Food

Makanan yang Hanya Ada Saat Bulan Puasa di Indonesia

by Danang Lukmana | April 18, 2022

Makanan yang Hanya Ada Saat Bulan Puasa di Indonesia

Ramadan adalah momen spesial bagi masyarakat Muslim, yang ditandai dengan beberapa sajian makanan yang hanya ada saat bulan puasa. Di banyak daerah di Indonesia pun terdapat banyak makanan tradisional yang umumnya dihidangkan saat bulan Ramadan saja. Baik itu kudapan untuk berbuka, hidangan kue, dan jenis sajian lauk-pauk tertentu yang jarang ditemui pada bulan lainnya. 

Makanan khusus yang hanya ada saat bulan puasa ini tentu jadi daya tarik tersendiri dari bulan yang spesial ini. Oleh karena itu, Nibble akan ajak kalian berkenalan dengan makanan tradisional beberapa daerah yang umumnya hanya ada saat bulan puasa. Berikut ini daftarnya!

1. Kolak Pisang

Source: Istockphoto

Siapa yang gak kenal kolak pisang? Sajian dessert khas Indonesia ini bisa dibilang jadi menu takjil paling ikonik yang tersaji di kala berbuka puasa. Sebagai menu takjil favorit, bisa dibilang pedagang makanan ini hanya ada dan lazim dijumpai saat bulan puasa saja. 

Menggunakan kuah dari santan, gula merah, dan daun pandan, cita rasa gurih manis serta wangi jadi pilihan makanan favorit banyak orang. Sebagai isiannya, paling umum adalah potongan jenis pisang kapok dan pisang tanduk. Tapi kreasi lainnya ada yang menambahkan ubi, labu, buah nangka, hingga kolang kaling dan pacar cina.

2. Es Timun Suri

Source: @kapulaga_gnade_bogor

Selain kolak pisang, ada juga salah satu jenis makanan pembuka yang umumnya hanya ada saat bulan puasa, yakni es timun suri. Entah mengapa para petani hanya menanam buah timun suri ketika mendekati Bulan Ramadan, sehingga sajian ini hanya lazim dijumpai untuk buka puasa. Padahal timun suri adalah buah yang bisa ditanam atau dikembangbiakkan sepanjang tahun, tanpa kenal periode tertentu.

Timun suri sendiri berwarna kulit kuning dengan bentuk yang agak lonjong besar, dan bagian daging buahnya seperti melon. Cita rasa daging buahnya sebetulnya kurang manis, tapi cukup berair dan segar untuk dijadikan kudapan. Seringkali timun suri disajikan dengan kuah sirup cocopandan, ditambah biji selasih, jelly, serta es batu. 

3. Bubur Kampiun

Source: @buburayunian

Ada salah satu jenis bubur yang berasal dari Tanah Minangkabau dan umum dijumpai saat Bulan Ramadan, yakni Bubur Kampiun. Sebetulnya hidangan ini bisa dijumpai sebagai menu sarapan atau kudapan di beberapa rumah makan, namun saat Ramadan pedagangnya akan lebih banyak.

Dilansir dari Indonesiakaya, bubur ini termasuk salah satu jenis kuliner khas wilayah Minangkabau Daratan (Darek), tepatnya dari daerah Bukittinggi. Ciri khas hidangan ini terdiri dari campuran beberapa komponen yang berpadu dan menghasilkan cita rasa manis serta lembut.

Kurang lebihnya ada 6 komponen yang harus disiapkan untuk menyusun bubur kampiun. Antara lain lupis ketan, bubur putih/sumsum, ketan hitam, kolak pisang/ubi, bubur kacang hijau dan conde/candil. Isiannya yang sangat banyak bakalan bikin kamu kenyang dan puas menikmatinya.

4. Bubur Kanji Rumbi

Source: @masakanaceh.id

Kali ini dari ujung barat Indonesia, kamu bisa mencicipi kuliner khas Aceh yang unik dan lezat berempah. Di Tanah Serambi Mekah ini terdapat kuliner bernama Kanji Rumbi yang sekilas mirip bubur ayam tapi dengan cita-rasa khas rempah yang unik. Saat bulan Ramadan, masakan ini sering dijumpai dimasak di masjid atau desa-desa untuk acara buka puasa bersama.

Bubur ini dimasak dengan bahan utama beras dan rempah-rempah khas sebagai pelengkapnya. Ciri khas lainnya adalah penggunaan topping udang yang cukup berbeda dengan bubur di Indonesia kebanyakan. Terkadang Kanji Rumbi juga diberi tambahan wortel, kentang, dan daging yang dipotong dadu. 

5. Kicak

Source: @jogjaku

Sebetulnya sajian bernama kicak bisa kamu temukan di beberapa daerah di Jawa, seperti Jepara serta Jogja. Tapi ada salah satu jenis makanan bernama kicak yang hanya ada saat bulan puasa di sekitaran Masjid Kauman, Jogjakarta. Makanan ini terbuat dari beras ketan yang ditumbuk, diberi parutan kelapa, dan irisan nangka.

Sajian ini punya rasa manis gurih dengan aroma potongan nangka yang harumnya khas. Ditambah bungkusnya yang memakai daun pisang membuat sensasi aroma harum tersendiri. Cocok deh disajikan sebagai kudapan berbuka tradisional. 

6. Jongkong

Source: @seleramakan

Mungkin nama kue jongkong cukup asing didengar bagi sebagian masyarakat Indonesia, mengingat makanan ini hanya ada saat tertentu saja seperti bulan puasa. Dilansir dari Kumparan, sajian bercita rasa manis ini merupakan kue khas etnis Melayu di Pesisir Timur Pulau Sumatera. Salah satunya etnis Melayu di Medan yang menyajikan kue ini sebagai menu buka puasa yang favorit. 

Kue jongkong terbuat dari adonan tepung beras, santan, gula merah, warna hijau daun pandan lalu dibungkus memakai daun pisang. Kemudian, adonan tepung beras tersebut disiram kuah  gula merah dan santan, lalu dikukus hingga matang. Teksturnya sendiri sangat lembut dengan cita rasa gurih manis khas gula merah kelapa dan santan.

7. Bongko Kopyor

Source: @loveat_healthy

Dari pesisir utara Jawa Timur, tepatnya di Kota Gresik juga ada nih sajian makanan yang umumnya hanya ada saat bulan puasa, yaitu Bongko Kopyor. Nama bongko kopyor sendiri merupakan kepanjangan dari bubur nangka dan kelapa kopyor. Sajian ini terbuat dari campuran roti tawar, kelapa muda, pisang, nangka, bubur mutiara, dan siraman santan yang dibungkus daun pisang lalu dikukus.

Teksturnya seperti bubur sumsum yang lembut, agak encer, dan agak kenyal, sehingga memudahkan untuk disantap. Soal rasa, sudah pasti manis, gurih, dan pas untuk mengembalikan energi yang terkuras selama puasa.

8. Kue Bingka Banjarmasin

Source: @choipanaline

Sebetulnya jenis kue bika atau bingka merupakan kue yang umum ditemukan di berbagai daerah Nusantara dengan bermacam tipenya. Tapi ada salah satu kue bingka dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang sangat khas. Sajian kue bingka Banjarmasin juga jadi makanan yang umumnya hanya ada saat bulan puasa dan momen Idul Fitri.

Kue ini dibuat dari campuran tepung, telur, gula, dan santan yang lalu dicetak dalam wadah berbentuk bunga enam kuntum. Seringkali juga adonannya ditambahkan kentang tumbuk dan telur bebek yang membuat teksturnya makin padat tapi tetap kenyal. Dimasak dengan cara dioven, kue ini sering diberi varian rasa pandan, nangka, labu waluh, pisang, hingga cokelat, keju, dan kismis. 

9. Pakat Bakar

Source: Indozone

Pernah dengan peribahasa “tak ada rotan, akar pun jadi”? Kali ini rotannya sekalian bisa diolah jadi sajian makanan yang sedap dan favorit kala bulan puasa. Di Medan, saat menjelang buka puasa biasanya kamu bisa melihat pedagang sedang membakar sejenis akar rotan yang disebut pakat. Sajian rotan bakar ini berasal dari tradisi masyarakat di daerah Mandailing Natal.

Bagian dalam akar rotan yang dibakar berbentuk putih dengan tekstur putih yang meskipun agak pahit tapi pas dijadikan menu lalapan bersama nasi putih. Daging akar rotan ini bisa dimakan langsung atau dinikmati bersama sambal bawang yang pedas serta nasi. Tapi ada juga yang mengolahnya lagi menjadi semacam gulai yang gurih bersantan.

10. Sate Susu Sapi

Source: @dhaneeeeee

Di Bali juga ada sajian makanan yang umumnya hanya ada saat bulan puasa saja yakni sate susu sapi. Sajian sate ini berasal dari organ payudara sapi betina yang biasa diperah untuk menghasilkan susu. Bagian yang menghasilkan susu ini terkenal dengan teksturnya yang lembut karena mengandung banyak lemak.

Umumnya sajian sate susu sapi ini bisa ditemukan di daerah Kampung Jawa Denpasar, yang memang didominasi orang Jawa beragama Muslim. Sate susu sapi ini memang spesial hanya saat Ramadan, karena pada bulan lainnya hanya menjual sate ayam maupun kambing saja. Soal rasa, satenya dibumbui dulu dengan bumbu kuning sehingga rasanya lebih gurih dan berbeda dengan jenis sate umumnya. 

Nah itu dia beberapa makanan lokal Nusantara yang umumnya hanya ada saat bulan puasa saja. Kira-kira makanan spesial bulan puasa di daerahmu ada apa saja nih?