Food

Prawan Kenes, Si "Gadis Genit" Favorit Para Raja

by Finna Zephyrine | July 26, 2021

Prawan Kenes, Si "Gadis Genit" Favorit Para Raja
Sama seperti di Eropa, kerajaan di Indonesia juga punya beragam makanan khas dan salah satunya adalah prawan kenes. Dikenal sebagai sajian penutup khas Keraton Yogyakarta, makanan bernama unik ini memiliki cita rasa manis sedikit gurih. Karena ada sedikit pengaruh budaya Belanda dan Eropa, makanan di Keraton memang terdiri dari pembuka, makanan utama, dan pencuci mulut. Seperti apa rasanya? Yuk, kita lihat fakta menariknya!

Photo source: Instagram/kalsareater

Nama yang Unik

Kalau kamu orang Jawa, pasti bisa tebak arti nama makanan ini. Ya, “prawan” berarti “gadis” dan “kenes” berarti “lincah atau genit”. Jadi, makanan ini diibaratkan sebagai gadis yang lincah, manis, dan menyenangkan. Coba, hanya dengan penjelasan seperti itu, kamu udah bisa bayangin rasanya, belum? Mengutip dari Bale Raos Restaurant, prawan kenes merupakan makanan favorit Sri Sultan Hamengkubuwono VIII yang memimpin pada masa 1921 – 1939. Bersama kudapan ini, menu khas lainnya adalah pam brid, bestik djawa, bebek siram jamur, dan masih banyak yang lainnya.

Uniknya Rasa Prawan Kenes

Bahan utama prawan kenes adalah pisang raja yang sudah matang. Pelengkapnya pun cukup sederhana yaitu santan, daun pandan, gula merah, dan garam. Nah, cara masaknya nih yang bikin unik. Pisang dibelah dari samping dengan ujung yang menyambung, kemudian dikukus bersama daun pandan. Setelah itu, di antara belahan pisang, masukkan gula merah, garam, dan santan yang sudah dimasak.

Photo source: Instagram/dyahdykusumandari

Sebelum bisa disajikan, masih ada lagi proses lainnya yaitu pisang dijepit di antara dua bilah bambu pipih dan dibakar sambil sesekali dilumuri santan. Hasil akhirnya, pisang lembut dengan gula merah yang lumer dibalut dengan santan bakar yang harum dan gurih. Dalam satu porsi, biasanya disajikan dua sampai empat bilah berisi prawan kenes ini. Berbeda dengan makanan penutup yang biasanya dingin, manis alami prawan kenes justru lebih nikmat dimakan hangat. Coba deh bayangin rasanya pas pisang dan gula merah menyatu … sepertinya enak, ya! Yang jelas, nikmatnya nggak kalah sama dessert unik dari Korea Selatan.

Bahan Alami nan Sehat

Berbeda dengan dessert lain yang terkadang mengandung gula yang tidak sehat, makanan khas Keraton ini bisa dibilang sehat karena menggunakan gula merah. Gula merah dikenal sebagai pemanis dengan indeks glikemik rendah, jadi nggak meningkatkan gula darah secara cepat.

Photo source: Flickr

Cara masaknya yang dikukus dan dibakar membuat dessert ini mengandung kolesterol yang sedikit karena tidak ada minyak tambahan. Lemak yang ada didapat dari santan yang hanya berfungsi sebagai pelengkap. Dengan bahan-bahan yang gampang didapat, sebenarnya prawan kenes ini cukup mudah dibuat di rumah. Hanya saja, kamu mungkin perlu tahu rasa aslinya untuk bisa membandingkan.

Diperkenalkan pada Publik Lewat Bale Raos

Photo source: Instagram/baleraosresto

Kalo kamu belum bisa membuatnya di rumah, kamu bisa temukan menu ini di Bale Raos Yogyakarta yang mengusung tema The Sultan’s Dishes atau makanan khas dalam Keraton. Restoran yang ada di kawasan Keraton Yogyakarta ini baru didirikan pada tahun 2004 atas usulan KPGH Hadiwinoto. Saat ini, restoran ini sering digunakan untuk acara penting Keraton dan kenegaraan. Tapi, siapa pun boleh kok berkunjung dan menikmati sajiannya. Dengan kata lain, restoran ini bisa masuk daftar waktu kamu jalan-jalan ke Yogyakarta nanti. Kita bisa saja mengenal gudeg, soto, atau sate sebagai makanan khas Indonesia. Tapi hasil fusion antara masakan khas Indonesia dan sajian Belanda seperti yang ditawarkan di Bale Raos sepertinya asik juga untuk dicoba.