Belakangan ini banyak banget nih donat kekinian yang lagi hits dan viral banget di Indonesia. Dari mulai donat pumpkin, donat susu, bomboloni, sampai donat buatan artis yang harganya ratusan ribu per box-nya. Tapi kalian sudah pada tahu belum nih sejarah donat sampai jadi kudapan populer di seluruh dunia?

Roti yang digoreng berbentuk cincin dengan lubang di tengahnya ini memang mudah banget dikreasikan dengan beragam topping rasa. Dari mulai klasik seperti taburan gula bubuk, cokelat glaze, cokelat sprinkles, selai buah, sirup buah, dan lainnya, membuat kudapan ini memang bikin nagih. Terlebih karena dimasak dengan digoreng, membuat teksturnya jadi super fluffy dan ringan saat dimakan.

Sebelum viral dan favorit, konon asal-usul sejarah donat sudah berlangsung cukup panjang meskipun ada beragam versi. Populer berasal dari Amerika Serikat, konon versi awalnya terinspirasi dari roti goreng Belanda hingga diusut lebih jauh dari kebiasaan masyarakat Timur Tengah dan Yunani. Penasaran kan gimana penelusuran kisah asal-usul sejarah donat? Yuk simak artikelnya kali ini!

Sajian Roti yang Digoreng

Article image

Photo source: Istockphoto

Sejarah donat ternyata punya asal-usul yang sangat panjang dan sampai saat ini belum ada sumber akurat yang bisa membuktikannya. Dilansir dari Britannica, sebetulnya adonan tepung/dough yang digoreng ini memang bisa ditemukan di beragam budaya dunia sejak berabad-abad lamanya. Jejak adonan tepung yang digoreng ini bisa ditelusuri dari mulai di masyarakat Romawi kuno, Yunani, sampai Timur Tengah yang kemudian berkembang ke masyarakat Eropa lebih luas. 

Sebagai contohnya kamu bisa menemukan adonan tepung yang digoreng ini di beberapa budaya kuliner bangsa lain. Seperti contohnya ada churros dari Spanyol, bomboloni dari Italia, lukumades dari Yunani, beignet asal Prancis, oliebolen asal Belanda, sampai youtiao atau cakwe asal Tiongkok. Kebiasaan menggoreng adonan tepung dengan rasa manis sebagai penggugah selera inilah yang nantinya menciptakan kudapan seperti donat.

Dibawa Oleh Imigran Belanda di Amerika

Article image

Photo source: Istockphoto

Kemudian dilansir dari The Spruce Eats, sebuah catatan menunjukkan bahwa sejak pertengahan abad ke 19, orang Belanda sudah mempunyai tradisi membuat roti goreng. Sajian tersebut bernama “Olykoeks” atau “Oliebollen” alias kue minyak, yang awalnya hanya berbentuk bulat utuh dan digoreng dengan lemak babi maupun minyak nabati sampai kecoklatan. Karena bagian tengahnya sering kurang matang, akhirnya kue ditambahkan potongan buah, kacang, atau isian lain di tengahnya tersebut.

Tradisi membuat olykoeks ini terus dipertahankan ketika banyak orang Belanda melakukan migrasi ke Amerika Serikat khususnya Manhattan, New York. Sekedar informasi sejarah, New York dan Manhattan dahulunya bernama Nieuw Amsterdam dan dikuasai Belanda, sebelum ditukar dengan Pulau Run di Banda Neira Maluku.

Akhirnya sajian roti goreng khas Belanda ini pun akhirnya cukup populer di benua baru tersebut. Sajian roti yang digoreng inilah yang bisa jadi mengilhami terciptanya kue donat modern saat ini.

Lubang di Tengah yang Jadi Ciri Khas

Article image

Photo source: Istockphoto

Jika olykoeks atau roti goreng lainnya hanya berbentuk bola-bola yang digoreng, maka donat punya ciri khas bentuknya yang melingkar dengan lubang di tengahnya. Lubang di bagian tengah donat tersebut konon berasal dari kreasi Hanson Gregory.

Pria asal Amerika Serikat tersebut menyatakan dirinyalah pencipta lubang pada donat di tahun 1847. Saat itu usianya masih 16 tahun dan ia merupakan seorang pelaut yang bertugas di atas kapal.

Pada saat itu Hanson merasa kurang puas dengan sajian roti goreng yang sering disuguhkan oleh juru masak kapal. Menurutnya roti goreng tersebut kurang menarik karena bagian tengahnya yang pucat, lembek, dan kurang matang. Dia pun mengusulkan dan berkreasi supaya bagian tengahnya diberi lubang, gunanya agak minyak panas bisa sampai mematangkan ke bagian tengah.

Para ahli dan juru masakpun akhirnya mengakui bahwa membolongi bagian tengah roti goreng, bisa membantu mematangkan keseluruhan bagiannya. Versi lainnya juga menyebutkan bahwa lubang tersebut membuat kapten kapal menjadi mudah untuk menusukkannya di kemudi kapal.

Akhirnya bukan hanya populer di atas kapal saja, roti goreng yang bolong tengahnya ini juga sangat terkenal di kota-kota Amerika Serikat. Metode dan teknik pembuatannya pun akhirnya menjadi cara yang baku dalam membuat sajian yang satu ini.

Penamaan Donat

Article image

Photo source: Istockphoto

Bukan hanya sejarah pembuatannya tapi asal-usul penamaan donat atau doughnut juga punya kisah yang cukup unik. Sajian roti goreng berlubang berbentuk cincin ini dinamai donat atau Bahasa Inggrisnya “donut/doughnut”. Kenapa gak dinamai saja fried dough atau ring cake sebagai penyebutannya?

Beberapa orang meyakini nama “nut” atau kacang tersebut akibat kebiasaan para imigran Belanda. Seperti sudah disebutkan pada teori pertama, orang Belanda suka menambahkan kacang di bagian tengah kue minyak atau olykoeks. Tetapi teori lain mengatakan namanya berasal dari istilah “dough knots” yang berarti adonan roti yang dibuat simpul sebelum digoreng. 

Sebuah catatan menyebutkan bahwa ada kata "doughnut" yang mulai muncul pertama kali dalam publikasi Washington Irving tahun 1809, A History of New York. Barulah pada awal tahun 1900-an, banyak yang menyingkat kata doughnut jadi lebih simple yakni donut. Saat ini, penyebutan “doughnut” maupun "donut" sudah sangat umum dan secara bergantian dipakai dalam bahasa Inggris.

Pembuatan Donat Otomatis

Article image

Photo source: Istockphoto

Setelah mengetahui asal-usul sejarah dan penamaan donat, berikutnya adalah alasan kenapa roti goreng ini sampai tersebar luas ke dunia. Tersebar dan popularitas donat sampai saat ini ada pengaruhnya dari seorang imigran Rusia bernama Adolph Levitt yang tiba di Amerika Serikat pada abad ke-20. Semenjak tahun 1920, Adolph Levitt menciptakan mesin penggoreng donat otomatis yang memudahkan membuat donat dalam jumlah banyak sekaligus.

Mesin pembuat donat yang modern dan futuristic ini sampai dipamerkan pada ajang World’s Fair di Chicago tahun 1934. Ajang tersebut sekaligus cikal-bakal popularitas lainnya dari donat yang dilabeli sebagai makanan hits di abad kemajuan teknologi. Seketika donat jadi santapan paling populer di seluruh Amerika Serikat, hingga dunia.

Donat Masa Kini

Sampai saat ini, donat tetap menjadi camilan favorit di seluruh dunia. Di tengah gempuran camilan-camilan lainnya, donat tetap bertahan bahkan berkembang semakin variatif dari mulai pilihan topping sampai bahan pembuatannya.

Di Indonesia sendiri, donat bisa ditemukan dari mulai donat kampung kreasi masyarakat lokal UMKM, donat franchise populer, sampai donat kekinian kreasi anak muda. 

Soal bahannya, kamu pun bisa menemukan dari mulai donat kentang, donat berbahan labu pumpkin, sampai donat gluten free. Pilihan rasa toppingnya juga makin beragam dari mulai gula bubuk, caramel glaze, cokelat cair, cokelat meses atau sprinkles, matcha, sampai varian asin seperti bacon dan abon. Ragam harganya pun banyak pilihannya, dari mulai yang murah meriah sampai yang mahal pun ada.

Nah itu asal-usul dan sejarah donat yang sampai sekarang masih viral. Kalau kamu ingin puas makan donat dengan harga gak lebih dari 200ribu, yuk cek rekomendasinya!