Apakah kamu sadar ada dua rumah makan Padang bernama Pagi Sore? Meski nama dan menu yang disajikan sama, tetapi logo keduanya berbeda. Sontak orang pun penasaran apa perbedaan Pagi Sore Merah dan Hijau.

Daripada bingung atau penasaran mana yang lebih enak, yuk, simak ulasan yang Nibble rangkum dari berbagai sumber berikut ini.

Buka Pertama Kali di Palembang

Walau menyajikan masakan Padang, ternyata rumah makan pertama Pagi Sore justru berdiri di Palembang, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman. Berawal dari tempat yang kecil, RM Pagi Sore sudah ada sejak tahun 1973 hingga tumbuh menjadi jaringan restoran Padang terkenal.

Pendiri rumah makan ini adalah H. Lismar dan H. Sabirin, dua sahabat asal Bukittinggi. Dua sahabat ini mendirikan rumah makan itu berbekal pengalaman bidang kuliner serta keberanian merintis usaha.

Lambat laun nama Pagi Sore kian populer. Mereka pun mulai membuka cabang di sekitar Palembang. Cabang Pagi Sore di Palembang mencakup cabang Jalan Mayor Zen, Jalan Basuki Rahmat, Komp. Ilir Barat Permai, Jalan Durian, dan Jalan Beringin Jenggut.

Pada 1990, Pagi Sore membuka cabang di KM 35 Indralaya, Sumatera Selatan. Lima tahun kemudian, mereka juga membuka cabang baru di kawasan Lintas Timur Sumatera Selatan, persisnya di Teluk Gelam. 

Namun, keduanya memutuskan untuk membagi manajemen restoran tersebut usai membuka cabang di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Palembang. Alasannya pun tidak pernah dipublikasikan dengan jelas, tetapi generasi penerus H. Lismar dan H. Sabirin tetap menjalin tali silaturahmi hingga kini.

Pecah kongsi inilah yang akhirnya melahirkan dua versi Pagi Sore, yaitu Pagi Sore merah dan hijau. Meski begitu, masing-masing masih menggunakan merek dagang ‘Pagi Sore’, tetapi berada di bawah pengelola berbeda dan boleh menyusun strategi bisnis sendiri.

Article imagePhoto source: @architect_landrover_community

Ekspansi Bisnis ke Kota Lain

Usai pecah kongsi, kedua manajemen sama-sama melakukan ekspansi bisnis ke kota lain. Keturunan H. Sabirin mendatangkan Pagi Sore merah ke Jakarta pada tahun 2006. Cabang pertama Pagi Sore merah di ibukota berada di Jalan Rawamangun Muka Timur. Pagi Sore merah juga menaungi restoran Padang lain yang bernama Sari Indah.

Sementara itu, keturunan H. Lismar memperluas jaringan RM Pagi Sore hijau ke Lubuk Linggau, Bangka Belitung. Kemudian pada tahun 2021 rumah makan Padang ini membuka cabang pertama di kota Bandung, Jawa Barat. Mereka pun turut menaungi Nasi Kapau Kedai Pak Ciman dan Kahyangan by Pagi Sore.

Article imagePhoto source: @pagisorekemang

Perbedaan Pagi Sore Merah dan Hijau

Jadi, apa sebenarnya perbedaan Pagi Sore merah dan hijau? Ternyata, ada beberapa perbedaan nyata dari kedua identitas tersebut.

Logo

Satu hal yang paling terlihat adalah bentuk dan warna logo masing-masing. Logo Pagi Sore merah menampilkan tulisan “Pagi Sore” dalam huruf kapital dengan background merah marun. Di sebelahnya ada tulisan 

Sedangkan Pagi Sore hijau memilih tulisan huruf kecil berwarna hijau tanpa background. Namun, ada simbol atap rumah gadang di atas tulisan tersebut serta tulisan “Sejak 1973”.

Article imagePhoto source: @pagisorekemang & web Pagi Sore

Cabang resmi

Pagi Sore merah serius mengembangkan jaringan restorannya di berbagai kota. Di Palembang, Pagi Sore merah terletak di Jalan Jenderal Sudirman Simpang Charitas, Jalan Jenderal Sudirman depan RSMH, Plaju, dan Jalan Beringin Jenggut.

Di Jakarta Pagi Sore merah antara lain berlokasi di Rawamangun, Cempaka Putih, Cipete, Kalimalang, Cikini, PIK, dan Tebet. Belakangan Pagi Sore merah juga melebarkan sayap ke daerah Tangerang Selatan, Bogor, dan Pekanbaru.

Sebaliknya, Pagi Sore hijau melakukan ekspansi ke daerah di sekitar Palembang, terutama di jalur antarkota, hingga ke beberapa kota besar di Indonesia. Selain Palembang, Pagi Sore hijau bisa dijumpai di Ogan Komering Ilir, Indralaya Utara, Musi Banyuasin, Jakarta, Surabaya, hingga Bandung.

Article imagePhoto source: @pagisoreid

Menu andalan

Keduanya mengklaim menggunakan resep asli yang turun temurun sejak rumah makan pertama kali berdiri. Namun, positioning berbeda ditonjolkan oleh Pagi Sore merah. Di sini hidangan rendang jadi andalan, terbukti melalui jargon Jagonya Rendang. Plus, Ayam Pop gurih yang ikonik.

Sementara itu, Pagi Sore hijau lebih fokus pada eksistensi mereka sebagai rumah makan khas Minang. Menu yang ditawarkan pun sama, tetapi si hijau ini terkenal berkat kelezatan gulainya. Dari Gulai Gajebo, Otak, sampai Telur Ikan, nikmat tiada tara.

Photo source: @pagisoreid

Rasa

Menurut para penikmat masakan Padang, Pagi Sore merah cenderung memiliki rasa manis. Contoh, Rendang yang ikonik itu memadukan rasa gurih, pedas rempah, dan hint manis yang membuatnya seimbang.

Sementara itu, Pagi Sore hijau lebih kuat rasa pedas dan berempah. Rasa gurih pedas asin menonjol pada makanan hidangan yang disajikan. Lidah Minang atau Sumatera boleh jadi cenderung cocok dengan masakan Padang versi Pagi Sore hijau.

Article imagePhoto source: @pagisore.pemuda

Tampilan saat dibungkus

Satu lagi, saat nasi Padang dibungkus, tampilan dan isi keduanya pun sedikit berbeda. Menurut review youtuber Foodbudgetid, secara porsi keduanya relatif sama banyak. Selain komponen wajib nasi Padang: nasi, sambal ijo, daun singkong, sayur nangka, dan kuah gulai, ada satu komponen lain.

Di nasi versi si merah, ada tambahan berupa sambal kentang balado, sedangkan si hijau menambahkan keripik kentang balado. Sebagai pelengkap, nasi bungkus Pagi Sore hijau juga ada lalapan dan sambal merah.

Di samping itu, cara membungkus si merah cenderung lebih rapi dan tidak begitu berminyak. Si hijau sedikit lebih berminyak dan “becek”, kemungkinan karena kuah gulai dituang lebih banyak. Meskipun demikian, ini kembali ke soal selera.

Article imagePhoto source: @pagisore.pemuda 

Lantas, bagaimana dari segi harga? Keduanya menawarkan nasi Padang premium dengan harga yang relatif sama. Bahkan, ukuran potongan lauk seperti ayam dan rendang pun juga tidak berbeda jauh. 

Bagi sebagian penikmat nasi Padang, Pagi Sore merah dan hijau bisa saling menggantikan. Kalau pas mampir si merah ya bisa singgah, demikian sebaliknya.

Meskipun begitu, ada juga yang condong ke salah satu kubu karena punya selera pribadi. Sah-sah saja kok. Satu hal yang pasti, mengetahui perbedaan Pagi Sore merah dan hijau akan membantumu menemukan preferensi nasi Padang premium versimu sendiri.

Kalau kamu, lebih suka nasi Padang yang mana: Pagi Sore merah atau hijau?