Foodies Guide To F&B Industry

Photo by BukaReview

Bener Gak Sih Coto Makassar Itu Kelompok dari Soto?

October 3, 20195 min readInside Stories

Apa yang terlintas di pikiran kalian jika berbicara tentang Coto Makassar? Pasti banyak yang berasumsi kalau makanan ini berasal dari rumpun makanan soto yang terkenal di nusantara, bukan?

Kalau dilihat dari penampilannya memang tidak salah. Coto Makassar dan sajian soto tidak jauh berbeda. Makanan ini sama-sama berkuah dan berisi daging. Namun, jika kalian membandingkannya dalam segi rasa, kedua makanan ini terasa tidak sama. Bagaimana bedanya? Yuk kenali coto Makassar lebih jauh di sini.

Warisan Kerajaan Gowa

Photo source: ResepKoki

Coto Makassar bukanlah makanan kemarin sore. Makanan ini sudah ada sejak abad ke-16, tepatnya sejak tahun 1500 masehi lalu.  Dikenal berasal dari kerajaan Gowa, makanan ini ternyata muncul secara tidak sengaja. Adalah Toak seorang juru masak kerajaan yang sering menyajikan masakan olahan daging kerbau untuk sang raja. Ia merasa sayang saat bagian jeroan kerbau selalu dibuang karena raja hanya menginginkan dagingnya saja.

Toak memikirkan para rakyat yang jarang sekali menikmati daging, sehingga ia tergerak untuk mengolah bagian jeroan sehingga bisa dinikmati. Untungnya, Toak sangat handal meracik bumbu rempah-rempah, baik dari Nusantara atau rempah-rempah dari negara lain karena ia berteman baik dengan pedagang rempah asal Tiongkok, Persia, dan tempat lainnya.

Dengan ilmu perempahan yang dimilikinya, Toak mengukus jeroan dan memasaknya dengan air beras serta kacang. Berkat kenikmatannya, makanan yang dinamakan coto Makassar ini pun melambung. Toak pun memberanikan diri untuk menyuguhkan hidangan ini ke raja. Sampai akhirnya, makanan ini menjadi menu andalan yang selalu disuguhkan ke para tamu raja. Jeroan sebagai isiannya pun ditambah makin kaya karena ada tambahan daging kerbau yang lezat di dalamnya.

Perbedaan Coto dan Soto

Photo source: primarasa

Biarpun sama-sama berkuah dan berisi potongan daging kecil-kecil, cita rasa soto dan coto tidak sama. Soto memiliki tampilan kuah berwarna kuning karena terdapat campuran kunyit di dalamnya. Sedangkan kuah coto cenderung coklat kegelapan. Mungkin karena adanya kandungan kacang yang dihaluskan di dalamnya.

Dibandingkan dengan soto yang terasa lebih ringan, aroma kuliner ini bisa dibilang cukup tajam menyeruak ke hidung. Jangan heran, untuk membuat semangkuk coto Makassar, kita membutuhkan 40 jenis rempah berbeda, seperti bawang merah, bawang putih, lada, jintan, ketumbar, tauco, kemiri, pala, cengkih, foeli, daun kunyit, daun serai, daun sledri, daun salam, daun jeruk purut, lengkuas, jahe, kayu manis, dan masih banyak lagi. Tak lupa terdapat kacang tanah tumbuk juga yang membuat rasanya makin berbeda dengan soto pada umumnya.

Tak hanya soal rasa, penyajian soto dan coto Makassar juga tidak sama. Soto biasanya disantap dengan nasi, sedangkan coto selalu disandingkan bersama lontong, ketupat, atau buras yang terkenal di Makassar.

Bahkan ada yang mengatakan kalau makanan ini bukanlah hidangan utama saat makan pagi, siang, atau sore. Makanan ini merupakan menu peralihan yang disajikan di antara jam makan. Itulah kenapa coto Makassar selalu dihidangkan dalam mangkuk berukuran kecil.

Kalau dari penjelasan di atas bisa disimpulkan kalau coto bukanlah soto. Meski punya nama yang mirip, sejarah dan cita rasa yang berbeda membuktikan kalau coto tidak berasal dari kelompok soto. Kedua jenis makanan tersebut hanya sama-sama berkuah, itu saja.

Coto Makassar Paling Fenomenal di Jakarta

Untuk menikmati semangkuk coto Makassar, kalian tidak perlu ke daerah asalnya. Di Jakarta ada beberapa tempat fenomenal yang kabarnya punya coto Makassar dengan rasa autentik. Di mana saja? Simak yuk rekomendasi kami berikut ini.

Sop Konro Karebosi

Photo source: @goeatagain

Sop Konro Karebosi memang dikenal punya menu konro istimewa. Tapi di restoran ini kalian juga menikmati coto Makassar yang enak banget. Daging yang ada di seporsi menu ini berlimpah. Harganya pun bersahabat, hanya sekitar Rp33.000 saja.

Lokasi: Sop Konro Karebosi, Jl. Boulevard Raya Blok TA 2 No. 38, Kelapa Gading, Jakarta.

 

Coto Makasar Ampera Daeng Memang

Photo source: Kumparan

Berlokasi di Cilandak, rasa coto Makassar buatan restoran ini sungguh nggak kaleng-kaleng. Dagingnya berlimpah, kuahnya gurih, dan tingkat keasinannya bisa diracik sendiri. Jangan lupa tambah sambal tauco ke dalam coto kalian agar rasanya makin nendang.

Lokasi: Coto Makasar Ampera Daeng Memang, Jl. Ampera Raya No. 17Y, Cilandak, Jakarta.

 

Mamink Daeng Tata

Photo source: @mamink_daeng_tata

Siapa coba yang tak kenal Mamink Daeng Tata? Restoran Makassar ini sangat terkenal di Jakarta karena makanan khas Makassar yang ditawarkan terasa autentik. Kalian bisa mencicipi coto Makassar di sini dengan kuah yang coklat dan isian daging serta jeroan yang banyak. Kuah kaldunya terasa pas di lidah. Jangan lupa pesan Tata Ribs juga yang menjadi menu andalan mereka.

Lokasi: Mamink Daeng Tata, Jl. KH Abdullah Syafei No. 33, Tebet, Jakarta.

 

Rumah Makan Marannu

Photo source: @kemonkitamakan

Kenikmatan coto Makassar dari Rumah Makan Marannu akan membuat kalian ketagihan. Isinya banyak jeroan dan daging, makin sedap saat disantap dalam keadaan hangat. Agar cita rasanya makin maksimal, kalian bisa mencampurkan coto dengan konro bakar mereka yang rasanya juara. Ukuran konronya sangat besar, dagingnya lembut dengan bumbu kacang yang menyerap sampai ke dalamnya.

Lokasi: Rumah Makan Marannu, Jl. Boulevard Raya, Blok TA 2 No. 27 - 28, Kelapa Gading, Jakarta.

Sudah tidak penasaran lagi bukan dengan coto Makassar? Buat kalian yang mencoba, segera saja sambangi rekomendasi restoran yang kami berikan di atas ya!

Related Articles

Connect with Nibble