Tips & Tricks

Tips Mencegah Keracunan Ikan Tongkol

by Danang Lukmana | July 08, 2021

Tips Mencegah Keracunan Ikan Tongkol
Kejadian keracunan ikan tongkol secara massal, menjadi peristiwa miris yang sempat terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Ya benar, ikan yang jadi salah satu kegemaran masyarakat ini juga ternyata menyimpan racun di dalamnya. Cukup mengkhawatirkan, padahal daging ikan tongkol memiliki banyak kandungan nutrisi baik seperti protein dan asam lemak omega-3. Namun tenang saja, bukan berarti daging ikan ini berbahaya dan menjadi makanan terlarang untuk dikonsumsi. Kenali dulu faktor penyebab timbulnya racun dan cara menanggulangi supaya nggak terjadi keracunan ikan tongkol. Oleh karena itu, yuk simak penjelasan di bawah ini supaya tetap bisa menikmati daging ikan yang enak ini dengan aman.

Penyebab Keracunan Ikan Tongkol

Jika ditanya apakah daging ikan tongkol beracun? Jawabannya adalah TIDAK. Ikan tongkol bukan seperti ikan buntal atau ikan lain yang memang memiliki kandungan racun berbahaya sehingga terlarang untuk dimakan. Keracunan setelah makan ikan tongkol lebih diakibatkan oleh kontaminasi berbagai macam hal. Nah, berikut ini penjelasan mengenai penyebab keracunan tersebut.

source: pexels

·         Kontaminasi Bakteri Akibat Salah Penyimpanan

Ikan segar hasil tangkapan yang gak langsung disimpan di dalam suhu rendah (ruang pendingin es), bisa menyebabkan kerusakan fisiologis dan mikrobiologis pada ikan tersebut. Bakteri indigenus ikan seperti Weisella sp, Shewanella putrefaciens, serta bakteri jahat seperti Eschericia coli, Salmonella sp bisa tumbuh berkembang pada ikan sesaat setelah mati ditangkap. Bakteri tersebut bisa melakukan penggandaan diri, misal dari satu jadi dua, dua jadi empat dan seterusnya, hanya dalam waktu singkat. Rata-rata waktu penggandaan diri bakteri tersebut hanya butuh waktu 20-30 menit saja. Peneliti dari Universitas Jember memberi contoh kasus seperti berikut. Jika seandainya ikan segar selesai dibersihkan jam 5 sore tanpa didinginkan dan menunggu hingga jam 10 malam untuk diolah, maka ikan berada di ruang terbuka selama 5 jam. Nah, selama 5 jam tersebut bakteri sudah bisa menggandakan diri sebanyak puluhan ribu sehingga cukup membuat efek keracunan. Makanya, jika nggak langsung dikonsumsi,  disarankan untuk segera menyimpan ikan segar pada ruang pendingin seperti kulkas maupun freezer. Temperatur dingin di bawah 0 derajat Celcius cukup untuk melumpuhkan dan mencegah bakteri menggandakan diri. keracunan ikan tongkol busuk

source: pixabay

·         Adanya Toksin Histamin

Beberapa jenis ikan, seperti tongkol, sarden, tuna, mahi-mahi, secara alami memiliki zat kimia bernama asam amino histidin berkadar tinggi. Melansir dari Kompas, asam amino histidin jika terkontaminasi bakteri akan berubah menjadi histamin.  Bakteri tersebut bagian dari mikroflora alami kulit, insang, dan usus ikan yang baru ditangkap. Untuk mencegah berkembangnya bakteri tersebut, ikan segar harus disimpan di suhu dingin di bawah 2 derajat Celcius. Daya tahan ikan tongkol di suhu ruang hanya bertahan maksimal 4 jam saja.

Gejala Keracunan Ikan Tongkol

Keracunan ikan tongkol dipicu konsumsi makanan yang mengandung histamin dan bakteri yang cukup tinggi. Orang yang mengalami keracunan ini biasanya mengalami gejala seperti berikut:
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit Kepala
  • Diare
  • Kram perut
Gejala lain yang bisa juga dirasakan antara lain: gatal, sensasi terbakar di mulut, demam, atau sensasi detak jantung yang berbeda dari biasanya. Reaksi yang paling parah adalah terjadinya penurunan tekanan darah hingga jantung berdebar kencang yang bisa sangat fatal bagi beberapa orang.

Cara Mengolah Ikan Tongkol Bebas Racun

Untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri yang berujung pada keracunan, berikut tips mengolah ikan tongkol supaya aman.

1.      Perhatikan Kesegaran Ikan

Penting banget nih untuk memilih ikan segar sebelum kalian konsumsi. Pastikan tubuh ikan tongkol tersebut belum berlendir dan mengeluarkan aroma amis yang tajam. Tekan bagian daging badannya secara lembut, pastikan nggak lembek dan tetap padat kenyal. Ikan segar juga ditandai dengan insang yang berwarna merah cerah dan bagian matanya masih jernih berkilau. Jauhi ikan dengan insang yang berwarna gelap atau coklat, serta bagian mata yang sudah merah berair.

source: istockphoto

2.      Potong Bagian Kepalanya

Ada ungkapan yang mengatakan “ikan busuk bermula dari kepala”. Ungkapan tersebut benar, karena bakteri penyebab pembusukan mulai berkembang dari bagian kepala. Supaya aman, kalian bisa memotong bagian kepala ikan tongkol dan membuangnya.

3.      Bersihkan dan Buang Semua Jeroan

Tempat berkembangnya bakteri pada ikan selanjutnya ada di bagian isi perut dan organ dalam atau yang dikenal dengan jeroan. Pastikan untuk membuang tuntas isi perut hingga bagian insangnya untuk mencegah bakteri termakan oleh kalian. Kalian bisa kok meminta tolong pedagang ikan di pasar untuk membersihkannya hingga tuntas.

source: istockphoto

4.      Baluri dengan Jeruk Nipis

Setelah dibersihkan, jangan lupa memberi perasan jeruk nipis untuk mengurangi bau amis dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab kontaminasi. Hal itu karena nilai keasaman (pH) bakteri yang rendah sehingga bisa luruh dengan air jeruk nipis. Kalian juga bisa melumuri dengan bumbu rempah karena pada rempah ada senyawa antimikroba alami yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri.

5.      Rebus Sebentar dengan Air Garam

Supaya lebih aman lagi dan memastikan bakterinya mati, kalian bisa merebus dahulu daging ikan tongkol sebentar dengan campuran garam. Jangan terlalu lama merebusnya hingga terlalu matang, cukup hingga daging sedikit berubah warna serta teksturnya. Baru deh kalian olah lagi nantinya menjadi makanan yang kalian inginkan. Nah, itu tadi cara aman supaya terhindar dari efek keracunan ikan tongkol. Pengolahan yang tepat, jadi kunci keamanan kita dalam mengonsumsi sesuatu. Jangan ragu untuk rajin mengonsumsi ikan laut seperti tongkol, karena tetaplah sumber nutrisi yang tinggi.