Photo source: @ty.tangyuan

Tang yuan sedang tren lho di Indonesia. Hal ini ditandai lewat kemunculan dessert house dengan khusus menyajikannya di kota-kota besar. Padahal, sekilas penampakan makanan penutup ini mirip wedang ronde.

Namun, bola-bola beras ketan tersebut punya sejarah panjang di negara asalnya. Daripada kamu penasaran, yuk, segera merapat dan simak ulasannya sampai habis.

Apa Itu Tang Yuan?

Jadi, sebenarnya apa itu tang yuan? 

Laman Wikipedia menyebut tang yuan (baca: tang yuen) adalah makanan penutup tradisional Tiongkok berupa bola-bola dan dihidangkan dalam kuah atau sirup panas. Ukuran bola-bola tersebut bervariasi, dari sebesar kelereng hingga bola pingpong.

Bola-bola ini terbuat dari tepung beras ketan. Biasanya diberi isian pasta tertentu yang menambah tekstur saat menggigitnya.

Adalah wajar kalau penampilan dessert ini mengingatkan kamu dengan wedang ronde. Pasalnya, ronde merupakan bentuk akulturasi budaya lokal dari hidangan yang berasal dari Cina daratan.

Perbedaan lain ada pada kuah yang melengkapi ronde. Jika wedang ronde umumnya dibanjiri kuah jahe pedas, tang yuan justru menawarkan jenis kuah yang lebih beragam. Bahkan, ada kuah yang menyerupai jus. Namun, inilah yang bikin tang yuan punya profil rasa beragam sekaligus autentik. 

Dalam budaya Tionghoa, dessert ini wajib ada dalam momen perayaan penting. Misalnya, Festival Lentera (Yuanxiao) dan Festival Dongzhi (perayaan Titik Balik Matahari Musim Dingin). Bentuk bulat sempurna melambangkan keutuhan, kebersamaan, dan kerukunan keluarga. Itulah mengapa makan dessert ini bersama keluarga dipercaya dapat membawa keberuntungan, keharmonisan, dan kebahagiaan untuk satu tahun ke depan.

Article imagePhoto source: @ahchewdesserts.sg

Mengulik Sejarah Tang Yuan

Tahukah kamu, sejarah tang yuan sudah bermula sejak lebih dari 2.000 tahun silam? Menariknya, kemunculan hidangan itu berkaitan erat dengan Festival Lentera.

Legenda menyebutkan hiduplah seorang pelayan istana bernama Yuanxiao pada masa pemerintahan Kaisar Wu dari Dinasti Han. Dia melakoni pengasingan di istana bertahun-tahun dan merindukan keluarganya. 

Menteri Dongfang Shuo ingin membantunya sehingga ia berbohong kepada Kaisar Wu. Sang menteri berkata Dewa Api diperintahkan Kaisar Giok untuk membakar Chang’an pada hari ke-15 bulan pertama kalender lunar.

Membiarkan Yuanxiao membuat bola nasi ketan kesukaan Dewa Api menjadi satu-satunya cara menghindari bencana. Selain itu, semua rakyat juga akan menyalakan lentera dan memberikan persembahan kepada Dewa Api.

Kaisar Wu menyetujui permintaan itu dan gagasan sang menteri terlaksana sesuai rencana. Yuanxiao pun bertemu keluarganya. Sejak itulah Festival Lentera identik dengan makan tang yuan bersama-sama.

Di sisi lain, nama makanan penutup tersebut dapat berbeda pada setiap dinasti. Ketika Kaisar Yongle dari Dinasti Ming berkuasa, makanan ini dikenal sebagai yuanxiao di kawasan Tiongkok Utara. Yuan berarti pertama, sedangkan xiao artinya malam.

Sementara itu, masyarakat Tiongkok selatan memanggilnya tang yuan. Dalam dialek Hakka dan Kanton, pengucapannya menjadi tong yan atau tong jyun.

Namun, ada juga sumber mengatakan pemerintahan Yuan Shikai (1912–1916) tidak menyukai nama yuanxiao karena terdengar bermakna “menyingkirkan yuan”. Ia pun memerintahkan mengubah namanya menjadi tang yuan yang secara harfiah berarti bola-bola bulat dalam sup atau pangsit bulat dalam sup. 

Ini menjelaskan juga mengapa tang yuan merujuk pada adonan yang dibungkus isian. Sebaliknya, yuanxiao berupa isian padat yang digulung-gulung di atas keranjang berisi tepung ketan sampai menebal. Satu lagi, yuanxiao biasanya hanya punya isian manis, sedangkan tang yuan bisa manis atau asin.

Article imagePhoto source: @sweetdotssg

Tang Yuan Terbuat dari Apa?

Lantas, tang yuan terbuat dari apa? Seperti sudah disinggung di atas, bola-bola ini dibuat dengan tepung beras ketan. Tepung tersebut dicampur dengan sedikit air hangat dan diuleni perlahan sampai adonan kalis dan elastis. Adonan juga dapat diberi pewarna makanan merah muda atau dibentuk mirip karakter lucu. 

Selain bola ketan putih polos, varian klasik dapat berisi wijen hitam, kacang tanah yang dihancurkan, atau pasta kacang merah. Ada juga pasta biji teratai, pasta labu, dan pasta kacang hitam. Untuk varian gurih dapat berisi jamur, daging cincang, dan kubis.

Sementara itu, modifikasi melahirkan tang yuan berisi coklat yang lumer. Lalu, ada juga yang berisi custard atau semacam fla manis. Bahkan, tren pistachio menyapa dessert ini dan jadi pilihan menarik untuk dicoba.

Nah, basis kuah tang yuan dapat beragam sesuai isian. Jika isian bola ketan sudah manis, umumnya dipadankan dengan kuah rebusan air bening atau sup jahe manis ringan. Jadi, rasanya lebih seimbang dan nggak bikin eneg. 

Tang yuan lain juga bisa dibanjiri kuah kacang merah, wijen hitam, atau pandan. Pada versi modern, ada juga yang menghidangkannya dengan kuah santan gurih, susu, matcha, jus buah, hingga sirup bunga osmanthus yang harum.

Article imagePhoto source: @ty.tangyuan

Berburu Tang Yuan Glodok di Jakarta

Nah, kalau ingin cicipi dessert ini, kamu cukup melipir ke kawasan kuliner legendaris di Jakarta. Ada tang yuan Glodok yang lagi viral sampai antreannya mengular panjang.

Inilah Thankyou Tang Yuan yang letaknya sedikit ngumpet di dalam lorong Pasar Glodok, Jakarta Barat. Di tengah pasar, ada kedai dessert yang menyajikan hidangan penutup Tiongkok dan diincar anak muda.

Tekstur tang yuan ala Thankyou tipis, tidak lengket, dan isiannya nggak pelit. Pilihan sup atau kuahnya juga beragam. Misalnya, Pistachio Tang Yuan dengan rasa nutty yang khas, cocok disantap dengan kuahnya.

Suka yang manis, Chocolate Tang Yuan mesti dicoba. Harum coklatnya terasa, pahit manisnya juga seimbang, pas banget disantap bersama osmanthus milk. Ada lagi Mango Tang Yuan dari mangga segar, serutan es, dan sirup osmanthus.

Urusan pelayanan juga juara. Untuk setiap pesanan, kamu dapat complimentary segelas air dan semangka. Jadi, bisa membantu menetralisir mulut usai melahap dessert tadi.

Meski antrean Thankyou Tang Yuan membludak, citarasa hidangannya sesuai ekspektasi. Kabarnya, mereka akan buka cabang lebih besar di kawasan yang sama untuk kenyamanan pelanggan. Wajib coba ke sini kalau kamu penasaran rasa makanan penutup ini seperti apa.

Article imagePhoto source: @ty.tangyuan

Gimana, menarik kan cerita di balik apa itu tang yuan? Ternyata dessert tradisional ini punya sejarah panjang. Kamu dapat menyesapi kelezatan makanan penutup ini sambil ikut bernostalgia ke masa lalu saat kulineran di Glodok, Jakarta Barat. Yuk, cobain sekarang juga!