Foodies Guide To F&B Industry

Photo by Pixabay

Awas, Makan 5 Jenis Jamur Beracun Ini Bisa Fatal Akibatnya

October 4, 20214 min readFoodie Trends

Tahu nggak kamu, kalau ada ratusan jenis jamur beracun di dunia? Jamur memang merupakan salah satu sumber protein nabati yang menyehatkan dan enak buat dimakan. Tapi ternyata, jamur yang kita kenal untuk dikonsumsi hanyalah segelintir dari banyaknya jenis jamur di dunia. Sisanya mungkin menyebabkan reaksi alergi, kegagalan fungsi organ, hingga mematikan.

Ciri Jenis Jamur Beracun

Photo source: Pxfuel

Salah satu ciri jamur beracun adalah warnanya yang mencolok. Ada beberapa jamur yang berwarna merah terang, kuning, atau bahkan menyala dalam gelap. Tapi, nggak menutup kemungkinan kalau jamur yang berwarna putih atau cokelat juga mematikan, seperti jenis Amanita yang sangat beracun.

Selain itu, ciri yang paling mudah dikenali berikutnya adalah dari aroma yang menyengat. Jamur yang tidak bisa dikonsumsi punya bau seperti amoniak yang cukup kencang. Maka dari itu, banyak pemburu jamur menggunakan anjing terlatih untuk membedakan jamur yang bisa dimakan dan tidak. Ada juga jamur yang aman dimakan saat segar, tapi tidak ketika sudah lama dan mengeluarkan aroma yang nggak enak.

Saat menemukan jamur, lihat juga kondisi lingkungan tempat tumbuhnya. Jamur beracun cenderung tumbuh dari sampah, kotoran hewan, dan tempat kompos lainnya. Meskipun kadang keberadaannya berguna bagi lingkungan, tapi sangat bahaya kalau termakan oleh manusia dan hewan.

Orang zaman dahulu biasa menyatukan jamur yang ditemukan dengan nasi dan mengukusnya. Kalau nasi berubah warna menjadi biru, hitam, atau keunguan, bisa jadi jamur tersebut beracun. Menurut Unsur Tani, racun yang ada di jamur bersifat termostabil atau nggak mudah larut dan menguap walaupun sudah dipanaskan seperti direbus atau dikukus. Jadi, sekali diketahui bahaya, tidak ada cara untuk mengolah dan membuatnya jadi aman dimakan.

Berikut adalah beberapa jamur paling berbahaya di dunia, bahkan di antaranya bisa menyebabkan kematian, lo!

1. Amanita Phalloides (Death Cap)

Photo source: Pxfuel

Amanita phalloides dikenal juga dengan sebutan Death Cap. Warnanya yang putih sekilas tidak terlihat mengancam, tapi ada semacam rok di batang jamur yang menjadi salah satu ciri jenis jamur beracun. Racun di dalam jamur ini sangat stabil terhadap suhu, sehingga nggak mudah luntur.

Dalam waktu 6 hingga 8 jam setelah mengonsumsi jamur ini, seseorang akan mengalami sakit perut, diare berdarah, dan muntah-muntah yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan dengan cepat. Dalam waktu yang cepat juga, kondisi tersebut akan menyebabkan gagal ginjal, tubuh tidak bisa mengeluarkan urin, dan organ tubuh seperti liver ikut rusak.

2. Conocybe filaris

Photo source: Wikimedia Commons

Conocybe filaris sangat mudah ditemukan di kawasan Amerika Utara. Jamur yang warnanya tidak mencolok ini ternyata menyebabkan akibat yang sangat fatal jika termakan. Meski korban awalnya  terlihat bisa sembuh, tapi bayang-bayang gagal ginjal, gagal liver, dan gangguan lambung menjadi permanen dan tidak bisa diobati.

Kalau diperhatikan, terdapat rok yang hampir tidak terlihat pada jamur ini. Itulah tanda dari jenis jamur beracun yang bisa dikenali dari Conocybe filaris yang berwarna cokelat ini.

3. Amanita Verna

Photo source: Wikimedia Commons

Amanita verna disebut juga dengan destroying angel karena bentuknya yang putih dan cantik, tetapi mematikan. Masih dalam genus Amanita yang hampir semuanya beracun, jenis ini sering dianggap jamur yang bisa dimakan karena bentuknya yang tidak mencurigakan.

Gejala muntah, diare, halusinasi, kejang, dan penyempitan pembuluh darah terjadi antara 6 - 24 jam setelah mengonsumsi jenis jamur beracun ini. Kalaupun selamat dari kematian, korban jamur ini akan mengalami gagal organ termasuk di ginjal, liver,

4. Podostroma Cornu-Damae

Photo source: Flickr

Sekilas, bentuk jamur ini seperti cabai yang berwarna merah tumbuh dari tanah. Di dalamnya, terkandung trichothecene mycotoxins yang cukup mematikan bagi hewan dan manusia. Jika dikonsumsi, gejala awalnya cukup lambat, menyebabkan kerontokan pada rambut, sakit perut, kulit yang mengelupas, dan pengerasan liver.

Gagal ginjal juga menjadi salah satu akibat dari konsumsi jenis jamur beracun ini. Jika dibiarkan, korban mungkin awalnya bertahan, tapi akan perlahan mati karena organ dalam tubuhnya satu per satu  rusak.

5. Cortinarius Rubellus

Photo source: Wikimedia Commons

Jenis jamur beracun ini punya beberapa saudara satu genus dan dikenal sebagai the deadly webcap. Semuanya beracun, tapi cukup mirip dengan jamur yang edible atau dapat dimakan. Bahkan, para pemburu jamur pun bisa jadi salah dan malah memanen jamur beracun ini. Nama webcap mengacu pada "topi" jamur ini yang memiliki jaring-jaring.

Menurut Britannica, jenis racun yang ada di dalam jamur ini adalah orellanin yang menyebabkan gejala seperti flu selama beberapa hari. Munculnya gejala yang cukup lama yaitu 2 - 3 hari membuat korban sering kali salah didiagnosis. Tapi, jika tidak diselamatkan dengan benar, gagal ginjal sudah pasti terjadi dan bisa berujung pada kematian.

---

Jenis jamur beracun yang disebutkan di atas hanya sedikit dari banyaknya jumlah genus jamur di luar sana. Yang jelas, bahayanya jauh lebih besar dibandingkan magic mushroom yang meskipun beracun, hanya menyebabkan halusinasi sementara aja.

Kalau kamu mengenali beberapa ciri-ciri jamur beracun, kamu bisa menghindari hal yang tidak diinginkan terutama ketika menemukan jenis jamur yang belum pernah kamu makan sebelumnya.

Related Articles

Connect with Nibble