Photo source: @specialtygashouse
Pernah melihat potongan daging sapi dengan tulang panjang menggantung di restoran steakhouse? Yup, itulah tomahawk steak yang penampakannya mirip kapak perang suku Indian.
Jika penampilannya sudah bikin melongo, meat lover sejati tahu pasti bagaimana citarasa tomahawk melampaui semua potongan daging sapi. Namun, apa yang membuat potongan satu ini begitu istimewa?
Apa Itu Tomahawk Steak?
Tomahawk steak adalah potongan daging sapi premium yang diambil dari bagian tulang rusuk atau rib. Bernama “tomahawk” lantaran bentuknya menyerupai kapak perang suku Indian Amerika, lengkap dengan tulang panjang yang dibiarkan utuh.
Tampilan dramatis itu turut hadir saat disajikan. Apalagi, potongan ini memiliki marbling alias serat lemak dalam daging yang cantik. Marbling itulah yang bikin daging terasa juicy, lembut, dan kaya rasa setelah dimasak. Pecinta steak pun angkat topi pada tomahawk yang mampu memanjakan lidah sekaligus mata lewat presentasi yang “wow”.
Photo source: @meatguysteakhouse
Tomahawk Steak Bagian Apa?
Lalu, tomahawk steak bagian apa sih? Tomahawk berasal dari bagian iga primal, tepatnya pada area tulang rusuk sapi nomor 6 sampai 12. Potongan ini berada di bawah bagian depan tulang punggung, di antara bahu dan loin (pinggang).
Komposisi daging, tulang, dan lemak yang melekat pada tulang rusuk utama menciptakan kelembutan serta kesegaran daging yang sempurna. Tulang panjang pada tomahawk sebenarnya adalah tulang rusuk yang dibersihkan dengan teknik frenched bone. Keberadaan tulang itulah yang membuatnya tampil elegan dan cocok jadi bintang di meja makan.
Photo source: @meatguysteakhouse
Perbedaan Rib Eye dan Tomahawk Steak
Kemudian, orang pun penasaran tentang apa perbedaan rib eye dan tomahawk steak. Kalau dilihat sekilas, keduanya memang memiliki bagian daging yang mirip.
Akan tetapi, perbedaan utama ada pada tulang panjang yang dimiliki tomahawk. Rib eye memiliki potongan lebih simpel, hanya potongan daging tebal dengan marbling cantik.
Jadi, tomahawk steak sejatinya adalah rib eye yang masih menyertakan tulang panjang. Dengan kata lain, rib eye versi “praktis”, sedangkan tomahawk versi pamer dari bagian iga yang sama.
Namun, sebagian kalangan meyakini perbedaan rib eye dan tomahawk steak bukan cuma tentang tampilan. Keberadaan tulang panjang di tomahawk turut berkontribusi pada citarasa daging. Selain itu, makan steak dengan ukuran sebesar itu secara psikologis menjanjikan pengalaman bersantap yang lebih mewah dan eksklusif.
Photo source: @thewagyuwindow
Kenapa Tomahawk Steak Jadi Istimewa?
Selain tampilannya yang tampak keren saat difoto, ada beberapa alasan kenapa tomahawk steak begitu populer di kalangan pecinta kuliner.
Ukuran jumbo
Satu potong tomahawk bisa berbobot 1–1,5 kg. Porsi ini cukup untuk dimakan dua hingga tiga orang dewasa. Cocok disantap bersama pasangan, keluarga, maupun sahabat.
Photo source: @greattogather
Teksur dan rasa juicy
Sebagai bagian dari rib eye, otomatis tomahawk punya marbling yang bikin daging lembut, juicy, dan kaya rasa.
Photo source: @grillletics
Cocok untuk cooking show
Ukuran besar membuat tomahawk jadi pilihan saat barbeque atau fine dining. Tomahawk steak dapat dipanggang dengan teknik reverse sear atau dihidangkan medium rare untuk menjaga keaslian rasa dan kelembutannya.
Photo source: @grillnachbar
Beda negara, beda nama
Penamaan tomahawk steak mewakili pengakuan atas dampak visualnya. Namun, rib eye bertulang ini punya nama berbeda di berbagai negara.
Amerika Serikat menyebutnya rib steak, cowboy cut, atau tomahawk steak. Australia dan Selandia Baru potongan bertulang sejenis cukup dinamakan rib eye. Sementara itu, orang Inggris dan Prancis menyebutnya côte de bœuf selain tomahawk. Terakhir, Italia memanggil steak iga bertulang dengan nama costata di manzo.
Photo source: @tutiacbistrovignerons
Cara Memasak Tomahawk Steak
Lantas, bagaimana cara memasak tomahawk steak? Well, pada dasarnya mirip dengan steak biasa, tetapi memang butuh waktu lebih lama karena ukurannya yang besar. Ada dua teknik populer untuk memasak steak istimewa ini.
Grilled
Teknik ini dapat memberikan rasa berasap dan membuat bagian luar terbakar. Daging dimasak di atas api tidak langsung pada suhu yang lebih rendah secara perlahan. Setelah daging setengah matang, steak langsung dipanggang di atas api tinggi agar tecipta kerak yang diinginkan.
Reverse sear
Steak yang telah dibumbui diletakkan di atas rak kawat yang berada di atas loyang. Lalu, proses memasak daging dilakukan dalam oven bersuhu rendah. Begitu steak mencapai kematangan yang diinginkan, steak dipanggang di wajan panas guna membentuk lapisan kulit luar yang lebih renyah.

Photo source: @steakhouselombok
Berapa Harga Tomahawk Steak?
Dengan keistimewaan tersebut, berapa sih harga tomahawk steak?
Jangan kaget, steak satu ini memang tergolong premium. Di marketplace, harga tomahawk mentah per kilo mulai Rp 650.000 hingga Rp1,7 juta.
Ini bergantung pada asal dan berat daging. Namun, harga “termurah” itu kebanyakan berlaku untuk tomahawk steak beef impor dari Australia.
Kalau sudah masuk restoran, harga tomahawk steak utuh tentu lebih mahal. Meski begitu, ini juga dipengaruhi berat daging yang disajikan per porsi serta variasi daging.
Contoh, harga Black Angus Tomahawk MB3+ sekitar Rp99.000 per 100 gram. Sedangkan Wagyu Tomahawk harganya bisa melejit hingga Rp500.000 per 100 gram.

Photo source: @specialtygashouse
Mahal? Memang. Tapi ini bukan cuma soal makan daging, melainkan juga soal pengalaman kuliner berkesan yang tak akan terlupakan seumur hidup.
Rekomendasi Pairing untuk Tomahawk Steak
Makan tomahawk steak begitu saja memang sudah nikmat. Namun, memadukannya dengan side dish dan minuman yang tepat dapat meningkatkan pengalaman bersantap.
Side dish
Mashed potato atau potato gratin memiliki tekstur lembut dan creamy. Olahan kentang ini dapat berpadu pas dengan daging yang juicy.
Selain itu, daging lezat juga enak jika ditemani sayuran panggang. Paprika, asparagus, atau zucchini panggang dapat menyeimbangkan rasa gurih daging.
Di sisi lain, penambahan mushroom sauce atau red wine sauce pun bisa membawa daging ke level berbeda. Saus jenis ini dapat memberi kedalaman rasa yang membuat sesi bersantap kian berkesan.
Photo source: @1515restaurantwc
Minuman
Pilihan klasik seperti red wine tak pernah salah. Cabernet Sauvignon atau Malbec dengan “body” penuh mampu mengimbangi lemak dan richness dalam daging.
Lalu, dark beer atau stout hadir sebagai pasangan pas jika kamu hendak menikmati tomahawk steak dalam suasana santai. Rasa kedua minuman itu menciptakan kontras ringan dengan aroma berasap daging.
Jika kamu tidak minum alkohol, mocktail atau sparkling water yang segar bisa jadi alternatif penyeimbang rasa yang sempurna.
Photo source: @overratedwine
Jadi, worth it nggak coba tomahawk steak?
Kalau kamu pecinta daging dan suka pengalaman makan yang berbeda, jawabannya: YA! Tomahawk steak bukan cuma soal rasa. Ini tentang sensasi makan yang megah dan berkesan.
Pastinya cocok banget untuk momen spesial seperti anniversary, ulang tahun, atau sekadar merayakan pencapaian tertentu. Dijamin, lidah puas, perut kenyang, mata dan hati pun ikut happy!