Food

Fakta Permen Karet, Ternyata ada Manfaatnya, Lo!

by Finna Zephyrine | July 30, 2021

Fakta Permen Karet, Ternyata ada Manfaatnya, Lo!
Sebungkus permen karet saat ini bisa jadi penolong saat kamu ingin menyegarkan mulut di siang hari. Rasanya yang manis dan terkadang mengandung mint memang bisa memberikan sensasi tersendiri terutama buat kamu yang lagi nggak ingin makan apa-apa. Tapi kamu tahu nggak, kalau sejarah permen karet sudah ada sejak 9.000 tahun yang lalu? Atau fakta bahwa permen karet punya manfaat bagi otak? Yuk, cek beberapa informasinya di sini.

Sejarah Permen Karet

Photo source: Pixabay

Dilansir dari History, bukti bahwa manusia mulai mengenal sejenis makanan yang hanya dikunyah tanpa ditelan ini ada sejak 9.000 tahun yang lalu. Penduduk di Eropa Utara mengunyah tar dari pohon birch untuk mengurangi sakit gigi dan sebagai kudapan. Atau seperti di Amerika, orang Maya kuno mengunyah getah pohon sawo yang disebut sebagai chicle untuk melawan haus dan menunda lapar. Tapi di budaya lain seperti Aztec, hanya anak-anak dan wanita lajang yang boleh mengunyah chicle di depan umum. Sementara pria dan wanita yang sudah menikah hanya boleh mengunyahnya secara diam-diam. Tapi awal produksi permen karet secara massal terinspirasi dari kebiasaan penduduk asli Amerika Utara yang mengunyah getah cemara yang manis. Pada tahun 1840-an, bermunculan pabrik yang mulai menggunakan getah cemara tersebut sebagai bahan dasar permen kunyah. Kemudian, Wrigley melakukan pemasaran secara luas untuk produknya yang kita kenal hingga sekarang.

Memiliki Banyak Manfaat

Photo source: Pixabay

Pada awalnya, permen lentur ini dikonsumsi sebagai penunda rasa lapar dan membersihkan gigi. Namun ternyata, ada banyak manfaat lainnya seperti berikut:
  1. Mencegah gigi berlubang

Mengunyah permen memicu produksi air liur yang mengandung enzim sehat untuk mulut. Air liur bisa membantu membersihkan sisa makanan dalam mulut. Agar lebih maksimal, pilih permen dengan pemanis yang aman bagi gigi seperti xylitol atau sorbitol. Tahu kan, bahayanya makanan manis buat tubuh?

2. Meningkatkan fokus

Aktivitas mengunyah menghalau distraksi lain dan membuat otak kita lebih fokus ke satu hal. Bukan hanya itu, mengunyah permen karet juga bisa meredakan rasa cemas sehingga otak kita tidak mudah berpaling ke pikiran lain.

3. Mencegah bau mulut

Saat ini, banyak permen karet mengandung mint yang segar sehingga bisa membantu mencegah bau mulut. Kamu bisa mengonsumsinya setelah memakan makanan yang beraroma kencang untuk menetralkan mulut. Selain itu, aktivitas mengunyah juga menahan refluks asam lambung sehingga tidak akan menyebabkan bau mulut.

Makan Permen Karet Sesuai Porsi

Photo source: Pixabay

Memang, terkadang kita suka nggak sadar kalau sudah makan permen, bisa tambah dan tambah lagi. Tapi ternyata, durasi paling sehat mengunyah permen karet adalah sekitar 10 – 20 menit. Kalau lebih dari itu, yang ada malah bisa menimbulkan masalah. Pertama, refleks rahang akan berubah dan kamu bisa aja mengalami rahang bersuara ‘klik’ saat mengunyah. Kalau diteruskan, masalah ini bisa melebar menjadi masalah pada telinga. Maka dari itu, kunyah permen secukupnya dan buang ketika rasa manis sudah hilang dan permen sudah mengeras. Kedua, pastikan kamu nggak menelan permen. Meski sebenarnya nggak bahaya, tapi tubuh akan butuh waktu lama untuk mencernanya. Untuk mencegahnya, jangan mengunyah permen sambil bicara atau minum. Meski bukan makanan paling sehat, tapi ternyata permen karet lebih dari sekadar makanan manis. Aktivitas mengunyah memberikan manfaat yang cukup baik untuk tubuh selama dilakukan secukupnya. Dengan kata lain, nggak ada salahnya untuk selalu sedia sebungkus permen karet di tas kamu, Nibblers!