Photo source: Magnific

Yuk kenalan dengan berbagai jenis jamu tradisional dan khasiatnya untuk kesehatan. Sudah sejak lama masyarakat Jawa mengembangkan budaya mengolah minuman dari beragam jenis tanaman herbal yang dipercaya mempunyai khasiat khusus yang dinamakan jamu. Jamu sendiri berkembang dari dapur tabib kepercayaan raja sampai masyarakat tradisional di pedesaan.

Khasiat dari minuman jamu dipercaya manjur dalam mengobati berbagai jenis penyakit, meningkatkan stamina, imunitas tubuh, sampai problem yang sering dirasakan perempuan. Pedagang jamu juga berkembang dari mulai pedagang jamu gendong, kedai jamu rumahan, sampai ada yang berkonsep cafe jamu kekinian. Oleh karena itu, penting nih untuk kita lebih mengenal kembali minuman herbal yang berakar dari budaya tradisional ini.

Berikut ini beberapa jenis jamu tradisional dan juga khasiatnya!

1. Kunyit Asam

Article image

Photo source: Istockphoto

Salah satu jenis jamu tradisional yang paling populer dan juga terkenal dengan khasiatnya adalah jamu kunyit asam atau juga disebut kunir asam. Sesuai dengan namanya, jamu ini terbuat dari bahan utama berupa kunyit dan air asam jawa dengan penambahan pemanis seperti gula aren. Popularitasnya berkembang karena terhitung mudah dibuat sendiri, sehingga mudah ditemukan di pedagang jamu gendong sampai menjadi minuman kekinian.

Soal khasiatnya, tentu saja didapatkan dari senyawa alami bernama curcumin yang memberi warna kuning dalam kunyit. Senyawa tersebut dipercaya mampu mengurangi produksi senyawa prostaglandin yang menyebabkan nyeri, termasuk nyeri saat menstruasi. Selain membantu mengatasi nyeri menstruasi, khasiat lainnya juga untuk memperkuat imun tubuh, menjaga kesehataan pencernaan, detox alami, dan meredakan demam.

Secara tradisional, jamu ini cukup simpel dibuat, hanya cukup memarut rimpang kunyit serta memeras airnya, lalu ditambahkan air asam jawa beserta gula aren. Kalau lebih modern bisa memakai alat elektronik seperti blender atau slow juicer untuk mendapatkan sari kunyitnya. Saat inipun berkembang minuman herbal bernama turmeric shot yang mirip seperti cara membuat kunyit asam.

2. Beras Kencur

Article image

Photo source: Istockphoto

Selanjutnya jenis jamu tradisional yang paling populer dan cukup punya khasiat adalah jamu beras kencur. Jenis jamu tradisional ini terhitung yang cukup mudah diterima lidah buat orang yang belum terbiasa minum jamu. Gak mengherankan jika jamu beras kencur ini sering diberikan pada anak-anak kecil untuk menambah nafsu makan.

Jamu ini mengandung mineral dan berbagai senyawa aktif yang bersifat antioksidan, antibakteri, serta anti-radang. Oleh karena itu, jamu beras kencur mempunyai berbagai khasiat seperti meningkatkan nafsu makan anak, mengontrol gula darah, mengatasi diare, mengatasi batuk berdahak, hingga mempercepat pemulihan pasca melahirkan. Sesuai namanya, jamu ini terbuat dari rebusan kencur dan beras yang digiling halus lalu ditambahkan pemanis dan sedikit asam jawa. 

3. Jamu Galian Singset

Article image

Photo source: Istockphoto

Nah jenis jamu tradisional bernama galian singset ini termasuk yang paling populer di kalangan para perempuan dan khasiatnya untuk menjaga bentuk tubuh ideal. Apalagi bagi mereka yang pasca-melahirkan untuk mengembalikan proporsi tubuh maupun yang ingin mengurangi lemak tubuh membandel. Jamu ini sejak dulu dipercaya memberikan manfaat menjaga tubuh perempuan agar tetap langsit atau sering disebut “singset”.

Kandungan herbal dalam jamu tersebut biasanya terdiri dari rimpang-rimpangan seperti kunyit, temulawak, kencur, serta rempah seperti daun jati belanda, dan asam jawa. Bahan tersebut berfungsi melancarkan metabolisme serta pencernaan sehingga mampu membuang lemak membandel. Proses metabolisme yang lancar akan membantu tubuh membakar kalori dengan lebih efektif, tapi akan lebih baik jika diiringi juga dengan gerak tubuh seperti olahraga.

4. Jamu Uyup-Uyup/Gepyokan

Article image

Photo source: @shintagendis

Buat kamu yang sehabis melahirkan, bisa nih coba untuk minum jenis jamu tradisional bernama uyup-uyup alias gepyokan dan khasiatnya cukup banyak. Kebiasaan mengkonsumsi jamu ini memang banyak ditemukan pada ibu hamil, pasca melahirkan atau masa nifas, dan menyusui. Khasiat yang dipercaya untuk mencegah penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, menambah stamina setelah melahirkan, untuk kecantikan, dan melancarkan ASI.

Bahan-bahan utamanya berasal dari empon-empon atau rimpang seperti bangle, temulawak, kencur, jahe, temugiring, dan cabe lempuyang. Selain itu bahan lainnya ada asam jawa, daun katuk untuk melancarkan ASI, daun meniran, dan biji adas manis. 

5. Jamu Sinom

Article image

Photo source: @juameherbal.id

Jamu sinom juga terkenal sebagai jenis jamu tradisional yang mudah ditemukan dan khasiatnya yang banyak. Minuman ini menjadi salah satu primadona karena rasanya yang menyegarkan, manis, dan sedikit asam. Jika jamu umumnya terkenal dengan rasa pahit, pedas, atau terlalu berempah yang kuat, maka sinom ini sangat ramah di lidah dan bisa diminum anak-anak.

Bahan utama dari minuman jamu tradisional ini berupa daun asam jawa yang masih muda (disebut sinom) dan kunyit. Perpaduan kedua bahan alami ini menghasilkan minuman yang kaya antioksidan, vitamin C, dan curcumin. Kandungannya yang memberikan khasiat sebagai agen pelindung tubuh dari paparan radikal bebas yang memicu berbagai penyakit kronis hingga peradangan.

6. Jamu Kudu Laos

Article image

Photo source: Istockphoto

Terlepas dari bentuknya yang kurang meyakinkan, tapi manfaat buah mengkudu untuk kesehatan sangatlah banyak dan menakjubkan. Buah yang punya nama lain buah noni atau pace ini ternyata menyimpan segudang nutrisi yang baik untuk kesehatan. Salah satu cara merasakan khasiatnya adalah dengan dibuat minuman jamu tradisional bernama jamu kudu laos.

Cara membuat jamu kudu laos ini dengan memarut buah mengkudu, lengkuas (laos), dan kencur untuk kemudian disaring lalu direbus dengan daun salam. Supaya rasanya makin aman di lidah bisa sedikit ditambahkan gula merah/gula pasir dan bisa diminum dingin dengan es batu. Khasiat yang bisa didapatkan seperti memperlancar aliran darah, menjaga pencernaan, hingga menurunkan kadar kolesterol serta asam urat.

7. Jamu Pahitan

Article image

Photo source: Istockphoto

Dari namanya saja sudah pasti terbayang rasa pahit yang akan menerpa lidahmu saat menenggak jamu pahitan ini. Bayangkan saja, jamu tradisional ini terbuat dari bahan dasar berupa sambiloto, brotowali, pule, widoro laut, serta ada juga yang menambahkan adas. Rasanya akan luar biasa pahit yang bikin kadang ingin muntah tapi tetap mempunyai khasiat luar biasa.

Khasiat awal yang bisa dirasakan adalah menjaga pencernaan, merangsang lambung untuk memproduksi enzim pencernaan, serta mencegah kembung dan sembelit. Selain itu rasa pahitnya juga dipercaya mampu membersihkan darah alias membuang racun-racun dari tubuh. Manfaat membersihkan darah atau detoksifikasinya bisa juga menjaga organ dalam seperti hati dan jantung.

8. Kunci Sirih

Article image

Photo source: Istockphoto

Dalam resep sayur bayam bening dalam masakan Jawa sering juga ditambahkan rimpang bernama temu kunci. Bukan hanya sebagai penyedap masakan saja, temu kunci juga bisa diolah menjadi jamu herbal tradisional bernama kunci sirih/kunci suruh dan khasiatnya cukup banyak. Bahan utama minuman ini berasal dari rimpang temu kunci dan juga beberapa helai daun sirih.

Minuman ini mengandung banyak senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin yang memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Manfaat minuman ini di antaranya bisa meredakan rasa sakit, menurunkan kolesterol dalam darah, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, mengatasi radang, dan masih banyak lagi. Terkadang minuman ini juga bisa ditambahkan rebusan jahe, kunyit, ataupun kencur.

9. Jamu Cabe Puyang

Article image

Photo source: Istockphoto

Asal kamu tahu, cabai jenis capsicum yang saat ini banyak dipakai untuk sambal bukanlah tanaman asli Indonesia, melainkan didatangkan dari benua Amerika. Sebelum kedatangan cabai, masyarakat Indonesia mengenal cabai puyang alias lempuyang yang masih berkerabat dengan lada dan sirih-sirihan. Saat ini cabai puyang sudah jarang digunakan dalam masakan dan justru lebih banyak dipakai sebagai bahan jamu tradisional.

Cabai puyang harus terlebih dahulu dikeringkan, ditumbuk, dan diseduh dengan air hangat untuk mendapatkan manfaatnya. Rasa jamu cabai puyang ini cukup pedas dengan sensasi agak kepahit-pahitan. Soal khasiatnya bisa membantu menghilangkan kelelahan, meningkatkan nafsu makan, mencegah masuk angin, melancarkan aliran darah, dan mengurangi nyeri menstruasi.

10. Jamu Temulawak

Article image

Photo source: Istockphoto

Temulawak dengan nama ilmiah Curcuma xanthorrhiza sudah cukup lama dimanfaatkan sebagai obat herbal tradisional di banyak masyarakat Asia. Tanaman yang masih bersaudara dengan kunyit, tapi ukurannya lebih besar ini, juga mempunyai warna kuning yang cerah. Kandungan zat aktif yang bersifat antiradang, antioksidan, dan hepatoprotektif (melindungi hati) inilah yang bermanfaat untuk menjaga fungsi organ hati maupun sistem pencernaan.

Dalam pembuatan jamu temulawak, biasanya dibuat dengan merebus rimpang tersebut bersama dengan asam jawa, kencur, daun pandan, dan sedikit gula aren sebagai pemanis. Rasanya cukup nyaman di lidah, sehingga jamu minuman temulawak ini cukup mudah dijumpai di mana-mana. Khasiatnya dari mulai mengatasi lambung begah, sembelit, dan wasir, sampai penyakit serius seperti menjaga liver serta mencegah batu empedu.

Gimana, masih ragu untuk kenalan dengan jenis jamu tradisional dan merasakan khasiatnya? Dalam tren gaya hidup sehat ini, yuk telusuri lebih dalam tradisi pengobatan herbal yang sudah diciptakan leluhur kita!