Lifestyle

Tekstur Makanan, Apa Itu dan Seberapa Penting?

by Finna Zephyrine | July 19, 2021

Tekstur Makanan, Apa Itu dan Seberapa Penting?
Pernah nggak kamu tiba-tiba pengin banget tekstur makanan yang renyah, atau lembut di waktu tertentu? Ternyata, tekstur memang menimbulkan sensasi tersendiri, sama pentingnya dengan rasa, aroma, dan tampilan makanan. Yang dimaksud dengan tekstur adalah karakteristik makanan yang bisa kita rasakan melalui jari, lidah, mulut, atau gigi. Coba kamu ingat, tekstur seperti apa yang paling kamu sukai? Kamu mungkin tahu ada makanan cair, padat, setengah padat, keras, bantat, renyah, kering, rapuh, kental, kenyal, lembut, halus, bergumpal, kasar, atau berpasir—masih banyak yang lainnya. Karakteristik fisik ini adalah struktur makanan yang seringnya ditentukan oleh kadar air di dalamnya.

Photo source: Pixabay

Kalau kamu mengenali beberapa favorit dari tekstur yang disebutkan tadi, ini bisa jadi memang karena kita manusia bukan hanya menyukai rasa makanan, tapi juga teksturnya.

Perbedaan Tekstur Khas Makanan

Sering kali, satu tekstur bisa berbeda pada setiap makanan. Misalnya, makanan yang mudah dikunyah bisa berarti empuk kalau kita bicara tentang daging, dan bisa juga berarti lembut kalau kita ngomongin jenis buah tertentu. Sering juga terjadi, kita mengharapkan tekstur tertentu saat kita melihat sebuah makanan/minuman. Pas dimakan dan teksturnya nggak sesuai, kita bisa jadi menganggap kalau makanan itu udah nggak bagus.

Photo source: Pixabay

Sebagai contoh aja, kita tahu kalau es krim harusnya creamy dan sedikit padat, bukannya berpasir dan cair. Pasti nggak enak, kan, makan es krim yang sudah cair? Atau, seledri yang wajarnya renyah akan aneh kalau lembek dan layu. Roti harus lembut dan mudah dikunyah, bukan kering dan keras. Apel juga tidak seharusnya lembek, harus ada suara ketika kita menggigitnya. Persoalannya, tekstur ini bisa berubah karena cara penyimpanan yang salah. Perubahan tekstur menjadi salah satu indikasi makanan sudah tidak segar lagi, sama dengan aroma atau warna yang sudah berubah.

Mengenal Mouthfeel dan Reologi

Kita bahas secara sedikit serius, ya. Di dunia kuliner, ada istilah mouthfeel yang bisa kita dengar saat orang menjelaskan rasa wine—tentang bagaimana sensasinya di mulut. Nah, mouthfeel ini sering juga digunakan untuk menjelaskan tekstur. Sebagai awam, kita mungkin menjelaskan tekstur setiap bahan makanan dengan indra perasa. Tapi, para ilmuwan bisa menguraikan tekstur tergantung gaya yang dialami oleh makanan: dipotong, direbus, ditumbuk, dikupas, atau lainnya.

Photo source: Pixabay

Mereka menggunakan reologi untuk menjelaskan terjadinya tekstur. Diambil dari KBBI, reologi sendiri adalah ilmu berubahnya bentuk dan mengalirnya materi. Kalau kamu mau mengertinya dengan sederhana, coba pikirkan tentang perubahan makanan waktu diubah paksa dengan cara tertentu. Dipotong dengan pisau, diremas dengan tangan, dan lain-lain. Apakah makanan berubah bentuk, hancur, atau bengkok? Atau elastis seperti adonan? Waktu kamu menuang cairan, apakah ia tumpah atau jatuh? Seberapa kental? Semua pertanyaan seperti itu adalah cara untuk mengidentifikasi tekstur tiap sajian kuliner. Dengan adanya reologi, ilmuwan menemukan bahwa tekstur juga bisa diukur secara objektif dengan eksperimen, atau diukur secara subjektif melalui tes rasa.

Tanpa Sadar, Kita juga Sering Memodifikasinya

Waktu masak, sadar nggak kalau kita lagi mengubah tekstur sebuah minuman atau makanan? Menarik, kan! Kita memotong, mencincang, menumbuk, memarut, merebus, dan proses lainnya terhadap bahan masakan untuk mengubah bentuknya. Yang cair jadi padat, yang keras menjadi lembut. Nggak jauh-jauh deh, kita aja bisa mengubah tekstur beras yang keras jadi nasi yang lembut dan kenyal.

Photo source: Pixabay

Walaupun belakangan ada tren memodifikasi tekstur makanan supaya berbeda dari tekstur normalnya, nyatanya tekstur yang benar masih menjadi indikator kuat yang menentukan kualitas makanan. Gimana dengan kamu, Nibbler, lebih suka makanan dengan tekstur seperti apa? Pada akhirnya, tekstur berperan penting untuk membuat kita menikmati sebuah makanan atau minuman.