Photo source: Noval Gani via Pexels

Sama-sama menggugah selera dan berasal dari Minangkabau, sebetulnya sudah pada tahu belum perbedaan nasi kapau dan nasi padang?

Sekilas keduanya memang sama persis, berupa nasi dengan lauk-pauk khas Minang seperti ada rendang, sambal lado mudo (cabe hijau), balado, dan kuah-kuahan gulai bersantan. Selain itu, baik nasi padang maupun nasi kapau juga sama-sama tersebar di berbagai daerah seiring banyaknya perantau asal Minangkabau.

Biar lebih mengenal tentang kekayaan budaya kuliner negara kita, yuk cari tahu perbedaan nasi kapau dan nasi padang!

Sejarah Asal-Usul Nasi Kapau

Article image

Photo source: Istockphoto

Sebelum mengenal lebih dalam perbedaan antara nasi kapau dan nasi padang, ada baiknya pelajari terlebih dahulu tentang sejarah dari nasi kapau. Dilansir dari laman IndonesiaKaya, sajian nasi kapau berasal dari sebuah desa kecil yang berlokasi di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Bukittinggi. Nama kapau sendiri berasal dari nama Nagari Kapau yang merupakan nama desa di wilayah tersebut. 

Sajian nasi khas Nagari Kapau ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-19 atau sekitar tahun 1800-an ketika banyak warga Minang yang merantau ke luar daerah. Munculnya nasi kapau ini gak lepas dari kreativitas, perjuangan, dan semangat enterpreneurship para perempuan lokal. Dahulu, para istri atau ibu yang ditinggal suaminya merantau ke luar daerah, kemudian membuka usaha menyajikan hidangan nasi yang dipadukan lauk-pauk khas Nagari Kapau demi memenuhi kebutuhan hidup.

Murdijati Gardjito, dalam buku Makanan Tradisional Indonesia Seri 2 (2017) menjelaskan bahwa nasi Kapau bisa ditemukan di sekitaran daerah Pasar Bawah, kota Bukittinggi. Ciri khas mereka bisa dilihat dari keberadaan panci-panci besar yang tersusun rapih dengan isian sayur gulai dan lauk-pauk menggiurkan. Untuk memudahkan dalam mengambil lauk-pauk tersebut, para penjual memakai sendok gulai dengan tangkai panjang dan tempurung kelapa yang menjadikan ciri khas sajian nasi ini.

Perbedaan Daerah Kapau dan Padang

Article image

Photo source: Istockphoto

Asal-usul daerah yang sudah dijabarkan sebelumnya menjadi ciri pertama perbedaan antara nasi kapau dan nasi padang. Ternyata nasi kapau memang punya sejarah spesifik yang merujuk pada nama sebuah nagari/desa yang terletak tak jauh dari Kota Bukittinggi di Kabupaten Agam. Jadi kalau mau mengidentifikasi otentisitas nasi kapau, bisa langsung tanyakan apakah memang penjualnya berasal dari daerah Kapau tersebut atau bukan.

Sedangkan nama nasi padang memang diambil dari nama ibukota Sumatera Barat itu sendiri yakni Kota Padang. Akan tetapi sajian nasi padang maupun sebutan makanan pedang sebetulnya tidak spesifik harus berasal dari Kota Padang. Istilah nasi padang atau masakan padang umumnya dipakai untuk merujuk pada segala makanan yang berasal dari budaya Minangkabau di Sumatera Barat. 

Perbedaan Cara Penyajian

Article image

Photo source: Istockphoto

Perbedaan antara nasi kapau dan nasi padang selanjutnya dari cara penjualnya menyajikan menunya. Nasi kapau memang punya ciri khas identik dengan panci-panci besar berisi aneka lauk pauk serta sayur gulai yang menggiurkan. Sayur gulai dan lauk berkuah disajikan dalam panci baskom besar di bagian depan, sedangkan lauk-pauk yang tidak berkuah disajikan di belakangnya. Untuk mengambilnya penjual nasi kapau akan memakai sendok gulai dengan tangkai panjang dan tempurung kelapa yang menjadikan ciri khas sajian nasi ini. 

Sedangkan nasi padang terkenal dengan sajian prasmanan aneka lauk yang dipajang pada etalase yang besar, dan disusun bertingkat. Etalase ini membuat para pembeli bisa langsung memilih lauk mana yang ingin mereka pilih dalam sepiring nasi miliknya. Selain berupa etalase, ada nasi padang yang menyuguhkan semua hidangannya langsung di atas meja makan kamu. Kamu tinggal memilih sendiri lauk yang ingin disantap tapi harus bayar harga per piring lauk yang dipilih.

Ada Pilihan Lauk yang Berbeda

Article image

Photo source: Istockphoto

Secara pilihan lauk-pauk, sebetulnya tidak terlalu banyak perbedaan mencolok antara nasi kapau dan nasi padang. Kamu masih bisa menemukan lauk pauk seperti rendang, gulai ayam, telur balado, dan sambal cabai hijau atau sambal lado mudo. Karena asal-usul daerah Kapau berada di dataran cukup tinggi, pilihan lauknya pun umumnya jarang yang memakai bahan protein laut dan lebih banyak protein hewani darat.

Ada lauk khas nasi kapau, yaitu gulai tambusu atau usus sapi yang diisikan adonan tahu dan telur sebelum dimasak gulai. Selain itu lauk khas lainnya seperti gulai gajeboh memakai daging sapi sandung lamur, dendeng batokok lado mudo, rendang ayam, ayam lado mudo, dan itiak (bebek) lado mudo. Gak hanya itu, nasi kapau juga terkenal dengan sayur pendamping berbahan dasar kubis, nangka, kacang panjang, dengan kuah gulai berwarna kuning serta sedikit asam. 

Sedangkan nasi padang masih menyediakan menu berbahan lauk, seperti gulai tuna/tongkol, udang balado, ikan kembung bakar, gulai cumi, dan gulai kepala ikan. Template sayur pendampingnya juga umumnya hanya berupa rebusan daun singkong, sayur gulai nangka (cubadak), dan sambal hijau. Tapi nasi padang juga punya kreasi lauk seperti ayam poptelur dadar barendo, dan dendeng kering.

Cita-Rasa dan Bumbu yang Sedikit Berbeda

Article image

Photo source: Istockphoto

Masakan Minang sendiri punya ciri khas rasa masing-masing antara wilayah pesisir dengan wilayah darek (darat/pegunungan/jauh dari laut). Perbedaan tipikal rasa, bumbu, dan teknik pemasakan ini juga bisa dilihat dari perbedaan citarasa antara nasi kapau dan nasi padang. 

Nasi padang umumnya terdapat pengaruh sajian makanan khas pesisir Sumatera Barat yang lebih bermain rempah aromatik dan bumbu masak. Masakan Padang terkenal dengan rasa pedas dari cabai merah dengan rempah kering aromatik yang menghasilkan rasa pedas yang lebih beraroma. Rasanya dominan gurih ringan, pedas yang lebih menusuk, dan warna kuah gulai yang lebih merah.

Sedangkan nasi kapau lebih berani memakai bahan seperti cabai hijau atau lado mudo dan rawit yang menghasilkan rasa pedas khas. Ciri khas rasanya terpengaruh gaya masakan Minang Darek yang gurihnya mengandalkan rasa alami santan yang dimasak lama tanpa banyak rempah aromatik. Selain rasa pedas dengan gurih alami dari santan, terdapat juga sentuhan citarasa asam seperti dijumpai dari sayur gulai kubis/kol mereka.

Gimana, sudah mengetahui kan perbedaan antara nasi kapau dan nasi padang? Keduanya sama-sama enak dan menggugah selera karena berasal dari budaya Minangkabau yang terkenal dengan bumbu bersantannya. Tapi kalau kamu mau merasakan nikmatnya gulai tambusu, cari saja di rumah makan nasi kapau.