Tips & Tricks

Memilih Musik yang Tepat untuk Playlist Restoran

by Atalya Anggraini | May 17, 2019

Memilih Musik yang Tepat untuk Playlist Restoran
Pilihan musik yang tepat bisa mengubah segalanya. Ya, musik dan genre tertentu bisa membuat kita seperti terbawa ke waktu dan tempat yang berbeda. Ini pula yang akan dirasakan oleh pelanggan restoran. Pilihan musik yang nibblers putar di restoran dapat mengatur suasana hati dan membuat makanan terasa lebih enak. Tapi pertanyaannya, bagaimana cara agar kita bisa memilih musik yang tepat untuk restoran? Temukan jawabannya berikut ini.  

1. Pertimbangkan Waktu

pilihan-lagu-02

Sebaiknya ubah pilihan lagu untuk playlist restoran berdasarkan waktunya. Misalnya, selama jam makan siang yang sibuk, nibblers bisa memainkan lagu-lagu yang ringan dan menyenangkan. Hal ini karena sesi makan siang biasanya digunakan oleh pelanggan untuk bertemu teman lama, meeting dengan klien untuk membicarakan proyek, dan mereka biasanya hanya memiliki sedikit waktu untuk makan. Sedangkan selama happy hour, biasanya di antara pukul 5 sore sampai 7 malam, nibblers bisa memainkan lagu yang lively, instrumental atau lagu dari musisi indie yang menciptakan suasana fun di restoran. Hal ini akan mendorong banyak orang untuk mampir ke restoran Anda sepulang kerja. Lalu di saat jam makan malam, kita dapat mengubah musik di restoran dengan suasana yang ingin nibblers ciptakan. Jazz atau classic rock biasanya tidak akan pernah gagal membuat banyak orang bersemangat. Jika restoran tetap buka sampai tengah malam, nibblers bisa memainkan playlist upbeat yang membuat suasana lebih hidup dan meyakinkan pelanggan untuk bersantai lebih lama di restoran.  

2. Berani Coba Selera Baru

pilihan-lagu-03

Jika selama ini nibblers hanya memainkan Top 40 hits, hal ini tidak akan membuat restoran kita tampil menonjol. Ini karena para pelanggan sudah pernah mendengar lagu-lagu yang Anda mainkan di tempat lain. Kenapa tidak menggunakan kesempatan ini untuk mencoba sesuatu yang baru? nibblers bisa mengingat-ingat masa lalu di saat pertama kali membuka restoran. Coba ingat-ingat, image atau suasana seperti apa yang ingin nibblers berikan ke pelanggan?  

3. Pilih Instrumental atau Vokal?

pilihan-lagu-04

Saat memutuskan pilihan lagu, baik instrumental atau lagu dengan vocal, nibblers harus mempertimbangkan suasana seperti apa yang ingin dihadirkan di restoran? Jika nibblers pemilik restoran mewah yang berkelas, mungkin akan lebih baik memilih lagu-lagu instrumental yang tidak terlalu nge-beat. Berdasarkan penelitian juga menunjukkan jika sebuah restoran mewah memainkan lagu instrumental, para pelanggan cenderung merasa harga makanan yang ditawarkan lebih murah dari yang seharusnya. Hal ini bagus karena pelanggan akan tidak keberatan untuk menghabiskan uang lebih banyak saat mengunjungi restoran. Sebaliknya, jika nibblers pemilik restoran kasual yang menawarkan makanan dengan harga terjangkau, nibblers dapat memainkan musik upbeat yang lebih keras, dan didominasi vocal. Ini akan membuat para pelanggan lebih berenergi dan tidak keberatan untuk membeli tambahan minuman.  

4. Amati Reaksi Tamu soal Volume Lagu

pilihan-lagu-05

Apapun jenis musik yang nibblers pilih untuk dimainkan di restoran, ingatlah untuk memperhatikan volumenya. Rata-rata restoran memainkan lagu dengan tingkat kebisingan 70 desibel. Sedangkan untuk bar biasanya agak tinggi di sekitar 75-80 desibel. Cara untuk menentukan apakah desibel musik nibblers tepat atau tidak, bisa lewat mengamati reaksi para pelanggan. Raut muka dan cara mereka berinteraksi dengan temannya akan menggambarkan apakah volume musik restoran perlu disesuaikan atau tidak.  

5. Saat Ragu Memilih Musik, Baca Riset

pilihan-lagu-06

Ada banyak penelitian yang menjelaskan tentang bagaimana musik di restoran dapat memengaruhi pelanggan secara negatif atau positif. Sebuah penelitian dari Cornell University menjelaskan bahwa restoran yang memainkan musik slow dapat meningkatkan kepuasan para pelanggan dan membuat pelanggan makan lebih sedikit. Jadi nibblers bisa memainkan jenis lagu ini saat jam makan siang sambil menghidangkan menu dengan porsi sedikit. Penelitian lain mengungkapkan bahwa musik yang lebih keras dapat membuat pelanggan tidak merasakan rasa gula dan garam. Apapun musik yang nibblers pilih, jangan sampai musik tersebut mencuri perhatian pelanggan dari makanan yang sedang mereka santap.  

6. Pastikan Spek Sound yang Tepat

pilihan-lagu-07

Apa gunanya pilihan lagu yang bagus jika nibblers tidak memiliki spesifikasi sound yang berkualitas untuk memainkannya? Jika nibblers tidak memiliki dana lebih, nibblers dapat menggunakan produk basic yang dapat diandalkan, seperti speaker yang dipasang di langit-langit, atau speaker dengan bentuk cone. Namun, bila ada budget lebih, tidak ada salahnya untuk berinvestasi pada digital sound processing dan mixer canggih. Peralatan ini akan memudahkan nibblers mengatur zona dan volume audio. Bagaimana sekarang? nibblers sudah tahu kan bagaimana musik bisa memberikan berbagai efek pada bisnis restoran. Intinya satu, saat restoran nibblers sudah memiliki karakter, pilihan playlistnya pokoknya jangan jauh-jauh dari karakter restoran ya!   Photos source: Pexels