Yuk kenalan lagi dengan nama lain bakwan di berbagai daerah di Indonesia! Secara umum, bakwan dikenal sebagai top tier-nya gorengan dan bisa dengan mudah ditemukan hampir di setiap daerah.

Terbuat dari adonan tepung terigu, bumbu, serta sayuran seperti wortel, kubis, daun bawang, tauge, hingga jagung membuatnya sangat nikmat disantap selagi hangat. Baik dinikmati langsung, dicocol sambal dan saus, serta bisa menjadi teman pendamping makan nasi.

Uniknya, kalau kamu hanya menyebutnya sebagai bakwan bisa-bisa membuat orang dari daerah lain menjadi salah duga. Hal itu karena penyebutan jenis gorengan ini bisa sangat berbeda-beda antar daerah. Bahkan ada lho yang memaknai bakwan sebagai menu makanan hangat berkuah seperti bakso.

Mengenal Bakwan

Article image

Photo source: @mattan_chai

Sebelum mengenal nama lain bakwan di berbagai daerah, ada baiknya kita kenalan lebih dahulu nih dengan apa sih itu bakwan. Ternyata sajian gorengan bakwan bukan merupakan sajian yang otentik dari Indonesia lho. Dilansir dari Kompas, bakwan berasal dari kata “bak” yang artinya daging dan “wan” yang sering juga merujuk sebagai bola. Jadi sebetulnya, bakwan pada mulanya sangat dekat dengan definisi bakso yang berupa bola-bola daging. Uniknya, pengertian bakwan yang seperti bakso ini justru masih umum digunakan oleh masyarakat Surabaya dan Malang.

Sedangkan bakwan yang berwujud seperti gorengan dengan adonan tepung serta sayuran, bisa ditelusuri juga di tradisi kuliner Tiongkok, hingga Portugis dan Jepang, bahkan India. Di Jepang, ditemukan tradisi kuliner yang digoreng dengan baluran tepung yang konon diperkenalkan oleh orang Portugis, namanya tempura. Tempura bisa memakai berbagai isian, salah satunya isian sayur baik terong, lobak, wortel, daun bawang yang disebut juga kakiage. Sedangkan di Korea ada tradisi membuat ‘pajeon’ dan di India-Pakistan terdapat ‘pakora’ yang semuanya mirip gorengan bakwan.

Nama Lain Bakwan di Berbagai Daerah Indonesia

Karena asal-usul aslinya masih jadi banyak perdebatan, membuat nama lain bakwan pun jadi berbeda-beda di berbagai daerah. Berikut ini penyebutan lain gorengan bakwan di berbagai daerah biar gak saling salah paham!

1. Bakwan

Article image

Photo source: @numpangsavaresep.id 

Kalau kamu tinggal di Jakarta dan sekitarnya, tentu menyebut gorengan ini sebagai bakwan dan jadi salah satu gorengan favorit. Di masyarakat Jakarta terkhusus suku Betawi, bakwan menjadi padanan ideal untuk menu sarapan seperti nasi uduklontong sayur, dan nasi ulam. Selain itu, bakwan juga umum ditemukan di penjual gorengan yang biasa mangkal di sudut-sudut kota.

Sebutan bakwan juga umum ditemukan di daerah lain seperti Yogyakarta, Lampung, dan Manado. Hal membedakan dari sisi penyajian hingga bumbu cocolan pendampingnya. Di Jakarta sebagai teman nasi uduk, bakwan sering diberi cocolan saus kacang, sedangkan di Lampung ada yang menikmatinya dengan saus cuko seperti pempek. 

2. Bala-Bala

Article image

Photo source: @simplymyhobbies

Di masyarakat Jawa Barat khususnya yang bersuku Sunda seperti di Bandung, gorengan ini dikenal sebagai bala-bala. Dalam bahasa Sunda, "bala" artinya "berantakan" alias tidak teratur yang merujuk pada isian sayurannya yang beraneka macam dan diaduk acak. Bala-bala juga umum ditemukan sebagai gorengan pinggir jalan, teman menyantap lauk nasi putih, lauk nasi kuning, hingga dicocol dengan sambal maupun disantap dengan cabe rawit.

3. Ote-Ote

Article image

Photo source: @maunitip.sby

Kalau kamu mengunjungi kota di Jawa Timur seperti Surabaya atau Malang, jangan memesan bakwan yang merujuk pada gorengan. Di sana, bakwan merujuk pada sajian berkuah dengan isian bola-bola daging dan sedikit gorengan. Di Surabaya dan sekitarnya seperti Gresik dan Sidoarjo, nama yang lazim ditujukan untuk merujuk gorengan bakwan adalah ote-ote.

Hal yang membedakan antara ote-ote dengan gorengan bakwan adalah bentuknya yang cenderung lebih tebal, gemuk dengan bentuk bulat cembung. Isiannya bahkan bisa lebih mengenyangkan seperti rumput laut, tiram, kerang, hingga daging ayam dan babi.

4. Weci & Heci

Article image

Photo source: @holyspicy

Tidak semua warga Jawa Timur menyebut gorengan bakwan sebagai ote-ote, apalagi bakwan. Di beberapa kota seperti Malang, Lumajang, Madiun, Magetan, dan Ngawi, gorengan ini disebut sebagai weci ataupun heci. Ada yang menyajikan bentuk weci seperti ote-ote yang bulan cembung dengan isian beragam, tapi ada juga yang masih serupa dengan bakwan sayur.

Nah uniknya, di pesisir Timur Sumatera seperti Medan hingga Bagan Siapiapi, ternyata ada lho makanan yang disebut heci. Di sana, heci juga seperti paduan bakwan dengan ote-ote dengan adonan tepung plus bentuknya yang bulat cembung. Akan tetapi heci khas Bagan berisikan udang segar serta potongan talas.

5. Badak

Article image

Photo source: @yzmalicious

Ternyata ada nama unik lainnya lho dari bakwan di daerah Semarang dan sekitarnya seperti Kendal, Batang, Pekalongan. Di sana ada yang menyebut gorengan sayuran dengan adonan tepung ini sebagai badak. Jadi badak gak melulu merujuk pada satwa langka yang memiliki cula keras di bagian hidungnya ini, tapi juga merujuk pada makanan. Gak heran kalau warga di sana sering berkelakar tentang kemampuan mereka menyantap badak.

6. Pia Pia

Article image

Photo source: @koh_aming

Dari wilayah lainnya, gorengan yang mirip bakwan ini disebut sebagai pia-pia atau piya-piya. Umumnya sebutan ini bisa dijumpai di daerah Jawa Tengah seperti Blora, Pati, Rembang hingga di Jawa Timur seperti Ponorogo, Bojonegoro, dan Tuban. Hal yang membedakan gorengan ini dengan bakwan Jakarta adalah bentuknya yang lebih tebal.

Cara menggoreng pia-pia agak sedikit mirip dengan ote-ote yakni memasukkan adonan tepungnya ke dalam sendok sayur untuk dicemplungkan ke minyak panas. Pemakaian sendok sayur ini membuat bentuknya lebih tebal, gemuk, dan cembung. Isiannya pun bisa sayuran tapi sering juga berisikan udang, terlebih di kawasan pesisir pantai.

7. Hongkong

Article image

Photo source: @ancilladhian

Jawa Timur memang punya banyak penyebutan soal gorengan bakwan sayur ini. Setelah ada ote-ote, weci, heci, dan pia-pia, maka ada lagi penyebutan lain yaitu hongkong. Entah apa hubungannya dengan wilayah otonomi khusus di Tiongkok tersebut, tapi memang itu penyebutan masyarakat Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi untuk gorengan ini.

8. Bikang Doang dan Kandoang

Article image

Photo source: @yakissobadagraca

Kalau kamu mengunjungi Makassar Sulawesi Selatan dan mencari jajanan enak, cobain deh memesan bikang doang yang ternyata mirip bakwan udang. Bikang doang sendiri memang punya arti sebagai bakwan udang dalam bahasa setempat. Cara buatnya juga mirip bakwan berupa adonan tepung, telur, sayuran, dan tambahan udang di bagian tengahnya untuk kemudian digoreng.

Penyebutan yang nyaris serupa juga ditemukan di wilayah seberangnya yaitu Kendari Sulawesi Tenggara. Masyarakat Kendari umumnya menyebut bakwan sayur plus udang ini sebagai Kandoang yang mirip dengan penyebutan orang Makassar. Isiannya dari mulai kubis, wortel, daun bawang, dan tentunya udang utuh di bagian tengahnya.

Nah itu dia beberapa nama lain bakwan yang ada di berbagai daerah Indonesia. Dari satu jenis gorengan saja ternyata bisa muncul banyak variasi nama dan penyebutannya ya. Kalau di daerahmu, apa penyebutan umum untuk gorengan ini?