mempengaruhi selera orang-orang Spanyol. 

Sekedar informasi, di negara-negara Arab dan Timur Tengah juga terdapat kudapan yang mirip churros sampai saat ini bernama Tulumba yang manis dilapisi air gula. 

Article image

Photo source: Istockphoto

Versi Ketiga

Sedangkan pada versi ketiga ini memang lebih unik karena ada pengaruhnya dengan bangsa Asia Timur, yaitu Tiongkok. Para pelaut Portugis yang berkelana ke Asia, mencapai daratan Tiongkok dan akhirnya berkenalan dengan menu bernama Youtiao. Kudapan bernama youtiao ini juga bisa kamu temukan di Indonesia dengan sebutan cakwe.

Para pelaut Portugis yang jatuh cinta dengan kudapan ini akhirnya membawa pulang resepnya untuk diperkenalkan di negara asalnya. Sebagai negara tetangga Portugal, orang-orang Spanyol pun juga turut mempelajari resep roti yang digoreng dengan bentuk memanjang ini dan awal inspirasi churros. Orang-orang Tiongkok memang menjadikan cakwe sebagai menu sarapan, ini pula yang konon menginspirasi orang Spanyol untuk menikmati churros sebagai sama-sama menu sarapan.

Article image

Photo source: Istockphoto

Churros dan Cokelat

Selain sejarah asal-usul terciptanya churros yang beragam, kini sejarah penyajiannya yang erat kaitannya dengan kolonialisme. Di Spanyol, churros umumnya disajikan dengan secangkir cokelat panas kental sebagai cocolannya. Bangsa Spanyol sendiri baru mengenal sajian cokelat pasca pengembaran dan kolonisasi mereka di benua Amerika.

Article image

Photo source: Istockphoto

Sejarah cokelat yang berasal dari biji tanaman kakao dibawa ke Eropa pada tahun 1520-an oleh Friar Gerónimo de Aguila sekembalinya dari perjalanan ke Meksiko bersama Hernán Cortés. Dilansir dari The Making Of Madrid, meskipun orang Meksiko mengolahnya sebagai minuman pahit pedas, sejak awal orang Spanyol justru meminumnya dengan tambahan air dan gula. Minuman ini langsung sukses di kalangan kelas atas dan menjadi begitu populer pada abad ke-17, sehingga para pendeta terpaksa melarang konsumsinya selama prosesi misa.

Seiring waktu, cokelat yang awalnya hanya bisa dinikmati kelas atas mulai bisa dinikmati juga oleh kelas pekerja dan masyarakat menengah. Pada abad ke-19 di Spanyol, popularitas cokelat justru lebih tinggi dibandingkan kopi. Cokelat disajikan sebagai minuman bagi kelas pekerja Spanyol dan dinikmati dalam keadaan panas dengan rempah-rempah seperti kayu manis atau vanilla. Termasuk menjadi bahan cocolan churros untuk menu sarapan pagi.

Article image

Photo source: Istockphoto

Di Spanyol, kamu akan dipuaskan dengan sajian churros dengan cocolan cokelat panas yang diberikan harum kayu manis dan vanilla yang berkelas. Akan tetapi churros juga bisa disajikan dalam versi lainnya tergantung konteks budaya masing-masing negara.

Di Meksiko, Argentina, dan Brazil, churros dibuat lebih tebal dengan isian karamel susu manis (dulce de leche). Sedangkan di Uruguay diberi isian krim keju dan di Venezuela lebih sederhana hanya diberikan taburan gula plus kayu manis.

Nah itu dia asal-usul sejarah churros yang ternyata punya banyak versi. Saat ini versi penyajian churros juga beragam dari mulai yang dicocol cokelat panas, diberi isian karamel, krim keju, ataupun gula halus beraroma kayu manis. Kamu sendiri lebih suka kisah sejarah dan versi penyajian churros yang mana nih?