Photo source: @tonecoffee_melb
Era Magic dan Mont Blanc belum usai, muncul lagi Tiger Bomb. Iya, ini masih soal kopi kekinian yang punya karakter berbeda. Menilik namanya saja, rasa penasaran tentang apa itu Tiger Bomb langsung mencuat.
Lantas, apa sebenarnya Tiger Bomb coffee? Apa perbedaan Tiger Bomb dengan minuman kopi dingin lain? Yuk, simak penjelasan berikut.
Apa Itu Tiger Bomb
Sadar atau nggak, tren kopi masa kini di Indonesia banyak terpengaruh oleh budaya Australia. Magic, Flat White, Mont Blanc, Dirty -85 Degrees, dan Tiger Bomb yang populer di cafe maupun coffee shop berasal dari satu kota, yaitu Melbourne.
Nah, nama terakhir ini sedang naik daun di kalangan penikmat kopi. Melansir web Tone Coffee Roasters, Tiger Bomb adalah espresso mewah dengan krim lembut dengan sentuhan kulit jeruk yang berani sebagai penyempurna minuman ini.
Caleb Cha, juara World Latte Art Championship 2015 menciptakan Tiger Bomb dan menjadikannya sebagai signature menu di Tone Coffee Roasters. Usai menyabet penghargaan bergengsi itu, Caleb aktif berbagi ilmu dan menjadi juri bersertifikat World Coffee Events (WCE) di berbagai acara komunitas kopi dunia.
Jika Mont Blanc berbasis cold brew, maka Tiger Bomb mengandalkan espresso sebagai base. Alhasil, profil Tiger Bomb coffee terasa lebih bold dan penuh saat diseruput.
Photo source: @tonecoffee_melb
Ketika Tiger Bomb Viral
Mengutip wawancara Caleb dengan ABC, Caleb mencetuskan nama Tiger Bomb pada tahun 2016. Kata “bomb” justru bukan bom yang meledak, melainkan bunyi kata harimau dalam bahasa Korea. Jadi, Tiger Bomb merujuk pada arti ‘harimau harimau’.
Barista asal Korea ini mengaku memerlukan waktu 100 hari guna menyempurnakan resepnya. Kemudian ia merilis menu ini ketika membuka Tone Coffee Roasters di Melbourne pada tahun 2023.
Pada hari pertama pembukaan cafe, seorang pelanggan mengunggah Tiger Bomb di platform media sosial China, Little Red Book. Hidangan kopi dingin ini pun segera viral dan tiba-tiba semua orang penasaran ingin mencicipinya.
Photo source: @tonecoffee_melb
Resep Tiger Bomb
Lalu, apa sebetulnya yang membuat Tiger Bomb viral? Bukankah ia tak banyak berbeda dari racikan kopi lain seperti Mont Blanc?
Seperti sudah disinggung di atas, resep Tiger Bombi berbasis espresso. Tepatnya double ristretto yang bold dan dituang ke susu dingin. Lapisan krim spesial menambah elemen rasa dalam minuman ini. Plus, parutan kulit jeruk di akhir yang memberi aroma citrus.
Nah, konon nama tiger disematkan lantaran terbentuk garis loreng-loreng mirip motif harimau saat espresso bercampur perlahan dengan susu dan krim. Well, tentu penamaan demikian memantik rasa ingin tahu dan berakhir mencicipinya.
Meski begitu, Tiger Bomb menjanjikan pengalaman minum kopi berbeda. Jika kamu ingin coba sesuatu yang berbeda selain kopi susu gula aren, Tiger Bomb boleh dicoba.
Begitu diseruput, rasa bold espresso, creamy susu, dan sentuhan sedikit rasa manis langsung menyapa lidah. Lapisan rasa ini juga memberi keseimbangan pada pahitnya kopi, sekaligus kesegaran aroma jeruk.
Photo source: @tonecoffee_melb
Terinspirasi dari Tiger Bomb Coffee
Dalam dunia kuliner, bukan hal tabu untuk mengikuti tren makanan minuman. Tak terkecuali dalam dunia perkopian masa kini. Setelah coffee shop beramai-ramai menyajikan Dirty Latte dan Mont Blanc, giliran Tiger Bomb yang merambah ke berbagai tempat.
Namun, perlu diperhatikan bahwa Tone Coffee Roasters milik Caleb Cha sudah menyatakan diri sebagai “Home of the Tiger Bomb”. Cara demikian menegaskan bahwa mereka pencipta dan pemilik sah minuman kopi kekinian ini.
Meskipun demikian, belum ada informasi publik yang menunjukkan adanya perjanjian lisensi formal atas menu atau resep tersebut. Artinya, Caleb Cha adalah pemegang hak resmi atas nama dan konsep minuman ini.
Lantas, apakah Tiger Bomb tidak boleh disajikan di tempat lain?
Mari kita ambil jalan tengah. Di muka bumi kini rasanya tidak ada lagi sesuatu yang benar-benar original atau asli. Semua saling menginspirasi dan terinspirasi satu sama lain. Begitu pula dengan resep makanan atau minuman, termasuk Tiger Bomb.
Jadi, ini tentang bagaimana barista maupun pemilik cafe atau coffee shop menuangkan inspirasi itu dalam menu minuman yang cocok dengan segmen pasarnya. Resep apa pun bisa dipersonalisasi untuk memberikan sentuhan berbeda sebagai ciri khas.
Contoh, di La Trobe Coffee & Brunch, restoran Australia di Jakarta yang mengusung suasana Melbourne lengkap dengan makanan dan minuman populer di kota itu. Ingatan nostalgia mendorong La Trobe menghadirkan Avocado on Toast, Egg Benedict, dan Tiger Bomb tetapi dalam versi yang sedikit berbeda.
Sementara itu, di Jogja ada Wombats dengan menu Melbourne Finest. Pemilik Wombats pernah belajar dan bekerja sebagai barista di Melbourne. Ia pun sudah meminta izin kepada Caleb untuk menyajikan menu yang terinspirasi dari Tiger Bomb ini.
Pendek kata, saat ada makanan atau minuman yang kita sukai, sah-sah saja untuk terinspirasi dan recreate menu serupa. Alangkah baiknya kalau kita juga memberikan sentuhan pribadi pada kreasi tersebut. Lagipula kalau semua sama plek ketiplek, boleh jadi pelanggan akan kehilangan minat untuk bertualang kuliner karena apa yang disajikan tidak variatif.
Photo source: @wombatscoffee
Demikian ulasan tentang apa itu Tiger Bomb berikut asal usul siapa yang menciptakannya. Bagaimana denganmu, tertarik untuk mencicipi minuman kopi dingin satu ini?