Foodies Guide To F&B Industry

Kenalan Dengan Berbagai Jenis Kuah Rebusan Hot Pot

January 29, 20205 min readFoodie Trends

Hot pot yang merupakan salah satu makanan khas Tiongkok beberapa tahun belakangan ini mulai digemari oleh masyarakat Indonesia. Banyak restoran yang baru dibuka menggunakan konsep hot pot yang juga dikenal dengan nama sukiyaki di Korea Selatan dan shabu-shabu di Jepang ini. Ketiga teknik memasak ini memiliki jenis kuah rebusan yang sama.

Guna memberi perbedaan antar tempat makan hot pot, biasanya masing-masing restoran memiliki jenis kuah rebusan khas masing-masing. Bukan sekedar asam atau manis lagi, saat ini beberapa makanan khas juga disulap menjadi kuah rebusan kuliner ini.

Apa saja kuah yang saat ini sering digunakan oleh restoran hot pot, sukiyaki, atau shabu-shabu? Cari tahu dalam artikel ini!

Mala

Photo source: @shabuatquincy

Mala merupakan salah satu kuliner legendaris yang berasal dari Chongqing dan Sichuan, Tiongkok. Dari kedua provinsi itu resep mala menyebar luas dan akhirnya menjadi salah satu jenis kuah rebusan hot pot yang paling disukai oleh masyarakat Tiongkok.

Mala sendiri memiliki nama yang berasal dari bahasa Tiongkok, di mana ma berarti mati rasa dan la berarti kepedasan. Kedua istilah ini diambil dari apa yang dirasakan mulut setelah mencicipi kuliner khas Tiongkok satu ini. Meski tidak ada yang tahu pasti kapan mala mulai muncul, tetapi mala banyak digunakan di pasar malam provinsi Chongqing sekitar abad 19-20. Pada masa itu, rasa pedas dari mala hadir untuk mengaburkan rasa makanan murahan di pasar.

Biasanya, mala terdiri dari beragam jenis rempah, seperti merica, bawang putih, bubuk cabai, cengkeh, dan jahe. Kesemua bahan ini direbus dengan lemak sapi dan minyak sayur selama beberapa jam. Setelah semua bercampur, mala kemudian dikemas dalam sebuah kendi. 

Collagen

Photo source: BogaGroupIndonesia @youtube.com

Seperti yang sudah banyak diketahui, salah satu protein yang menyusun tubuh makhluk hidup adalah kolagen. Bahkan, 30% dari protein yang terdapat di dalam tubuh adalah kolagen. Kolagen adalah struktur organik pembangun tulang, gigi, sendi, otot, dan kulit. Bahkan, kolagen berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti melekat.

Belakangan, salah satu jenis kuah hot pot yang banyak disukai oleh banyak orang adalah chicken collagen. Rasanya yang menyegarkan tanpa perlu ditambahkan dengan beragam rempah lain membuatnya terasa begitu ringan. Kami pun menyukai kuah chicken collagen yang dimiliki oleh Kitamura Shabu-Shabu.

Kuah chicken collagen dipercaya merupakan salah satu obat tradisional yang berpengaruh besar terhadap tubuh manusia. Meskipun masih belum bisa dibuktikan, banyak yang menyebut jika chicken collagen membantu tubuh untuk melawan penyakit dan menghasilkan keringat.

Sup Miso

jenis kuah rebusan

Photo source: doctoroz.com

Jenis kuah rebusan yang satu ini sudah lebih dahulu dikenal di Jepang. Sup miso adalah salah satu makanan tradisional asal Jepang. Miso dalam sup miso dibuat dari kedelai yang difermentasi dengan garam dan kaji. Terkadang, nasi, rumput laut , atau barley dicampurkan ke dalam adonan. Produk jadi dari miso berupa pasta tebal yang biasa digunakan sebagai campuran sayur, daging, atau sup.

Sup miso dipercaya memiliki kandungan protein yang tinggi dan kaya akan vitamin serta mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Meskipun berasal dari masa lampau, sampai sekarang sup miso masih dipertahankan sebagai salah satu menu sarapan. Ketertarikan dunia akan sup miso semakin berkembang dan saat ini juga sering digunakan sebagai salah satu jenis kuah shabu-shabu.

Tom Yum

Photo source: thedailymeal.com

Tom yum merupakan salah satu makanan khas yang berasal dari Thailand. Mirip dengan hot pot, tom yum dikenal karena memiliki kuah pedas nan menyegarkan. Belakangan, kuah semacam ini tidak hanya digunakan dalam tom yum tapi juga tersedia di menu hot pot, sukiyaki, atau shabu-shabu.

Kuah dari tom yum memiliki ciri khas karena mencampurkan beragam jenis rempah dan tanaman herbal di dalam kaldunya. Supnya sendiri dibuat dari beragam bahan baku segar, seperti serai, jeruk kunci, jahe, dan lemon. 

Kombu

jenis kuah rebusan

Photo source: hownottobeaskinnyvegan.blogspot.com

Kombu merupakan salah satu bentuk olahan dari rumput laut. Kuliner yang satu ini begitu terkenal di Jepang. Banyak juga yang menyebut jika kombu mirip dengan salah satu makanan khas asal Tiongkok, kunbu.

Di Jepang, kombu biasanya dijual kering dan dikemas dengan plastik. Selain itu, juga tersedia kombu yang dicampur dalam acar. Bahkan, kombu juga bisa dinikmati langsung dalam beragam sajian sashimi.

Sebuah sajian yang bernama dashi di Jepang memiliki kombu sebagai salah satu dari tiga bahan baku utamanya. Untuk masuk ke dalam sajian dashi ini, kombu yang telah dikeringkan akan dimasak dalam air hingga hampir mendidih. Setelah rasa kombu ini masuk ke dalam sup, kombu yang telah melunak ini biasanya langsung dimakan atau dipotong tipis untuk menjadi tsukudani. Tampaknya, ini lah cikal bakal penggunaan kuah kombu dalam hot pot, sukiyaki, atau shabu-shabu di Indonesia.

Herbal

Photo source: pemconfinement.com

Kuah herbal adalah kuah yang dibuat dari campuran beragam tanaman di alam bebas. Tanaman-tanaman yang dipilih pastinya memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Salah satu campuran dari kuah herbal ini adalah ginseng. Ginseng yang merupakan makanan khas Korea Selatan ini sudah sejak lama dikenal memiliki manfaat yang baik bagi tubuh manusia, seperti meningkatkan stamina, daya tahan tubuh, dan meningkatkan daya ingat.

Kare

Photo source: upinthenusair.com

Kare yang merupakan salah satu makanan khas Jepang dan India ini ternyata juga bisa dijadikan sebagai salah satu jenis kuah rebusan hot pot. Tekstur kuah kare yang cenderung sangat kental dan kaya akan rasa ini ternyata juga disukai oleh banyak orang ketika dijadikan kuah hot pot. Setiap makanan pendamping hot pot yang dicampur dengan kuah kare terasa semakin nikmat.

Jadi, kalian paling suka menikmati hot pot dengan kuah apa?

Related Articles

Connect with Nibble