Photo source: Pexels/Yosi Azwan
Sering bingung perbedaan lada hitam dan lada putih? Apalagi, kalau lagi masak dan resep bilang “tambahkan lada secukupnya”. Pasti kamu jadi bertanya-tanya, mana sih lada yang pas buat resep itu.
Sekilas keduanya memang mirip, sama-sama pedas menggigit dan hampir selalu ada di rak bumbu dapur. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, ada banyak banget perbedaan lada hitam dan lada putih. Mulai dari cara pembuatan, rasa, sampai harga di pasaran.
Supaya kamu nggak salah pilih waktu belanja bumbu dapur, yuk, simak ulasan perbedaan lada hitam dan lada putih di sini.
Asalnya Sama, Prosesnya Beda
Fun fact nih, lada hitam dan lada putih itu sebenarnya berasal dari tanaman yang sama persis, yaitu Piper nigrum. Jadi bukan dua jenis tanaman berbeda ya. Perbedaan lada hitam dan lada putih muncul dari cara panen dan pengolahannya.
Southern Living menyebutkan, biji lada hitam dipetik saat belum matang alias masih hijau. Kemudian, biji lada hitam itu dikeringkan melalui proses penjemuran. Inilah yang bikin kulit luarnya mengerut, keriput, dan berubah hitam kecokelatan. Biasanya, biji lada hitam dijual utuh atau digiling.
Sementara itu, lada putih merupakan biji buah lada hitam matang. Usai dipetik, biji-biji lada melalui proses perendaman untuk difermentasi. Pada tahap ini, lapisan luar atau kulitnya dikupas sehingga tersisa biji dalam berwarna putih kekuningan. Baru deh biji lada ini dikeringkan dan siap digiling.
Photo source: Pixabay/41330
Beda Rasa dan Aroma
Orang awam mengenal lada putih dengan sebutan merica, tetapi sebutan ini tak berlaku untuk lada hitam. Maka, perbedaan lada hitam dan merica paling menonjol pada rasa dan aroma.
Karena proses pembuatannya, lada hitam punya aroma lebih tajam dan kompleks. Kulit luar masih menempel sehingga rasa pedas lada hitam cenderung berlapis. Ada sedikit rasa earthy dan manis kayu-kayuan.
Profil rasa demikian membuat lada hitam pas ditambahkan pada hidangan yang butuh aroma kuat. Misalnya, steak, sup krim, atau tumisan yang ingin menonjolkan rasa pedas lada hitam.
Sebaliknya, lada putih punya rasa lebih halus. Rasa pedas merica cenderung bersih lantaran kulit luarnya sudah dibuang melalui proses perendaman.
Ini menjelaskan mengapa lada putih kerap melengkapi bumbu masakan berkuah bening atau saus putih. Faktor warna kadang berpengaruh. Jadi, tampilan masakan secara keseluruhan tetap cantik tanpa terganggu bintik-bintik hitam dari lada hitam.
Photo source: Pixabay/Vwald
Beda Warna dan Tekstur
Tentu saja perbedaan lada hitam dan lada putih mudah terlihat lewat tampilan fisiknya. Lada hitam berwarna gelap, punya permukaan keriput, dan teksturnya lebih kasar saat digiling.
Lada putih berwarna lebih terang. Bahkan, permukaan biji lada putih cenderung halus. Jika digiling, menghasilkan bubuk lada putih yang lebih lembut.
Photo source: Pixabay/Andryhariana
Kandungan di Balik Rasa Pedasnya
Selain soal tampilan, rasa pedas kedua jenis lada ini muncul akibat perbedaan piperine. Inilah senyawa yang menimbulkan sensasi rasa pedas dan panas di lidah saat mencicipi lada hitam maupun lada putih.
Namun, kadar piperine di lada hitam sedikit lebih tinggi karena kulit luarnya masih ada. Sementara itu, kulit luar lada putih sudah dibuang sehingga kadar piperine di dalamnya agak lebih rendah. Itulah mengapa sensasi pedas lada hitam lebih nendang ketimbang lada putih.
Photo source: Pexels/Yosi Azwan
Lada Hitam dan Lada Putih Mahal Mana?
Nah, pertanyaan ini sering banget muncul. Soal lada hitam dan lada putih mahal mana, umumnya lada putih lebih mahal. Ini terjadi akibat proses pembuatan lada putih lebih ribet dan butuh waktu lebih lama. Mulai dari perendaman berhari-hari hingga pengupasan kulit.
Plus, hasil akhir proses ini juga lebih sedikit daripada bahan baku awal. Wajar kalau harga lada putih sedikit lebih tinggi.
Meski begitu, selisih harga keduanya nggak begitu jauh. Termasuk buat pemakaian rumahan sehari-hari. Jadi, kalau kamu butuh lada hitam atau lada putih di dapur, dompet masih aman kok.
Photo source: Pexels/Marta Branco
Masa Penyimpanan
Menariknya, masa penyimpanan lada hitam lebih lama daripada lada putih. Lada hitam utuh bisa kamu simpan sampai satu tahun. Namun, lada hitam yang sudah dihaluskan cuma bertahan beberapa bulan.
Sedangkan lada putih cenderung mudah menguap saat disimpan. Pertimbangkan untuk menyetok lada putih secukupnya saja agar rasa dan aromanya masih terjaga.
Satu tips kecil, simpan lada hitam maupun lada putih dalam wadah kedap udara dan jauh dari sinar matahari langsung. Sebaiknya beli dalam bentuk butiran utuh lalu giling sendiri. Sebab lada yang sudah digiling cenderung lebih cepat kehilangan aroma khasnya.
Photo source: Pexels/Dmitry Sidorov
Kapan Pakai Lada Hitam, Kapan Pakai Lada Putih?
Setelah tahu perbedaan lada hitam dan lada putih, sekarang tinggal kamu sesuaikan dengan kebutuhan masakan. Kalau lagi masak steak, marinasi daging panggang, atau masakan yang butuh aroma kuat, lada hitam jawabannya. Rasa pedas dan aroma yang tajam bakal memperkaya dimensi rasa hidangan.
Sebaliknya, kalau lagi bikin masakan berkuah bening, saus putih, sop ayam, atau hidangan dengan tampilannya clean tanpa bintik hitam, lada putih lebih cocok. Rasa yang lebih halus juga nggak bakal menang sendiri dan tetap memberi ruang untuk bumbu lain tampil.
Photo source: Pexels/Lukas Blazek
Jadi, sudah nggak bingung lagi kan soal perbedaan lada hitam dan lada putih. Walau berasal dari tanaman yang sama, keduanya punya karakter rasa, warna, dan harga berbeda. Kamu cukup menyesuaikan dengan jenis masakan yang dibuat. Selamat memasak!