Banyak dong dari kalian yang into banget sama kuliner pernah mendengar tentang Michelin Star dong. Ya, Michelin Star adalah sistem rating yang digunakan oleh Michelin Guide untuk menentukan seberapa berkualitasnya sebuah restoran. Bisa dibilang mendapatkan Michelin Star adalah mimpi paling terbesar dari banyak restoran. Karena sekalinya sebuah restoran meraih Michelin Star, hal itu akan berpengaruh besar pada masa depan serta reputasi restoran itu sendiri.
Michelin Guide
Asal-usul dari Michelin Star ini ternyata cukup unik. Digagas oleh Edoard dan Andre Michelin pada tahun 1900 lewat perusahaan ban mereka, Michelin, dibuatlah panduan praktis untuk para pengendara bernama Michelin Guide. Panduan ini membantu para pengendara menemukan fasilitas lokal seperti bengkel, pom bensin, hotel, dan restoran yang bagus di seluruh Prancis. Dikatakan bahwa Michelin Guide ini juga merupakan bagian usaha dari Michelin sendiri untuk meningkatkan pembelian mobil dan ban serta mendorong bidang wisata di Negara tersebut. Sukses dengan Prancis, empat tahun kemudian kakak beradik ini membuat Michelin Guide untuk Negara Belgia. Inilah awal mula Michelin Guide menyentuh negara-negara di luar Prancis. Swiss, Jerman, Spanyol, Portugal, Tunisia, dan Aljazair adalah negara-negara awal yang diangkat oleh Michelin Guide.
Rating Michelin Star
Menyadari jika bagian restoran pada Michelin Guide sangat menjanjikan, akhirnya di tahun 1926 mereka menggunakan sistem rating dengan satu bintang pada restoran fine dining terbaik. Hal ini menjadi permulaan era rating Michelin Star. Pada tahun 1931 Michelin Guide memperkenalkan peringkat rating baru mulai dari non-bintang hingga bintang tiga. Setiap bintang bahkan memiliki penjelasan secara naratif seperti; One star: A very good restaurant in it's category. Two stars: Excellent cooking, worth a detour. Three stars: Exceptional cuisine, worth a special journey. Restoran yang mendapatkan satu bintang bisa dijelaskan sebagai restoran yang sangat enak di kategorinya. Lalu untuk dua bintang memiliki narasi sebagai restoran yang memiliki masakan sangat enak, kita wajib putar balik saat si restoran terlewati. Sedangkan untuk peringkat tertinggi dengan tiga bintang bisa diartikan sangat pantas kita melakukan perjalanan khusus hanya untuk berkunjung dan makan di restoran ini. Rating ini tentu memiliki proses penilaian. Lewat sebuah tim reviewer yang sering disebut sebagai inspector mereka selalu mengunjungi restoran potensial secara anonim. Para reviewer ini begitu tertutup dan bahkan sulit ditemukan selama mereview sebuah restoran. Seperti agen rahasia, mereka bahkan dilarang untuk menceritakan pekerjaannya kepada lingkungan terdekatnya termasuk kepada orang tua.Bib Gourmand untuk Restoran Menengah
Restoran-restoran yang bisa masuk rating tentu hanya restoran kelas atas yang umumnya merupakan restoran fine dining. Harga untuk makan di restoran-restoran tersebut tentu cukup mahal. Namun, tidak semua masakan terbaik selalu ada di restoran mahal bukan? Maka pada tahun 1955 Michelin Guide memberikan kategori khusus untuk restoran yang memiliki kualitas masakan sangat bagus namun punya harga terjangkau. Fitur ini bernama Bib Gourmand. Bib Gourmand sendiri merupakan kategori penting tempat bersaingnya restoran-restoran kelas menengah. Sejujurnya, kategori ini-pun banyak diperhatikan oleh penggemar kuliner. Lantaran di restoran mahal cuisine yang disajikan cenderung bergaya gastronomi dan mengesampingkan porsi.